Tanda Tanda Kehancuran Islam (part 2)

Assalamualaikum
Kebodohan Kebodohan Dalam Film Ayat Ayat Cinta

1. Orang non muslim dibiarkan memegang mushaf Al-Quran.

Mushaf Al-Quran adalah benda yang suci dan sangat dimuliakan oleh Agama Islam, untuk memegangnya seseorang diharuskan berwudhu dengan sempurna dan membacanya pun harus dengan adab adab, tidak bisa sembarangan.

Sayyidina Umar bin Khattab r.a, sebelum memeluk Islam ketika ingin memegang Musshaf Al-Quran begitu dihalang halangi oleh adiknya, Fatimah binti Khattab r.ha, sampai sampai Fatimah binti Khattab r.ha berdarah dipukul oleh Umar demi membela Mushaf AL-Quran agar tidak tersentuh Umar yang saat itu masih dalam keadaan musyrik.

Sayyidina Umar bin Khattab r.a, bahkan diminta adik nya untuk mandi dan berwudhu terlebih dahulu sebelum membaca Surat Thaha yang menjadi asbab hidayah bagi Umar r.a. tersebut.

Tapi kini, untuk kepentingan sebuah bisnis yang mengatas namakan Agama, Al-Quran telah dibiarkan dijamah oleh orang yg non muslim tanpa persyaratan apapun.

2. Hafidz Al-Quran bertampang Play Boy

Adalah sebuah pelecehan besar besar-an terhadap Agama Islam, menghadirkan tokoh seorang hafidz AL-QURAN berpenampilan seperti Yahudi dan Nasrani.

Pelecehan terbesar berikut nya adalah seorang Hafidz AL-QURAN dikisahkan berkhalwat dengan wanita bukan muhrim.

3. Pemurtadan Terbuka

Seorang Pemeluk Nasrani dipaksa membaca AL-Quran, dipaksa menjadi munafiq, dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diyakininya, sesuatu yang sesungguhnya bertentangan dengan hati nuraninya.

Ini adalah ketololan dan luar biasa di abad ini.

Astaghfirullaaahh…..

tapi untunglah film ini tak bisa ditonton

13 Tanggapan ke “Tanda Tanda Kehancuran Islam (part 2)”

  1. Ram-Ram Muhammad Berkata:

    Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
    Wak, kok saya malah jadi penasaran membaca novelnya, kayak apa sih jalan ceritanya? :shock:

    Menyitir hadist Nabi Sallalaahu ‘alaihi wasallam. Di antara sebagian tanda-tanda kiamat adalah dicabutnya ilmu dengan mewafatkan para ulama, suburnya kebodohan akibat tidak adanya ulama sholeh, perzinahan yang merebak di mana-mana dan dianggap sebagai hal yang biasa…. Semoga Allah SWT melindungi kita dari fitnah yang keji

  2. abdulsomad Berkata:

    assalamualaikum
    menduing jangan baca mas
    saya juga terpaksa baca
    karena cucu cucu kebetulan beli, jadi saya sensor dulu bacaannya…

  3. a.koesmiadi Berkata:

    terlihat spele dari segi produksi film tapi hal besar bila melihat ketentuan yg seharusnya…. org2 dibalik layar mgkn berfikir akan buang2 durasi, lg pula mkn film tsbt bukan film murni agama tetapi lbh ke cinta (tema sekarg yg lg laris manis).
    ayo sadar media…..!
    orang islam bersatu bikin film islam yg bagus, pesan moralnya positif…….
    saya org pertama yg mau bila ada tawaran bikin film islam, sama saja seperti dakwah tp tidak langsung film lbh menghanyutkan di ceritanya baru muatannya diisi dakwah2 dikmas menarik…….
    film islam skrg hanya bertema mistik malah identik dengan mistik kesanya, maklum yg punya gawe bkn org islam siiii…..
    kapan islam dakwah lewat film ya?

  4. Gyl Berkata:

    Masalah dakwah lewat film Islam. Udah ada. Di luar udah ada lo. Saya lupa judulnya :(

    Tapi itu untuk meng counter Film Passion of the christ yang katanya bagus.

    Tapi film itu penyebarannya di hambat media. Ya karena menggambarkan bagaimana Islam menceritakan Yesus sesungguhnya.

    Dulu saya pernah baca yang serupa : “Gimana kalo buat film yang menandingi itu” ( passion of the christ maksudnya ). Tapi… hanya tinggal kata-kata.

  5. eprak Berkata:

    Sayangnya, kabar terbaru Film ‘Ayat-Ayat Cinta’ bakal tayang pas Valentine day nanti. 14 Februari 2008. Mudah-mudahan sudah disensor di sana-sini hingga layak tayang.

  6. finkz Berkata:

    loh.. memangnya Al-Qur’an itu untuk siapa? hanya untuk orang-orang Islam saja kah?
    Nabi Muhammad Saw diutus kan untuk seluruh manusia, otomatis yang dibawanya juga untuk seluruh manusia.. bukan hanya orang Islam yg tau adab membaca Qur’an tsb..

    menurut gw sih, gapapalah kalo orang non-Islam baca Al-Qur’an gak melaksanakan adabnya (like wudhu, dll). coz mereka kan gak tau adabnya..

    ^^

  7. yoe Berkata:

    aduh…
    ko sampai sejauh itu sih pak, novel ini sungguh menggugah jiwa, banyak pelajaran yang kita dapat.
    yang saya bingung sekarang ini banyak orang yang dengan gampangnya memvonis saudaranya sendiri kafir karena tidak seragam dengannya. bukannya Islam itu indah, dan perbedaan adalah Rahnat.

  8. vieatoz Berkata:

    Orang yang nulis artikel ini juga LEBIH BODOH kata sayah mah.
    Tiga point yang dibahasnya menunjukkan hal tersebut.
    Saya sepakat dengan finkz.

    Penulis blog ini mungkin gak tau banyak orang-orang non-muslim telah mendapat hidayah setelah membaca dan mengetahui isi Al Qur’an bahkan meski hanya satu ayat. Salah satunya adalah Ustadzah Irene Handono yang terpesona oleh surat Al-Ikhlas.

    Sudahlah jadi ngelantur gueh…

    Wallahuallam…

  9. bego Berkata:

    @finkz
    Agama koq menurut kamu? emang kamu Nabi? Agama ya Menurut yg punya Agama
    yaitu ALLAh dan menurut yg membawa Agama yaitu Nabi Muhammad
    Agama koq menurut mau masing masing sih
    terusin wak
    saya dukung

  10. Lempar Pasir Berkata:

    Kepada vieatoz yang memberi hidayah Allah bukan Al-Qur’an surat Al-Iklas . Sekarang ada sebagian orang Islam yang membaca Al-Qur’an dan menafsirkan sesuai dengan hawa nafsunya untuk kepentingan perutnya.

  11. Dosa Jariah « wak AbduLSomad Berkata:

    [...] terkait : 1. Tanda Tanda Kehancuran Islam (part 1) 2. Tanda Tanda Kehancuran Islam (part 2) 3. Pro Kontra Ayat Ayat Cinta 4. Upaya Hanung Bramantyo Membumikan Cerita Ayat-ayat Cinta 5. [...]

  12. a. koesmiadi Berkata:

    MSH NYAMBUNG TTG AYAT2 CINTA….
    ku punya informasi baru ttg film itu langsung dr sutradaranya wkt bedah film di PPA Muhammadiyah yk. bgini, knp film itu dibikin? karena dia islam, karena mayoritas org indonsia adlh muslim, ingin merubah tema film layar lbar sukur2 laris dan film slanjutnya berbau islam terus tidak horror atau tema cinta yg ktny kurng mndidik. langkah yg ia ambil sangat bagus perlahan (klo bnyk yg dukung) menyusupkn islam kedalam media film. bayangkan aja bila langsung bikin film ttg islam murni, siapa yg mo nonton? ulama mungkin saja, tapikan tujuannya juga mendidik org bnyk bkn?. nah maka dari bikin film itu pasti mikirin target audien. biar digemari org bnyk maka dgn cerdik hanung mengangkat tema cinta, sesuai yg digemari org PALING BNYK dgn bermuatan islam. kalo film itu laris keras maka ada kmungkinan film2 slanjutny akan sprt itu dan tdk mnutup kmungkinan lbh ke islamnya…. hanung sangat brani ngangkat film trsbt dan didukung produsernya yg non muslim. nah bgitulah jadi hanung itu sudah ngerti ttg media sbg islam ia ingin mrubah tema film biar tdk horror ma abg mlulu!
    ngk ada yg salah cuma ada yg ngak tau… smoga jelas, klo kurang jelas panggil aja sutradaranya untuk bedah film itu…..

  13. why did chicken cross the road? Berkata:

    film aac sgt islami sekali, membuat film bernafaskan islam boleh saja asal tidak mencampuri urusan agama lain apalagi berharap non muslim membaca alquran atau menjadi muslim. ingat kata2 yg mulia baginda nabi besar muhammad “Untukmu agamamu dan untukku agamaku” so, jgn melanggar kata2 nabi kalau tidak mau masuk neraka. lagi pula non muslim juga pasti tidak akan tertarik sama sekali.

Tinggalkan Balasan