Assalamualaikum wr wb
Beberapa hari pause, ndak sempat buat postingan, keluarga kami disibukkan dengan kedatangan cucu wakdul Somad yang lagi liburan menjelang bulan sya’ban.
Kepulangan para cucu cucu yang rata rata masih bujangan dan tinggal nya saling berjauhan ini membuat rumah menjadi tak pernah sepi, para tetangga berdatangan, para kerabat lainnya yang tinggal di kampung lain yang jauh juga menyempatkan berkunjung.
Dan dusun nan damai ini sejenak riuh dengan tilawat Al-QURAN dan selingan tawa canda ceria, ditengah suasana yang religius ini, fitrah mereka sebagai anak anak yang senang bersenda gurau tetap lebih mendominasi kebersamaan mereka.
Menjelang bulan Sya’ban keluarga kami memang selalu berkumpul, kemudian setelah semua kumpul dibuat semacam kendurian, mengundang tetangga dekat dan seluruh ahli kampung. Dan di awal bulan Sya’ban itu pula kami kemudian kembali ke tempat tugas masing-masing dan kembali berkumpul di bulan Syawal.
Dari 3 orang anak nya wakdul Somad dikaruniai cucu sebagai berikut:
1. Muhammad Irfan paling tuwa sendiri umurnya 27 tahun, menetap di Jakarta, satu satunya yang mengenal teknologi, menjadi Sarjana, lulusan Unipersitas Endonesia, dia juga lulus Al Ahqaff University Yaman pada Fakultas Syariah, status bujangan, hafalan AL-QURAN nya sekitar 10 juzz;
2. Muhammad Iksan umur 25 tahun, menikah, belum memiliki anak, cuma lulusan sekolah perawat EspeKA bekerja di Rumah Sakit Daerah di kampung nya, hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 15 juzz;
4. Muhammad Fahriza juga 25 juga cuma lulusan Esema, sehari hari mengurus mesjid dan mengurus kebun membantu kakeknya, hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 20 juzz;
3. Muhammad Iksyir umur 23 tahun juga cuma lulusan Esema, sehari hari juga mengurus mesjid dan mengrus ternak membantu kakeknya, hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 20 juzz;
4. Muhammad Rizky umur 17 tahun, menuntut ilmu agama dan menetap di Mesir, dia sudah menghatamkan hafalan Al-QURAN pada usia 15 tahun
5. Muhammad Taufiq savalas umur 15 tahun, mendalami ilmu agama dan tinggal di Pakistan, dia juga sudah menghatamkan hafalan Al-QURAN pada usia 15 tahun
6. Maulidin Tauhid umur 12 menetap di Pondok Pesantren di Magelang juga mendalami ilmu agama, hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 20 juzz;
7. Zulqarnain umur 11 tahun menuntut ilmu di Pondok Pesantren Temboro Magetan. hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 12 juzz;
Namun dari sekian banyak cucu yang paling menarik perhatian adalah si kecil Nabila, adik paling kecil yang umurnya 9 tahun ini sudah menghafal hampir 10 Juzz AL-QURAN.
Diusia nya yang masih belia dia sudah disibukkan dengan amal-amal Agama.
Dulu, di awal-awal mondoknya Nabila, sempat mengundang protes dari para kerabat dalam keluarga besar ini. Kenapa? karena Nabila tidak di masukkan pada sekolah umum oleh ayah dan ibunya.
Nabila yang buta huruf, huruf latin, tapi dia mahir membaca dan menulis dengan huruf Arab, akrab dengan huruf huruf AL-QURAN dan ia fasih berdialog dalam Bahasa Arab dengan Ibu dan kakak kakak nya yang lain.
Inilah sekilas biodata cucu cucu wakdul Somad, mereka berkumpul dan berpisah lagi, menjelajahi bumi, dan perlahan lahan belajar melepas kecintaan pada dunia.

Juli 26, 2007 pukul 8:31 am |
selamat berkumpul dengan keluarga wak …
Juli 26, 2007 pukul 8:40 am |
nyahh…ampe tempat saya juga neh peromosinya..
btw, yg nglmr neng siwi yg mana nih wak?
Juli 26, 2007 pukul 8:44 am |
wah seru donng,, rame!!
Juli 26, 2007 pukul 9:26 am |
waaahh…welkom bek wak. ada oleh-oleh ga?
Juli 26, 2007 pukul 10:13 am |
sugoi…
Juli 26, 2007 pukul 11:54 am |
1 2 4 3 4 5 6 7 = 8 orang yah Wak?
Coba kalo 9 – Hasilnya pasti 17!
Semoga cepet dapet mantu! (usul…….cK dikawal aja terus…….!)
Juli 26, 2007 pukul 12:06 pm |
banyak banget cucunya wakk, ntar di kira promosi lagi…
Juli 26, 2007 pukul 12:21 pm |
Wak, sebenarnya umumrmu berapa sih…? Rancu.
Juli 27, 2007 pukul 12:19 am |
Maksud postingan ini apa sich?
Jangan2 ini mengikuti
sarankomentar saya di tempat Teh Joerig…Jika lamaran bisa lewat YM maka mencari pasangan hidup juga bisa melalui blog…buat biro jodoh.
Wah…wak Somad langsung membuat biro jodoh gini
Juli 27, 2007 pukul 12:31 am |
Selamat ya wak, cucunya juga hebat-hebat, Jadi ngiri
Juli 27, 2007 pukul 2:36 am |
rame rame rame :boyongan mantu sisan yoch
Juli 27, 2007 pukul 2:50 am |
kok hanya cucu-cucunya aja wak yang dikenalin… anak2nya wak somad? sepupunya?
Juli 27, 2007 pukul 2:53 am |
Iya nih,, Ma jadi curiga umurnya wak somad berapa,,
*mikir*
Juli 27, 2007 pukul 3:32 am |
Semoga tidak menjadikan riya’ pada diri kita. Kita berlindung kepada Allah azza wa jalla dari syirik kecil ini. Allahummahdini waiyyakum
Juli 27, 2007 pukul 3:34 am |
7 orang cucu pertama, lelaki semua???
(geleng-geleng kepala)
*agak curiga juga*
Juli 27, 2007 pukul 3:58 am |
gyakakakakk…baru nyadar. laki semua! btw hati-hati wak, disini banyak homok™ lho kekekekekkk…
Juli 27, 2007 pukul 6:14 am |
Wa, dirimu pernikahan dini ya?
Juli 29, 2007 pukul 7:23 am |
ndaftar jadi cucu susulan boleh ngga?
syaratnya apa?
hehehe
Juli 29, 2007 pukul 4:26 pm |
masih muda dah punya cucu????
kapan nikahnya woi????
Agustus 2, 2007 pukul 6:56 am |
wak! umur uwak berapa toh?? gilee cucu udah 27 taun???
Agustus 5, 2007 pukul 5:02 am |
786
Hei Frens,
Don’t trub your emotion snag in this Blog, Ok.
Nothing harm with Tablig, Taliban, Salafiy, Ikhwan, Berelwi, Deobandi, Wahabi. Our enemies is Syaithaan. We are Umat Nabi, so really brother in Islam Okay. With any luck keep saying in “Duaaas” each other.
From a man who just embraced Islam
Othman