Assalamualaikum wr wb
Tak sampai hitungan tahun postingan ini saya buat, dan belum lagi mayat yang menghebohkan itu dikubur, mayat-mayat lain sejenis itu mulai bergelimpangan satu demi satu.
Saya masih ingat comment nya …
Saya, pramur, bukan bermaksud meniru-niru. Seperti yang dikatakan bung joesatch. Kalau Anda baca tulisan saya, gayanya memang sama dengan wadehel. Tak bolehkah dua orang memiliki gaya tulis serupa. Btw, wadehel juga bilang, “Jangan2 kita ini orang yang sama?”
Memang tidak mudah untuk bertahan. Blog keroyokan yang dulu sempat dijagokan untuk menggantikan sang maestro yang wafat mati dan sampai saat ini bahkan belum dikubur, kini nafas nya pun juga tinggal satu satu. Postingan-postingan yang di buat juga sudah asal jadi , lounching postingan hanya sekedar menggugurkan kewajiban mosting, dari pada ndak ada tulisan. Yang berpartisipasi aktif pun juga tinggal orang-orang tertentu saja, kemana yang lain?
Menulis blog memang lebih mirip orang berenang, tak boleh berhenti, kalo berhenti resikonya? ya tenggelam, kelelep.
Menulis blog juga tak hampir beda seperti menjalani hidup, track record terus membuntuti, baik buruk postingan sebelumnya akan berpengaruh pada postingan dan posisi blogger pada tahap berikutnya.
Baik buruk postingan akan berpengaruh pada kehidupan blogger di masa masa berikut nya.
Manusia pun begitu baik buruk trek rekod hidup nya, baik buruk amalnya akan berpengaruh pada tempat nya kembali apakah tempat kembali yang baik atau tempat kembali yang buruk.

Oktober 7, 2007 pukul 6:23 am |
sebuah renungan yang bagus
Oktober 7, 2007 pukul 2:57 pm |
kembali lagi blog itu tujuan buat pribadi masing2…