Produk Gagal

Assalamualaikum wr wb;
Salam ini untuk semua…………

Diskusi perdebatan yang hampir mendekati chaos
ini memang sebaiknya diakhiri saja, percuma, buang buang energi. Karena Abu-abu ini bukan salafy asli, mengaku-ngaku salafy atau mungkin juga ini produk sepeda motor salafy gagal.

Kenapa demikian, karena kriteria salafy asli dan atau adab salafy yang baik (menurut yang saya baca pada salah satu AD/ART salafy) yang sabar, sopan, ramah sama sekali tidak terlihat pada prilaku abu-abu ini, justru tipical mereka ini manusia yang emosional, meledak-meledak, mencemooh dan sifat nya mendekati sifat makhluk yang membuat Nabi Adam a.s terusir dari Surga.

Berikut adalah kutipan salah satu point AD/ART salafy sukses :

Adab-Adab Seorang Penuntut Ilmu

1. Membersihkan hati dari kedengkian, dendam, dan hasad serta jeleknya keyakinan atau akhlak agar dengan itu dapat menerima ilmu dan menghafalnya dengan baik.

Bandingkan dengan gaya bahasa pada comment ini :

|

Juli 4th, 2007 at 2:35 am Ngesmosi nih yeee….! Mau ngajak berantem kok pake hadits sih? Kata orang rois, nggak nyunnah tuh!

atau yang ini

ryan Says:
Juli 5th, 2007 at 7:46 am edit

@ Wak Sumbu Kompor AbdulSomad

ISLAM didirikan atas LIMA PERKARA :

1. SYAHADAT
2. SHOLAT 5 waktu
3. PUASA Bulan RAMADHON
4. ZAKAT
5. HAJI

Perkara yang keberapa yg membuat/menjadikan Tabligh ini sesat, bid’ah, atau sirik?

Semua perkara di atas rusak akibat ulah ahli bid’ah hizbiyun sejenis JAMAAH TABLIGH.

Dul, kamu pikir cukup syahadat doang tanpa tahu makna, rukun-rukunnya, dan konskuensinya? Hati-hati Dul! Shalat, kamu pikir cukup sarungan doang tanpa tahu syarat, rukun, wajib, dan sunnah2nya? Goblog benar anda ini. Ini tho hasil didikan jamaah tabligh bertahun-tahun sampai bergelar wak. wak semar kali yeee!

Orang-orang yang benar-benar bergabung dalam Manhaj salafy dan menurut yang saya fahami, mereka adalah DA’I, tugas nya menDakwahkan Agama, menjadi penerang bagi kegelapan, menunjukkan kebenaran, mengajari yg awam dan bodoh dalam agama.

Maka ketika di arena Blogosphere saya bertemu dengan orang-orang yang mengaku salafy, menjadi tandatanya besar bagi saya, karena manhaj salafy ini juga sebetulnya terkenal sebagai detektif penentang bid’ah. Tapi malah mereka bermain-main berkeliaran di arena internet yang sungguh sangat bid’ah ini. ANEH.!!!

Maka sampailah saya pada satu kesimpulan, mereka ini bukan salafy. Dan kalau mereka tetap ngotot mengaku salafy, mereka ini adalah salafy yang ada diluar sistem atau salafy yang salah urus atau bahkan produk SALAFY GAGAL.

Dan wacana lapor polisi yang sempat saya jadikan dagelan dalam postingan sebelumnya, cuma sebagai pemanis belaka.

Agama ini akan berjaya bukan karena di backup pejabat, polisi atau apa pun itu namanya, karena mereka ini cuma makhluk, dan selain ALLAH adalah makhluk, makhluk tidak dapat mendatangkan manfaat atau menjadikan mudhoroth tanpa izin ALLAH.

Agama ini akan berjaya bukan karena siapa siapa, bukan karena saya, bukan karena jamaah tabligh, tapi dengan dukungan ALLAH Yang MAHA HEBAT .. JALAL …. dan yang bid’ah bid’ah, yang berkeliaran di jagat ini semua dalam PENGAWASAN ALLAH maka kita serahkan saja semua kepada ALLAH.

Semoga kita dapat menyikapi persoalan demi persoalan dalam bermasyarakat dengan senyum dan lapang data. AMIN.

46 Tanggapan ke “Produk Gagal”

  1. danalingga Berkata:

    salam hangat dari orang awam. :mrgreen:

    Wah dah sampe kesimpulan nih wak?

    *moga-moga panas lagi… :lol: *

  2. Luthfi Berkata:

    dan yang bid’ah bid’ah, yang berkeliaran di jagat ini semua dalam PENGAWASAN ALLAH maka kita serahkan saja semua kepada ALLAH.
    par 2 dr akhir
    lho …. gimana sih Wak ….. masak kita gak berusaha sama sekali ….??
    tawakal tanpa berusaha?
    gimana tho ini

  3. Luthfi Berkata:

    Tapi malah mereka bermain-main berkeliaran di arena internet yang sungguh sangat bid’ah ini. ANEH.!!!

    Kata ustadz di ma’had, ini bid’ah secara lughawi, secara bahasa … sedangkan cakupan bid’ah yang dimaksud biasanya berkaitan dengan syare’at

    Demikian.

    CMIIW (Korek mi if ayem wrong)

  4. Luthfi Berkata:

    Juli 4th, 2007 at 2:35 am editNgesmosi nih yeee….! Mau ngajak berantem kok pake hadits sih? Kata orang rois, nggak nyunnah tuh!

    Wak, coba link pada kata edit diilangin, biar gak jadi bahan percobaan manusia iseng yang ingin ngetest ilmunya

  5. manusiasuper Berkata:

    Sudah kan pak, buang2 energi kan pak?

  6. Abu Aqil Al-Atsy Berkata:

    Pantes aja gagal tu aksinya, salah satunya karena emang gak ada lagi hujjah. Cuma monoton pengalaman pribadi.

    Gak sembarangan lho kalao ulama berfatwa, penuh pertimbangan Mashalahat dan Mafsadat. Dan salah satu qoidah yang dipegang Ahlussunnah waljamaah (bukan Ahli bid’ah wal hizbiyah) adalah Menolak Kerusakan (mengingkari Kesesatan) diutamakan dari pada Kemashlahatan.

  7. Heri Setiawan Berkata:

    Inginnya sih menolak kerusakan, tapi nyatanya malah semakin parah… :D
    Ayolah, masih banyak cara yang lebih baik untuk menyampaikan kebenaran akhi…

  8. ULAMA Berkata:

    @Abu Aqil Al-Atsy
    Jangan bawa bawa ULAMA, kelakuan kalian sudah melenceng jauh dari anjuran ULAMA
    Lebih baik kalian delete blog kalian itu
    Kalian sudah merusak nama baik salafy…

  9. the23wind Berkata:

    setuju wak, masuk akal…dan saya pikir gak ada gunanya jika trus seperti ini

  10. agorsiloku Berkata:

    Karena setiap diri akan diminta pertanggungjawabannya… saya jadi ingat lembaran jum’at beberapa minggu yang lalu. (lupa sumbernya) : sejam berbuat kebaikan lebih baik dari 70 tahun ibadah (ibadah vertikal).

    Sedikit saya meragukan kesahihan hadis tersebut. Namun, tetap maknanya penting : hubungan antar manusia adalah juga bernilai ibadah yang diapresiasi tinggi oleh Allah Swt.

    Jadilah Wak, saya memang menghindari untuk berbangga pada golongan atau menjadi golongan tertentu, berbangga dengan “itu”, sebisa mungkin dihindari. Apalagi “mengkafirkan” sesama yang berusaha berpasrah diri (muslim)…..

  11. Bukan ABU Berkata:

    gak seru wak
    ga ada perlawanan

  12. telmark Berkata:

    *nonton dulu & liat perkembangan*

  13. Bukan ABU Berkata:

    ryan Says:
    Juli 5th, 2007 at 7:46 am edit
    @ Wak Sumbu Kompor AbdulSomad
    ISLAM didirikan atas LIMA PERKARA :
    1. SYAHADAT
    2. SHOLAT 5 waktu
    3. PUASA Bulan RAMADHON
    4. ZAKAT
    5. HAJI

    Perkara yang keberapa yg membuat/menjadikan Tabligh ini sesat, bid’ah, atau sirik?
    Semua perkara di atas rusak akibat ulah ahli bid’ah hizbiyun sejenis JAMAAH TABLIGH.
    Dul, kamu pikir cukup syahadat doang tanpa tahu makna, rukun-rukunnya, dan konskuensinya? Hati-hati Dul! Shalat, kamu pikir cukup sarungan doang tanpa tahu syarat, rukun, wajib, dan sunnah2nya? Goblog benar anda ini. Ini tho hasil didikan jamaah tabligh bertahun-tahun sampai bergelar wak. wak semar kali yeee!

    Agama ISLAM persaratannya koq jadi berat banget?
    zaman sahabat yg awwalun masuk Islam dulu, like sayyidina BILAL r.a, apakah mereka harus punya “ILMU tinggi” dulu baru bisa diterima Rasulullah SAW masuk Islam. Kaya nya mereka ini dulu sholat aja belum dan masih musyrik. Koq sekarang masuk ISLAM sarat nya jadi makin berat???

    jangan memberat berat kan persyaratan AGAMA lho wak…

  14. ABU DOANK Berkata:

    saya dukung wak..
    ini link hasil blogwalking
    http://www.geocities.com/ad_dakwah/tabligh/index.htm
    semoga bisa jadi bahan referensi ya wak

  15. ABU DOANK Berkata:

    ada lagi ni wak
    http://media.isnet.org/islam/Etc/Tabligh3.html

  16. ABU DOANK Berkata:

    ini juga wak
    http://media.isnet.org/islam/Etc/Tabligh4.html
    saya baru tahu lho wak
    semangat trus ya wak

  17. numpang? Berkata:

    misi wak………..
    pada lagi ngapain yach…..

  18. Lee's Journey, On the Way to a Smile Berkata:

    Wah, saya setuju banget sama waksomad kalau segala sesuatu itu kudu dihadapi dengan senyum. Senyum itu ibadah kan? Malah yang emosian itu ga mencerminkan seorang penganut agama yang baik ^^

    Agama ini akan berjaya bukan karena siapa siapa, bukan karena saya, bukan karena jamaah tabligh, tapi dengan dukungan ALLAH Yang MAHA HEBAT .. JALAL …. dan yang bid’ah bid’ah, yang berkeliaran di jagat ini semua dalam PENGAWASAN ALLAH maka kita serahkan saja semua kepada ALLAH.

    Kita yang manusia ini ga berhak mengaku sebagai yang membesarkan agama, bukan? Karena sesungguhnya karena Tuhan lah semua itu bisa terjadi. ^^

    Keep smile, wak! :D

  19. Death Berry Inc. Berkata:

    @ Abu Aqil Al-Atsy

    Gak sembarangan lho kalao ulama berfatwa, penuh pertimbangan Mashalahat dan Mafsadat.

    Sebenarnya yang lebih hebat dalam memberi fatwa itu Tuhan atau ulama…? :mrgreen:

    —————-

    @ Wak AbdulSomad

    Maka sampailah saya pada satu kesimpulan, mereka ini bukan salafy. Dan kalau mereka tetap ngotot mengaku salafy, mereka ini adalah salafy yang ada diluar sistem atau salafy yang salah urus atau bahkan produk SALAFY GAGAL.

    Kalau menurut saya sih, dikarenakan mereka yang diibaratkan ‘ekor yang mengekor orang’ jadinya mereka tidak menemukan arah. hanya mengekor, mengekor, begitu.

  20. Shelling Ford Berkata:

    rampung???
    LHA APA GUNANYA SAYA NGASAH TOMBAK KYAI SLAMET, PUSAKA TURUN TEMURUN TRAH PUSPOWINATAN???????!!!!!!

    jangan rampung dulu, deh. yang mau diajak rampung juga belum mau diajak rampung soale. jari2nya yang buat ngetik di keyboard juga masih “ngawur”

    kekekekekekekekekekekekekeke…

  21. ABe Berkata:

    Jangan jadi ajang perang lagi ya Wak..cukup di blog “sebelah”..hehehe

  22. bat man Berkata:

    wah……., uwak marah nih? abu…….., abu…………., abu go sooooooooooooooookkkkkkk!

  23. Kucing Genit Berkata:

    Ane bilang juga ape….
    Salam hormat, ya wak Somad, mohon maap kalo ane turut “ngacak-acak” Blog uwak….

  24. rizko Berkata:

    nora’, kenapa ya dari dulu yang rame di bahas ya soal ini mulu deh…

  25. Rizma Berkata:

    aarrghh,, ditinggal 3 hari Ma jadi telaat nonton peraang!!
    ckckck,,

    jadi ga ada perang lagi ya wak,,? cih,,

  26. Suluh Berkata:

    saya jadi penonton netral aja lah :neutral:

    CMIWW :cool:

  27. mas agus Berkata:

    bisakah kita membenarkan tanpa menyalahkan???

  28. danalingga Berkata:

    gimana kalo saya jadi wasit aja? setuju ndak? :cool:

  29. Berbagai Cara Busuk Memenangkan Diskusi « O-Mai-Gat! Berkata:

    [...] [Post ini sebagian terinspirasi dari beberapa diskusi di sini, di sini, dan di sini] [...]

  30. abdulsomad Berkata:

    Assalamualaikum wr wb
    Sodara sodara yg dimuliakan ALLAH Subhaanahu Wataala
    Wak ndak bisa jawab comment nya atu atu
    jadi borongan aje ye.. he he he

    Abis wak binun, ade nyeng kontra ade nyang pro, ada nyang nongton
    eni wei… suatu debat eh diskusi tak selalu hartus ada finishing ato kesimpulan

    Namun dalam postingan kali ini minimal HATI kita bisa menarik suatu kesimpulan, seperti apa seharus nya kita hidup sebagai masyarakat yang ber-ADAB, ber-AGAMA dan ber-MASYARAKAT

    Bagaimana men-singkron-ken antara Hubungan Dengan ALLAH dan Hubungan dengan sesama Manusia.

    Jawaban atu atu akan dibuat kal wak udah punya waktu agak luang … he he he
    semoga penonton gak kecewa.
    bersambung
    ttd
    wak dulsomad

  31. Kang Tutur Berkata:

    Maa syaaaa Allaaaaah……….., belum kelar juga???
    Ampun deh???

  32. calonorangtenarsedunia Berkata:

    perang lagi..

  33. joerig Berkata:

    aku setuju wak … “mereka” itu kan pencari surga yg anti-sosial … :)

    *kok aku sekarang jadi setuju mulu ya … hehehehehe*

  34. Neo Forty-Nine Berkata:

    Diskusi membela aliran agama masing masing pindah ke sini ya????

  35. Abu BH Berkata:

    ndak usah ngebahas aliran agama wong udah pada mengalir sendiri-sendiri

    ndak usah ngributin sorga atau neraka wong sudah Ada Yang Ngatur

    ndak usah ngafirin orang laen wong kita ndak tahu diri kita sendiri kafir

    ndak usah direken

    -Burhan Hasan-

  36. Abu BH Berkata:

    ndak usah ngebahas aliran agama wong udah pada mengalir sendiri-sendiri

    ndak usah ngributin sorga atau neraka wong sudah Ada Yang Ngatur

    ndak usah ngafirin orang laen wong kita ndak tahu diri kita sendiri kafir

    ndak usah direken :mrgreen:

    -Burhan Hasan-

  37. Darmo Gandul Berkata:

    Wak Abdul Somad kemana aja nih, sibuk mbajak sawah apa keilangan signal GPRS ???

    Sibuk dengan cucu cucu lagi pada kumpul di kampung

  38. Ujang Berkata:

    Yang Masih Pake WIndows…. MUNAFIK !!
    PAKE SOFTWARE2 BAJAKAN MUNAFIK JUGA !!

    Jadi mesti pake LINUX gitu?

  39. Zoe Berkata:

    Hahahaha…..

  40. alex Berkata:

    Yang Masih Pake WIndows…. MUNAFIK !!
    PAKE SOFTWARE2 BAJAKAN MUNAFIK JUGA !!

    YANG MASIH PAKE BLOG GRATISAN MUNAFIK JUGA?!
    Sadar coy… kalo ente gak mau orang2 pada munafik, bikin program sendiri, terus sebarin atau ajarin orang. Jangan teriak2 gitu aja.
    Ane pake Windows juga bukan bajakan. Ane juga pake Freespire, PcLinuxOs, Ubuntu. Ente pake apaan? Pake warnet? =))

  41. Cahaya Islam Berkata:

    Salam kenal,
    Mari kita memandang segala permasalahan menurut akal sehat. Dan segala tindakan lewat kacamata agama.

  42. k'baca Berkata:

    Menang jadi Arang – Kalah jadi Abu
    pilih Arang? atau Abu?

  43. Buang Saja Kekaguman Itu! « O-Mai-Gat! Berkata:

    [...] Anda terlalu cinta pada wadehel sehingga lupa pada semangat perjuangannya. Anda bahkan lebih suka menjatuhkan para blogger itu — ketika mereka, masing-masingnya, terlibat pertarungan di sini, di sini, dan di sini. [...]

  44. mcsandy Berkata:

    gak ikutan.. angkat tangan.. heran koq topik yang bgini2an diangkat2 terus.. emang seru sih buat yang demen drama.. haha

  45. Menunggu pernyataan Tobat nya antosalafy « wak AbduLSomad Berkata:

    [...] dugaan saya sebelum nya, antosalafy ini seperti nya memang orang yang ikut-ikutan pengikut manhaj salaf yang salah jalan [...]

  46. Haitan Rachman Berkata:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Telah muncul dan beredar di kalangan kaum muslimin, apakah itu dalam tulisan majalah, ataupun internet bahwa usaha da’wah (yang dikenal orang sebagai jama’ah tabligh) tidak mempunyai manhaj yang jelas berdasarkan al-quran dan juga as-sunnah. Dan penyampaian ini disampaikan oleh sebagian ulama atau ustadz. Atau bahkan menjelaskan bahwa usaha da’wah ini sebagai aliran bid’ah, atau hal-hal lainnya. Kami sendiri tetap harus menanamkan sifat menghormati kaum muslimin, apalagi kepada ulama dan ustadz kaum muslimin. Tulisan ini merupakan pendalaman kami sendiri ke dalam usaha da’wah dan tabligh dari pandangan Islam.

    Kami ingin berbagi dengan kaum muslimin, bukan sebagai bentuk berbantah-bantahan dengan kaum muslimin, apalagi dengan para Ulama dan Ustadz. Disamping hal itu, mudah-mudahan ini bermanfaat bagi kami dan juga teman-teman kami sendiri yang terjun dalam usaha da’wah ini, terutama dengan kalangan muda yang sering melakukan komunikasi dengan kami sendiri. Dan juga tulisan seperti ini setidaknya sebagai pandangan berimbang, sehingga kaum muslimin dapat mempelajari keseimbangan pandangan dan tidak hanya dari satu sumber.

    Usaha da’wah ini mendorong kaum muslimin untuk dapat mengikuti generasi terbaik yang telah mengikuti dan membumikan Al-Islam dengan baik, yaitu generasi para Shahabat RA. Generasi ini merupakan generasi contohan yang tidak dapat dipunkiri dan dihilangkan dalam catatan sejarah, sebagai generasi yang telah mendapatkan keridhoan Allah swt dan telah mewujudkan peradaban manusia yang paling gemilang sepanjang sejarah manusia. Dan para Ulama sesudah generasi para Shahabat RA telah mencatat dengan baik sekali dalam kitab-kitab beliau itu.

    clip_image002.jpg

    ”Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS At-Taubah (9): 100)

    Generasi ini telah membuktikan dirinya sebagai generasi yang sungguh-sungguh mengikuti jejak langkah Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Allah swt menjelaskan dengan tegas tentang hal ini.

    clip_image004.jpg

    “Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS Yusuf (12): 108)

    Oleh karena itu para Shahabat RA diajak oleh Nabi kita sendiri untuk menjadi da’i yang mengambil tanggung jawab yang dipegang Nabi kita sendiri. Abu Bakar RA setelah masuk Islam, beliau menemui beberapa temannya yaitu Utsman Bin Affan, Talhah, Zubair, Saad Bin Abi Waqosh, untuk mengajaknya mereka masuk Islam. Dan esok harinya Abu Bakar RA juga menemui Utsman Bin Madh’un, Abu Ubaidah Bin Jaraah, Abdurahman Bin Auf, Abu Salama Bin Asa, dan Arkom bin Abil Arkom, juga untuk diajak masuk ke dalam Islam. Kisah dituliskan dalam kitab Al-Bidayah Jilid 3 hal 29 [1].

    Saat ini tugas utama ini menjadi luntur dan berkurangan di kalangan kaum muslimin. Seandainya para Shahabat RA juga setelah masuk Islam tidak mengambil tugas Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dapat dipastikan pertumbuhan Ummat Islam tidak ada dan juga mungkin Islam tidak sampai ke negara kita masing-masing. Kita dapat pelajari dengan baik dari kitab Hayatush Shahabah susunan Maulana Yusuf itu tentang kisah-kisah semangat da’wah dari para Shahabat RA, atau juga dari kitab-ktab lainnya, seperti buku “Kelengkapan Tarich Nabi Muhammad SAW” susunan KH Munawar Khalil, Ulama Sepuh Indonesia. Kami menganjurkan untuk dapat mempelajari kitab susunan Ulama Sepuh Indonesia ini, karena susunannya mudah, meskipun cukup tebal sedikit.

    Bagaimana mewujudkan semangat da’wah ini kembali di kalangan kaum muslimin? Inilah yang dilakukan usaha da’wah, dan kaum muslimin perlu banyak belajar tentang hal ini. Ketika Rasulullah SAW ada bersama para Shahabat RA dan juga ayat masih turun, hampir terjadi sebuah kejadian besar di kalangan para Shahabat RA. Hampir terjadi pertempuran hebat di antara Aus dan Khazraj, dan semuanya direkam dalam QS Ali Imran (3): 100-105. Dan kita dapat mempelajarinya dengan baik perihal ini melalui tafsir-tafsir utama, seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Qurthubi, Tafsir Al-Kasyf dll.

    Kejadian ini sama halnya dengan kaum muslimin saat ini, dimana kaum muslimin sudah sangat lemah hubungan antara satu dengan yang lainnya, bahkan kaum muslimin di abad ini kurang harmonis hubungan satu sama lainnya. Sehingga akan sangat mudah untuk dipermainkan oleh kaum yang kurang senang dengan kaum muslimin sendiri. Kisah Aus dan Khazraj itu menjadi pelajaran sangat penting bagi kaum muslimin sekarang ini, ternyata ketika ada seorang yang menghembus-hembuskan di antara mereka, saat itu para Shahabat lupa akan tugas untuk saling mengingatkan. Sehingga hampir terjadi pertempuran itu. Bisa kita bayangkan, jika tidak ada yang mengingatkan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, maka bencana besar akan terjadi di kalangan para Shahabat RA. Tetapi peran seorang da’i mengingatkan Nabi kita akan hal itu, serta Nabi bangkit mengingatkan dengan semangatnya kepada dua kaum tersebut. Maka kejadian itu dapat dihindari. Allah swt menjelaskan kembali dengan tegas tugas utama itu, tugas sebagai da’i yaitu amar ma’ruf nahi mungkar.

    clip_image006.jpg

    “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS Ali Imran (3): 104)

    Ayat QS At-Taubah (9): 100 merupakan ayat yang tegas agar kita semua mengikuti para Shahabat RA dengan baik, karena generasi ini adalah generasi yang telah diridhoi oleh Allah swt dan juga mereka telah teguh dengan agama ini. Jika kita perhatikan dengan seksama terhadap ayat itu, maka kita akan mendapatkan titik awal sejarah pertumbuhan Islam itu sendiri, yaitu dimana ketika terjadi perpaduan antara orang berhijrah (Muhajirin) dan orang yang menolongnya (Anshor).

    Para Ulama banyak mencatat sejarah ketika perpaduan ini terjadi dengan baik dan sistematik. Ketika Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, berhijrah ke madinah, beliau pertama kali membangun Masjid untuk menumbuhkan peradaban kaum muslimin berladaskan wahyu Allah swt. Disinilah tonggak sejarah telah dibuat, yaitu berdirinya masjid sebagai pusat pengajaran, penyebaran Islam, ibadah dan juga pelayanan kepada kaum muslimin. Usaha da’wah dan tabligh ini telah mengingatkan kaum muslimin agar kembali ke masjid untuk membangun kebersamaan kaum muslimin itu sendiri. Oleh karena itu tidak heran jika dilaksanakannya Jaulah atau bersilaturahmi ke kaum muslimin di sekitar masjid untuk sama-sama memakmurkan masjid, melalui amal dan pikir terhadap kaum muslimin. Bagaimana menghidupkan kembali amal masjid yaitu da’wah, belajar dan mengajar ilmu islam, ibadah dzikir dan juga khidmat kepada kaum muslimin.

    clip_image008.jpg

    “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS At-Taubah (9): 18)

    Kita dapat mempelajari QS Ali Imran (3): 104 dari beberapa tafsir besar, seperti Tafsir Ibnu Katsir, Al-Kasyf dll (kami coba susun pendalaman tematik dalam da’wah http://shahabat.wordpress.com ). Terdapat dua pandangan penting dalam memahami Ali Imran (3): 104 ini. Pertama, yang perlu menjalankan da’wah ini adalah para ahli agama atau juga ulama, yang banyak memahami al-Islam. Kedua, amal da’wah merupakan amal semua kaum muslimin sesuai dengan kemampuannya. Karena amal da’wah ini menjadi tanggung jawab kaum muslimin di jaman para Shahabat dengan baik, maka Allah swt menjelaskan bahwa mereka telah menjadi generasi terbaik, dan siapapun yang mempunyai sifat yang sama akan mendapatkan derajat terbaik juga, itulah yang diajarkan oleh Ummar RA ketika menjelaskan ayat di bawah ini.

    clip_image010.jpg

    “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS Ali Imran (3): 110)

    Da’wah dan tabligh di jaman para Shahabat RA dilakukan secara alami dan natural. Itulah yang dibangun oleh usaha da’wah ini, melalui proses interaksi, inter-komunikasi, dan bertemu langsung dengan kaum muslimin terlebih dahulu untuk saling mengingat akan tugas ini. Kami jelaskan hal ini, bukan berarti da’wah-da’wah yang ada melalui TV, brosur, majalah, radio, bahkan Internet, tidak benar atau keliru. Usaha-usaha da’wah yang sudah dilakukan oleh kaum muslimin saat ini melalui sarana di atas tidak perlu ditinggalkan, karena kita semua sudah mengetahui manfaatnya dengan baik. Tetapi kita juga tidak boleh melupakan da’wah yang alami dan natural, oleh karena itu usaha da’wah ini mengingatkan kembali pada proses da’wah yang natural dan alami untuk membangun inter-komunikasi kaum muslimin itu sendiri.

    Usaha da’wah ini tetap tidak akan mengalami perubahan dari waktu-ke-waktu, landasan kerjanya sebagai bentuk yang orisinalitas kerja da’wah yang lebih menekankan pada komunikasi langsung di lingkungan kaum muslimin. Yang mana komunikasi langsung antar kaum muslimin di jaman sekarang ini sudah sangat lemah, bahkan sangat mudah untuk dijadikan sebagai sarana pertentangan dan pertarungan di antara kaum muslimin sendiri. Senang atau tidak senang, kita sendiri menyadarinya dengan hal ini.

    Dan untuk mencapai komunikasi langsung di lingkungan kaum muslimin secara menyeluruh, usaha da’wah tetap menekankan sekali untuk bermujahadah melalui khuruj fisabilillah dengan harta dan jiwa sendiri. Artinya setiap kaum muslimin yang berkeinginan terlibat dalam usaha da’wah ini perlu meluangkan waktu ke daerah-daerah yang dikunjunginya, sehingga disamping memberikan pengaruh kepada kaum muslimin yang dikunjunginya, juga memberikan pengaruh kepada diri sendiri.

    Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, telah pergi meninggalkan daerah Mekah menuju ke Thaif untuk menyebarkan Islam, meskipun beliau sendiri mengalami cemohohan, ejekan, lemparan batu, tetapi beliau tetapi berdo’a untuk kaum Thaif. Dan seorang Shahabat RA menyertainya dengan baik. Begitupun juga Musyaib Bin Umair RA harus meninggalkan kota Mekah ke kota Yastrib (saat itu belum menjadi Kota Madinah Munawarah). Dan banyak lagi kisah yang menjelaskan da’wah dilakukan secara sendiri-sendiri, ataupun juga beberapa orang ke daerah yang berjauhan atau juga berdekatan. Semuanya dilakukan dengan kesungguhan, dan harta sendiri. Dan dilakukan pengelolaannya setelah cukup berkembang, dilaksanakan melalui masjid Nabawi sendiri, ketika para Shahabat setelah berkumpul menjadi satu yaitu Muhajirin dan Anshor.

    Amal da’wah di jaman Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA meminta pengorbanan yang tidak sedikit, bahkan waktu untuk penyebarannya juga memerlukan proses yang cukup panjang. Tetapi di jaman sekarang ini, kaum muslimin mempunyai kemampuan yang berbeda dengan kaum muslimin di jamannya Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dan juga para Shahabat RA, sehingga kita sendiri harus memahami pesan Nabi kita sendiri, bahwa amal yang disenangi oleh Allah swt adalah amal yang sedikit dan berkelanjutan.

    Itulah manhaj usaha da’wah ini. Jadi tidak tepat jika ada kaum muslimin yang mengatakan bahwa manhaj usaha da’wah ini tidak mempunyai landasan Al-quran dan As-Sunnah. Sangat jelas dari perjalanan di atas, maka usaha da’wah ini mempunyai landasan yang kuat dari sumber-sumbernya. Untuk itulah, kami mendorong siapapun kaum muslimin untuk dapat terlibat dalam usaha da’wah ini, apakah tua atau muda, apakah pelajar atau professor, apakah kaya atau miskin, apakah ulama atau santri, untuk sama-sama menjalin kembali kebersamaan dalam suasana masjid yang dapat meningkatkan ilmu, ibadah, akhlaq, hormat kepada kaum muslimin.

    Dan kepada teman-teman yang sudah terlibat, tetap untuk sama-sama dalam perjalanan da’wah ini. Banyak perkara yang kami sendiri baru mendapatkan sumbernya setelah lama terlibat, Di sinilah perannya kita harus terus menimba ilmu, tetapi bukan berarti semua di antara kita mencari sumber-sumbernya dalam tumpukan kitab-kitab tebal. Mudah-mudahan tulisan singkat ini memberikan gambar tentang perkara manhaj usaha da’wah.

    Terimakasih atas perhatiannya,
    Mohamad Haitan Rachman

Tinggalkan Balasan