Assalamualaikum wr wb
Postingan senada ini sebetul sudah saya muat disini, tetapi untuk mempertegas postingan sebelum ini, maka saya posting ulang lagi dengan beberapa updating disana sini, untuk kenyamanan memahaminya. penjelasan ini bukan untuk memaksakan pendapat pribadi saya. tapi bagaimana sama sama memahami. dan saya akan terus berusaha menjelaskan, sampai kapan? mungkin akan berlanjut sampai saya mati, sampai anak cucu saya, sampai hari kiamat, sampai semua sama sama memahami.
Postingan ini juga saya buat atas rasa prihatin atas kecenderungan Ummat akhir zaman yang terjebak dalam penggunaan akal (logika) yang tidak pada tempatnya.
Juga sebagai niat baik untuk menjawab kerisauan hati saudara saya, adik saya, yg jauh di Banjar Baru sana, juga yang di Cianjur sana, semoga bermanfaat.
—————————-
………………. Ummat manusia saat ini sering terjebak perasaan pintar pemberian ALLAH yang ada pada dirinya , merasa punya logika paling hebat, terjebak perasaan bahwa segala sesuatu ini terjadi karena dia pintar, karena dia yang punya logika, tidak ada campur tangan ALLAH padahal sesungguhnya keadaan Ummat saat ini jauh lebih bodoh, lebih jahiliyah, melebihi dari pada bodoh dan jahilnya Kaum Quraisy di zaman ketika Rasulullah Saw pertama kali mendakwahkan Islam. Dan manusia saat ini bahkan hampir berada pada derajat terendah mendekati hewan.
Diumpamakan orang orang kafir adalah seperti Handphone canggih tanpa kartu Chips, bentuk nya bagus, teknologinya mutakhir, tapi tak ada koneksi ke jaringan telepon. Handphone nya memang mahal tapi fungsi nya tak lebih dari sebuah calculator atau mainan biasa.
Ummat Islam sekarang ini seperti ini Handphone Butut yang memiliki kartu Chips, tapi tak punya pulsa, ada koneksi kejaringan, tapi tak bisa buat komunikasi apa apa, bahkan untuk mengirim 1(satu) SMS sekalipun.
Ummat Islam saat ini seperti orang tak punya pulsa tapi bergaya sedang menelepon, gaya nya seperti sedang menelepon sesuatu yang sangat penting, padahal cuma pura pura menelepon atau mendengar instruksi pengisian pulsa dari operator yang memang gratis ga perlu pulsa..
Ummat Islam saat ini seperti seorang anak muda yang sangat piawai dalam menulis SMS, pintar merangkai kata-kata manis dan indah untuk sang pacar, tetapi sayang SMS nya nyangkut di dalam out box, karena dikirim lewat handpone yang tak punya pulsa. Begitulah nasib Ummat Islam sekarang, kata kata dalam Doa dan Dzikir nya bagus bagus tetapi hakekat Doa dan Dzikir itu tidak naik kelangit. begitulah nasib Ummat Islam sekarang
Logika nya cerdas, tetapi IMAN nya lemah.
————————-
Begitulah bunyi Tausiah Kultum, yang dibawakan seorang ustadz beberapa saat sebelum Sholat Tarawih di Musholla Baitunnur, pada hari terakhir menjelang Romadhon berakhir.
Ustadz yang cerdas bisik hati saya…
Orang kafir secara dzahir memang sepertinya sukses, harta nya banyak, pendidikannya tinggi, menguasai teknologi, tapi di dalam hatinya nya tidak ada IMAN tidak ada Kalimat Mulia LAA ILAAHA ILLALLAAH.
Orang orang ini tak ada komunikasi dengan DZAT ALLAH…… ALLAH Subhaanahu Wata’ala (SWT), TUHAN MUHAMMAD Saw, TUHAN kita, TUHAN saya, TUHAN bapak-bapak, TUHAN Musa a.s.
Maka orang-orang ini sebetulnya tidak punya fungsi sama sekali di dunia ini. Tidak punya kekuatan apa apa, lemah, kosong…
Ummat Islam saat ini (beliau/penceramah menghususkan Ummat Islam Indonesia) walau pun Butut tapi masih punya koneksi ke jaringan telepon, karena di dalam hati mereka ada Kalimat Mulia, Kalimat Syahadat, yaitu kalimat LAA ILAAHA ILLALAAH, walaupun kalimat ini di dapat nya dari warisan orang tua (karena dilahirkan oleh orang tua Islam/Muslim).
Tapi jangan gembira dulu, Ummat Islam saat ini sudah Handphone nya butut tak punya pulsa pula. Diakui oleh ALLAH SWT sebagai hamba-NYA tetapi tak dapat berkomunikasi dengan ALLAH SWT. Tak ada kekuatan untuk membangun komunikasi dengan ALLAH SWT.
Seperti halnya Handphone tanpa pulsa, bisa nya cuma menerima panggilan saja, cuma bisa pasrah, itu pun kalo ada yang ingat nelepon, kalau tidak? kadang 2 sampai 3 hari tak ada dering panggilan masuk. Dicuekin….
Begitu juga keadaan Ummat Islam saat ini, tak ada kekuatan untuk membuat komunikasi, membuat koneksi kepada ALLAH, maka kepedulian ALLAH terhadap Ummat Islam sekarang pun sekedarnya saja. Bahkan cenderung seperti dibiarkan saja oleh ALLAH SWT, dicuekin..????
Dzkir dan Doa nya penuh kalimat yang bagus-bagus, panjang-panjang, dan keras-keras, tapi nasibnya sama seperti SMS tanpa pulsa tadi, Dzikir dan Doa ini tidak naik kelangit, tidak sampai kepada ALLAH, maka tidak dapat mengundang pertolongan ALLAH, karena tak ada pulsa.
IMAN adalah Pulsa bagi UMMAT ISLAM, semakin besar Pulsa yang terakumulasi dalam sebuah Handphone maka semakin banyak komunikasi yang dapat dibuat, begitu juga IMAN dalam Hati UMMAT ISLAM.
Semakin besar IMAN terakumulasi di dalam Hati maka semakin mudah dan kuat untuk membuat komunikasi dengan Dzat ALLAH.
Sebagaimana Handpone bila dia memiliki pulsa, tidak perlu dengan rangkaian SMS yang indah indah, satu kosa kata saja, karena ada pulsa, maka SMS itu terkirim. Begitu juga manusia bila dalam hatinya ada IMAN maka Doa dan Dzikir itu akan sampai kepada Dzat ALLAH, dan akan terjawab, Doa dan Dzikir itu segera dikabulkan.
Maka perkara yang sangat penting, urgent, mendesak bagi Ummat Islam saat ini adalah bagaimana mengusahakan IMAN? belajar IMAN?
Namun celakanya ummat Islam saat ini terjebak (terpenjara) dalam pembangunan logika saja, mempercanggih Handpone nya tetapi melupakan kartu chips nya. melupakan pembangunan koneksi jaringan. Melupakan pembangunan IMAN yang akan membuat koneksi dengan Tuhan nya, ALLAH Subhanahu wataala…
Karena kekuatan Ummat Islam ada pada IMAN nya, walau dia cuma tamat SD kalau IMAN nya betul dan sempurna maka dia akan kuat, karena ada pertolongan ALLAH dalam setiap gerak langkahnya.
Sebaliknya walau dia seorang profesor, tetapi dalam hatinya tidak ada IMAN maka dia akan lemah, karena dia bekerja hanya mengandalkan otaknya saja, logika nya saja, mak agerak langkahnya tidak mendapatkan pertolongan ALLAH.
Kelihatannya aja dia kuat, namun dia seperti fatamorgana, karena sesungguhnya dia lemah, kekuatannya SEMU.
Maka jadilah Ummat Islam saat ini seperti orang gila? bagaimana tidak, orang yang pura pura menelepon dengan telepon tanpa pulsa? atau sengaja memaksa nelepon walau pulsa nya kosong, apa bukan orang bodoh? jahiliyah? orang gila?
Ummat ini juga melupakan 1 hal yang paling menentukan dalam kehidupan nya, dan paling bernilai melebihi Logika nya, perkara itu bernama …. PETUNJUK
Tembusan
untuk SyahbaL, Landy, ariss_, bang Aip, dobelden, deking, fertob, cabe rawit, Retorika, achoey, Zal, DJ Norie, amed, deteksi, aba Horyza, abee Ayang, kang tutuR, 4j4x, manusia super, Ibnu Abdul Muis, Rozy, herianto, heri setiawan, Ged doe CopraL, mad Syair, Hery Syafrial, Haitan Rakhman, agorsiloku, santri buntet, Mujahid alam maya, telmark
Ditulis oleh abdulsomad
Ditulis oleh abdulsomad
Ditulis oleh abdulsomad 