Assalamualaikum
Kasihan…
Katanya sih bikin film untuk dakwah? ada ada aja, tapi gak tau yang di dakwahkan ini agama yg dibawa nabi yg mana? nabi apa? nabi siapa?
Menurut sutradaranya sih dia bikin film ingin/untuk memajukan Islam? namun sesungguhnya film ini bukan untuk memajukan Islam, tapi ingin menghancurkan Islam dan film ini sesungguhnya akan menuai bencana.
Dosa jariah atas brodcast kemaksiatan pada film ini akan terus berlanjut selama film ini tidak di hapus atau dimusnahkan, dan akan dinikmati ditanggung oleh banyak pihak sampai hari kiamat … mulai dari kang abik, sebagai penulis, hanung bramantyo sebagai sutradara, penerbit, pencetak buku, production house, juga semua crew yg terlibat mulai dari penulisan buku sampai dalam pembuatan film .. Astaghfirullaah…
Sungguh kasihan …..
Tulisan terkait :
1. Tanda Tanda Kehancuran Islam (part 1)
2. Tanda Tanda Kehancuran Islam (part 2)
3. Pro Kontra Ayat Ayat Cinta
4. Upaya Hanung Bramantyo Membumikan Cerita Ayat-ayat Cinta
5. Ayat-ayat cinta (komen-ikut-ikutan)
6. Film Ayat-Ayat Cinta : Dipuja dan Dibajak!
7. Film Ayat-Ayat Cinta = Buruk!
8. AYAT AYAT CINTA (AAC) THE MOVIE MENGECEWAKAN
9. Ayat-ayat Cinta: Sabar dan Ikhlas, Itu Islam!
10. [copypaste]Film Ayat-Ayat Cinta Lebih Berbahaya dari Film Maksiat?
*)Diupdate 1 kali

Maret 1, 2008 pukul 8:12 am |
lha menurut sampeyan dakwah yang bener di dunia braodcast itu gimana?
Maret 1, 2008 pukul 2:20 pm |
emang ga boleh ya wak orang islam main pilem?
Maret 2, 2008 pukul 12:14 am |
Wah, Awak ini hebat. Seperti paling persis dengan gaya hidup nambi. Paling enang mencerca karya dan perbuatan orang lain. Saya akan sangat kagum jika Awak juga punya karya besar.
Apa yang Awak bisa bikin untuk Islam. Sekadar mencerca?
Dus, apa Nabi Muhammad dulu juga bikin blog dan searching di internet? Apa yang Awak lakukan mencerca lewat blog ini juga diperintahkan oleh Al Quran?
Aku juga islam, Wak. dan sangat takzim dengan agamaku ini.
Al Quran adalah petunjukku dan nabi Muhammad adalah tauladanku. Tapi, aku ga mau mencerca karya orang lain. Nabi Muhammad saja tak pernah mencela orang lain, kepada kaum kafir sekali pun.
Semoga ada hikmahnya!
Tabik!
Maret 2, 2008 pukul 8:42 am |
Tepat. kali ini, saya kurang setuju. Apabila sekadar memprotes saya kira kita akan digelari TUkang Protes. malu – maluin.
Saya tidak ingin apabila karena aturan – aturan Islam yang belum jelas validitasnya malah membuat karya islami menjadi terbelenggu di mata dunia. Aku juga Islam, tetapi demi memajukan Islam, sesuatu pun harus dikorbankan. Dalam hal ini saya kira aturan – aturan macam itulah yang nantinya harus dihilangkan. Daripada menjadi umat islam yang baru melihat produk saja sudah keluar dalil memprotes keharamannya..? bah.
Tambah lagi,
Apabila memang dilarang, sebaikn ya novel AAC dibakar,
Situs MyQuran dibakar,
Dakwah Salafy via internet dihapuskan,
Jangan ada dakwah via blog LAGI.
Wak juga tidak boleh memanfaatkan internet.
Karena apapun yang sedang kita lakukan di sini adalah sebuah karya. Dan kemungkinan berbuat maksiat dari karya tersebut tidak selamanya 0%. Ingat itu.
Maret 2, 2008 pukul 10:40 am |
bagaimana dengan Weblog? memungkinkankah untuk menuai dosa-jariah?
Maret 2, 2008 pukul 2:04 pm |
Wah…kalo gitu jangan bikin blog lagi mas…
soalnya dulu pas jaman Nabi Muhammad SAW belom ada internet+blog…
apa Nabi pernah menganjurkan bikin blog atau dakwah lewat blog??
perlu diingat ya mas…internet penemunya siapa? apalagi ini wordpress, juragannya siapa? bisa dipastikan mereka adalah orang Yahudi/Nasrani…trus kenapa mas masih pake ini??
yang kasihan itu anda…
Maret 2, 2008 pukul 11:16 pm |
He..he..he.. gimana neh cucunya ada yang mau dikasih ke aku gak he..he..he..
Maret 3, 2008 pukul 3:27 am |
main pilem kan akting
akting = pura2
pura2 = boong
boong ……
Maret 3, 2008 pukul 3:59 am |
Pak De Somad,
Saya yakin kalo hidayah itu datangnya dari Allah SWT, tapi saya juga yakin kalo datangnya hidayah itu lewat bermacam cara.
Pertanyaan saya:
Apakah ketika salah satu wali (dari wali songo) menggunakan wayang sebagai salah satu media dakwah itu salah? Kan wayang pakai ada sindennya, eh bikin wayang mestinya juga harom ya?
Tapi sepertinya jaman dulu cukup efektif untuk mengenalkan Islam….
Cmiiw
Maret 3, 2008 pukul 6:45 am |
Wak abdul somad galak euy…
Komentator lain gak ada yang benar.
Yang paling benar adalah si Wak ini..
Maret 3, 2008 pukul 10:08 am |
Wah… jadi yang dipermasalahkan filmnya atau masalah penayangannya nih? Saya nonton di rumah, bareng suami, ngga pake ninggalin sholat. Trus??? Salah??? Klo menurut saya film ini bagus banget untuk ukuran Indonesia yang belakangan ini hanya bisa menjual hantu dan pornografi (film sebangsa ‘Kawin Kontrak’ dsb).
InsyaAlloh dengan menonton filmnya masyarakat awam (yg Islam namun jauh dari nilai Islam, msh buanyaaaak bgt lho di Indonesia, apalagi Jakarta) jadi punya keinginan utk tahu Islam lbh dalam. Jadi tau bhw sbnrnya dalam Islam, klo mau ‘enak2′ ya harus nikah dulu. Minimal jd punya keinginan utk baca bukunya.
Alhamdulillah ada orang2 yg bisa bikin film berkualitas drpd orang yg cm bisa ngomong doang tp ngga ada kontribusinya utk ngajak org awam, hanya bisa ngoceh scr eksklusif/cm utk org yg sudah ‘mengerti’ Islam. Klo emg mengerti Islam (mengerti tanpa tanda kutip) mestinya lbh bisa memahami kondisi muslim Indonesia saat ini.
Maret 4, 2008 pukul 2:21 pm |
wak, ente ngomong atas nama Allah dan Rasulullah…
biz ketemuan di mana??? ngobrol apa aja…??? biz gaya ngomong ente kaya wakil Allah aja…
atau wakil Rosul….ente jangan2 ada gejala schizo… suka ngayal n nglantur…
kalo ente biz ketemuan lagi salam ane ye…mau tau aja, “dia” ada nitip pesan buat ane ga…??
tapi kali ini ga pake ngayalya…pliz wa… soalnya dah lama nih ane coba ngobrol ma “tuhan” tapi g perna nyambung, sinyalnya lemah kali ya….??? ente pake provider mana sih….???pliz jangan ngayal ya….
Salam
Maret 5, 2008 pukul 1:52 pm |
aurat wanita? kayanya enggak deh? toh difilm itu wanita di tutup aruatnya gak ada tuh maksiat2nya !!! rata di film itu wanitanya berjilbab dan ada juga yg pakai chadar ……apa ada di film itu yg pakai hot pant, baju you can see, gak ada tuh!! gak ada tanda2 kemaksiatan…. jadi jgn bisa cuman memberi tahu doang !!! periksa dulu diri anda sudah benar belom? baru ngoceh
wassalam
Maret 6, 2008 pukul 4:42 pm |
MaaF pak!!!!
tetapi adegan itu tidak ada tanda pornografi ,dan apakah anda pernah melihat film2 cinta yang lain ?? di situ adegan berciuman sangat dilhatkan dan di film itu tidak terlalu jelas dan tidak diperlihatkan? malah hanya dari belakang, anda hanya bisa bisa mengkritik dari belakang saja!! apakah anda berani berbicara langsung kpd sang penulis dan din syamsyudin? anda bilang film ini bukan untuk memajukan islam tapi menghancurkan. coba lihat diri anda? anda berdakwah lewat internet memangnya ada ajaran nabi? nabi apa? nabi siapa? dan karya klo tidak ada ilmu tidak ada karya!!!! saya tau anda hanya syirik =syirik tanda tak mampu!!! anda merasa benar….!!! untuk apa anda berkomentar, setiap orang punya hak, untuk apa anda mengkritik karya orang? lebih baik anda pikir diri sendiri!! jgn pikirin orang lain!!! emang kritikan anda akan dibawa surga?
dan satu lagi anda ini sebenarnya siapa? kalau berani jgn main belakang tunjukin syp anda….. jgn hanya bisa mengkritik dari belakang
Wassalam
Maret 7, 2008 pukul 11:50 am |
ANDA SEMUANYA BISANYA HANYA MENCIBIR… HARGAILAH DAN HORMATILAH (…adalah surga tempatnya bagi orangg2x yang berjalan di jalan – KU…) USAHA – USAHA ORANG MUSLIM YANG HENDAK MEMBUAT ORANG BARAT terbuka HATINYA!!! APA ITU SEBENARNYA ISLAM…
SEMOGA KALIAN DAPAT JUGA DIBUKAKAN HATI DAN PIKIRANNYA SEHINGGA LEBIH DAPAT MEMBUAT SESUATU YANG BERMANFAAT BAGI AGAMA YANG KAMU ANUT SELAMA INI
BTW ANDA YANG MENULIS DI BLOG INI muslim KTP or muslim SEJATI, cuma sekecil itu dasar dan pondasi anda????
HATI ANDA LEBIH PICIK DAN BERKARAT DARIPADA KAFIR SEJATI!!!!
Maret 7, 2008 pukul 6:09 pm |
Assalamualaikum
anda belum menjawap pertanyaan saya!!!!
kenapa?
anda tidak berani menjawab?
atau anda sadar?
Maret 8, 2008 pukul 1:54 am |
@Ridwan
Saudara Ridwan yang Dimuliakan ALLAH
Saya tidak bilang ini film pornografi, tapi bilang ini film menebar dosa dan maksiat.
Belajarlah tentang bagaimana pergaulan wanita dan laik laki dalam Islam.
Islam begitu mengagungkan wanita.
Memandangnya saja, bagi kita laki laki yang bukan Muhrim, hukum nya haram.
Apalagi sampai berlama lama berbicara, makin besar dosanya.
Sementara di dalam film, wanita di pegang pegang, di cium cium oleh laki laki yang bukan muhrim.
Saya tidak akan pernah takut membela yang Hak.
Sepertinya anda mesti belajar banyak tentang aurat wanita dalam Islam.
Maret 8, 2008 pukul 5:41 am |
Menebar dosa? Sepertinya anda salah!!! itu menurut anda saja ,menurut semua orang itu memajukan islam, tidak ada tanda maksiat, dari milyaran orang hanya anda berbicara begitu!!!! berlama2 berbicara dgn wanita itu haram? coba anda mikir, kalau kita kerja kelompok dan wanita ada dlm kelompok ,bagaimana kita berdiskusi?
maksud saya anda belum menjawap pertanyaan saya : anda berdakwah lewat internet memangnya ada ajaran nabi?nabi apa? nabi siapa?
Maret 10, 2008 pukul 9:35 am |
Menggunakan nama sendiri, kali ini. Kemarin karena ada promosi jadilah menggunakan nama yang advertorial.
Sekarang siapa yang lebih keras kepala, tebak ?
Saat kita tidak mau menerima pendapat orang, berarti kita sedang merasa pintar. Ah, bukan, sebut sajalah benar – benar sedang berada di jalan-Nya. Sekarang saya tanya, benarkah begitu ? Kita tidak perlu memaksa pendapat dan mencaci yang dikritik karena sebenarnya anda, dan kita, dan saya disini, bukanlah yang paling benar. Kalau memang hanya Tuhan yang Maha Tahu, biarkanlah orang – orang bekerja memberi hikmah diatas jalannya sendiri.
Mereka juga tahu Tuhan hanya Satu. Esa. Maha Besar. Tapi mereka tahu juga, bahwa Tuhan itu Maha Mengetahui, Maha Melihat. Tuhan itu tahu mana yang benar, termasuk ketika pembuat novel AAC berusaha mengabadikannya dalam bentuk novel. Tuhan akan tahu siapa saja yang benar. Bukan Ulama yang bisa memfatwa film ini pornografi dan berbuah maksiat. Salah itu, salah.
Jalan menuju Rahmat Tuhan tidak hanya sejalan. Mereka tahu bahwa masih banyak jalan menuju Roma.
Musik juga, meski tanda – tanda kiamat, namun beberapa grup musik mampu mengubah animo masyarakat dan berpaling menuju kebenaran. Mau dikemanakan Gigi dengan Lagu Islaminya ? Mau dikemanakan Opick ? Anti-Flag dan Green Day ?
Terima kasih.
Maret 10, 2008 pukul 9:52 am |
Tambah,
Kalau bisa, janganlah Wak berbicara dan memproklamirkan keharaman film semata. Bisalah Wak memberikan contoh yang bagus apa penggantinya, bahkan yang setara. Jangan bisa melarang saja. Tiliklah Aki ini.
Umurnya mungkin setara dengan Wak, tetapi dia mau menunjukkan bahwa dalam kehidupannya tidak hanya bisanya ngomong saja, dia juga beraksi. Kemarin dia mau ikut serta untuk membersihkan Taman Hutan Raya dari sampah. Bersama saya, bersama yang lainnya. Bahkan saya rasa dia yang paling kerja rodi.
Pandangan dia, bahwa dia peduli dan prihatin dengan lingkungan, bahwa dia tahu kalau dunia masih bisa diselamatkan. Kalau Wak yang sekarang, rasanya malah ingin emnunggu dunia cepat kiamat.
Maret 11, 2008 pukul 3:36 am |
Assalamualaikum
Semula saya kira bung Ridwan ini komentator iseng, tetapi setelah beberapa kali komennya saya jawab, dia masih terus saja muncul dan muncul lagi seperti mitraliyur di jaman “bandung lautan api” memberondong saya dgn pertanyaan keras.
Saya memang sempat curiga bahwa ini bukan komentator iseng, tetapi seseorang yg minimal punya kapasitas, berisi … he he sedikit memuji boleh kan?
dan dia pasti mengenal saya banyak lewat postingan.
Sorry DB
saya memang keras, apalagi terhadap sesuatu yg bathil dan akan merusak Agama Islam, agama yg sangat saya cintai ini.
Kalau kita hanya diam, kebodohan kebodohan seperti ini (pembuatan film untuk dakwah?) akan terus mengejar kita, dan kita akan merasa seolah olah ini lah Islam. inilah Islam yg maju… padahal ini suatu kebodohan besar.
terimakasih.
Maret 11, 2008 pukul 5:00 am |
assalamualaikum
terimakasih atas pujiannya
maaf bukan menyinggung? tetapi anda bilang kalau kita hanya diam kebodohan2 seperti ini akan terus mengejar kita,
kalau anda tidak diam mengapa anda memperingatkannya lewat internet(blog anda)?
kenapa tidak secara langsung? contohnya lewat tv
Maret 11, 2008 pukul 5:17 am |
Waalaikum salam
Mau tau jawaban saya?
memanfaatkan televisi sama saja dengan makan sambil buang air besar
Maret 12, 2008 pukul 12:18 pm |
Lah? saya jadi bingung? berarti memanfaatkan internet juga makan sambil buang air besar juga dong? anda kan memanfaatkan internet untuk memperingatkan..
Maret 12, 2008 pukul 1:49 pm |
Assalamualaikum
Tetapi bung Ridwan
disini saya tidak mengeksploitasi aurat wanita seperti di televisi
Maret 19, 2008 pukul 5:08 am |
Ketika negeri ini dipenuhi film-film sekuler yang mayoritas jauh dari nilai-nilai spiritual, “kita” begitu prihatinnya, dan mengeluh, “kapaaan ya negeri ini bakal ada film yang lebih baik dan mendidik?”
Nha, ketika hadir satu film yang (setidaknya) memiliki ruh Islam dan memiliki corak-corak lahiriah Islam (seperti bahasa arab, perilaku keseharian, dll), ternyata “kita” malah lebih sibuk mencerca, memaki, menghujat, mengkritik tanpa fondasi argumen yang lebih empatik dan intelek.
.
Kita lihat saja sisi baiknya, bung. Ketika seluruh lapisan umat sudah bosan disuguhi film-film yang tidak bernuansa “islam”, maka sambutlah dengan sukacita film yang menyuguhkan dahaga stagnasi. Yah, sebagai sampel, siapa tahu anak-anak muda yang kebanyakan keblinger di zaman sekarang setelah nonton film Ayat Ayat Cinta menjadi takjub dengan karakter Fahri yang tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrim lalu mulai mengikuti dengan perlahan. Atau mungkin, diantara kita menjadi tertarik untuk mengkaji Al-Qur’an pasca menonton film AAC, dan lain-lain dampak.
.
Bukankah Allah tidak menciptakan semua yang ada di bumi ini dengan sia-sia?
Maret 21, 2008 pukul 9:31 pm |
wak AbduLSomad berkata:
“ALLAH dan Rosul NYA tidak perintahkan Ummat Islam Buat FILM”
.
Jawaban saya, simpel saja;
ALLAH dan Rosul NYA, tidak perintahkan ANDA Buat BLOG
.
Salam,
semoga parokialisme berpikir Anda sembuh begitu saya berkunjung kembali ke sini…
Maret 22, 2008 pukul 2:44 pm |
Saya rasa jika argumen saya diteruskan, malah akan melahirkan perdebatan yang tak berujung pangkal.
.
Ya sudah, anda lebih suci dari saya, saya ini kotor. Amin, semoga ALLAH memberi saya kefahaman.
.
Salam… inklusif
Maret 26, 2008 pukul 12:15 am |
Assalamu’alaikum
saya sudah membaca semua komentar anda, saya belajar untuk memahami
apa yang ada dalam pikiran saudara2 semua
mungkin saya salah, kalau salah silahkan dikomentari/diluruskan
begini :
pertama kita tidak perlu menyalahkan perndapat orang terlebih dahulu,
kedua kita perlu memperjelas apa yang dimaksud
ketiga :
disini saya melihat ada perbedaan dalam memandang cara berdakwah dan
sarana berdakwah baik itu hanya dalam rangka menjelaskan mana yang benar
dan mana yang salah itu bagian dari dakwah juga
keempat :
ketika ketika menyampaikan tentang kebenaran menurut pendapat kita , kita
perlu mengukur sejauhmana kebenaran itu sudah sesuai menurut
Allah dan Rasul-Nya atau Al-Quran dan As-Sunah
disini bukan berarti harus ada, tetapi Allah dan Rasul-Nya juga
membuka ijtihad sesuai yang dipesankan kepada Mu’adz bin Jabal Ra.
disini kita perlu membuka diri dan menanyakan diri kita sudahkah
kapasitas kita untuk berijtihad.
kelima :
mungkin ini bagian dari kita melihat kebenaran dari orang lain
keenam :
contoh dari saudara2 antara film dan blog
saya kira sama atau mendekati, hanya bagaimana kita memanfaatkan
sebaikmungkin untuk menyampaikan kebaikan. idealnya memang dalam
film tidak ada mengumbar aurat/yg lain , disini sutradaranya sendiri
mengakui bahwa film ini tidak islami, dan dia sudah berusaha maksimal
sesuai dengan kadar pemahamannya akan Islam dan juga komitmennya
dengan Islam,
dengan zaman sekarang, pasti ada perdebatan yg tidak kunjung selesai
dimana kita senidri bukan/belum menjadi solusi, kita masih kekurangan/
sedikit insan film yang mengerti tentang Islam dan masyarakat kita
yang masih banyak suka dengan sinetron yg ’seperti itu’.
untuk blog, menurut wak tidak mengumbar aurat, ini sudah sudah bagus
silahkan diteruskan, tapi di internet yang luas, juga tercampur dengan
yg lain ini juga bukan berarti bersih, tapi wak berusaha menjadikan
sebagai sarana untuk menjelaskan yg menurut wak benar dan yg salah.
terakhir :
saya mohon maaf , kalau menggurui, tidak bermaksud demikian,
tapi hanya ingin berpartisipasi saja,
Assalamu’alaikum
April 2, 2008 pukul 6:39 am |
innalillah..
musuhmu hanya sejengkal lagi akan memenggal kepalamu!!
& kamu masih asyik membersihkan kotoran2 di bajumu!!
April 2, 2008 pukul 6:42 am |
innalillah..
musuhmu hanya sejengkal lagi akan memenggal kepalamu!!
& kamu masih asyik membersihkan kotoran2 di bajumu!!
WALLAHU A’LAM..
April 2, 2008 pukul 8:44 am |
salam..
wak tau tdk, ada ribuan bahkan puluhan ribu remaja putra & putri
di indonesia jadi lebih tertarik & ingin mengenal islam lebih jauh
setelah mereka menonton film ini, menurut wak dul ini bagus/positif tdk?
knp mereka tdk baca novelnya saja?
mgkn krn mereka tdk terlalu suka membaca.
disinilah salah satu manfaat dari film ini.
memang ada juga madharatnya, & itu hrs kita tinggalkan sambil tak lupa memperbaikinya, & ambil yg bermanfaat darinya.
wak pun tau, tiada yg sempurna kecuali Dia yg maha sempurna..
saya mau tanya, sejauh ini ada brp ribu ummat yg telah wak dul beri ‘perantara’ hidayah kpd mereka?
wallahu a’lam..
April 2, 2008 pukul 8:59 am |
salam..
klo anda bisa bilang ga ada dakwah di broadcast krn ga ada di hadist, brarti kata2 anda jg ga bner tuh karena anda memberi pembenaran(katanya) lewat blogging yg jg ga ada di hadis apalgi quran.. huffff…
April 2, 2008 pukul 11:56 am |
mas…bener bgt Rasulullah SAW ngga prnah dakwah lewat filem.Dakwah Rsulullah kan dakwah d zaman nya.klo kita ya dakwah d zaman kita.dakwah lewat filem ya sah2 aja.memang iya seh,Rasulullah ngga dakwah lewat filem.tapi perlu di inget,Rasulullah juga ngga pernah dakwah lewat internet.jangan nyalahin orang gitu aja.lihat diri dulu.dah bener pa blum???ngomong aja sok bener..DOSA JARIAH..jangan2 ente lagi yang ngedosain orang..
April 12, 2008 pukul 7:51 am |
wak dul selalu klaim di blog saya…….
emang teknologi yang wak dul pakai bikinan wak dul?????
kayaknya semua pemanfaat teknollogi IT khan cuma nebeng??????
April 12, 2008 pukul 7:55 am |
naik-naik di punggung onta
lari kencang sekali
kiri-kanan kulihat saja
banyak mobil berjalan……
kiri kanan kulihat saja
banyak pesawat terbang…….
nah loooo siapa mau naik onta di tol cikampek???????
siapa mau mudik kejawa jalan kaki?????????
April 14, 2008 pukul 4:51 am |
sepertinya anda tidak punya alasan lain selain “di blog saya tidak mengumbar aurat wanita”…sepertinya anda juga perlu memahami lebih dalam lagi tentang aurat…
pemahaman kita dalam mensikapi apapun yang terjadi di dunia ini seharusnya holistik, tidak parsial seperti itu, sehingga kita tidak terjebak di dalamnya…menyalahkan suatu hal yang kita sendiri juga melakukannya…atau setidaknya, anda tidak melalukan dakwah dengan santun…
sesuatu yang baik(menurut kita), namun tidak disampaikan dengan baik juga cenderung menimbulkan fitnah, contohnya bolg yang anda buat ini…kalo seandainya anda menyampaikan dengan benar dan mengandung kebenaran hakiki semestinya tidak banyak orang yang akan berkomentar negatif terhadap “gaya bahasa” anda
Islam itu indah dan menyukai keindahan…jadi sampaikanlah dakwah dengan cara yang lebih indah…selamat berdakwah…semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah swt.amin…
April 18, 2008 pukul 10:45 pm |
Assalamu’alaikum
Kalimat pertama benar dan tepat.
Kalimat kedua, benar, namun tidak tepat. Analogi yang terlalu dipaksakan.
Apakah nabi juga diperintahkan untuk dakwah lewat Blog? lewat Internet? saya kira yang antum lakukan sama saja dengan yg antum cela sendiri lewat artikel ini.
Wassalamu’alaikum
April 28, 2008 pukul 10:25 am |
coba liat dolo diri sendiri …..merasa udah paling benar ??????????justru org yg paling salah
April 30, 2008 pukul 9:29 am |
assalamu’alaikum
Saya memang ga paham betul tentang dakwah, tapi saya pikir sudahlah cukup kita buang waktu dengan saling menghujat…….toh pada kenyataannya film itu banyak bermanfaat untuk kasih pengetahuan tentang Islam dan saya rasa segala sesuatu tergantung niatnya. Film ini dibuat untuk memberikan pengetahuan lebih tentang Islam…kenapa harus jadi perdebatan
Wassalam
Mei 13, 2008 pukul 10:07 am |
Saudara2 sekalian,,
kenapa kita yang sesama muslim ini berdebat??
jama’ah kita memang berbeda,,tapi kita ada untuk saling melengkapi,,bukan menghujat…
apakah kita lupa pada Al Qur’an??
Allah memerintahkan kita untuk BERKASIH SAYANG SESAMA MUSLIM dan KERAS TERHADAP ORANG KAFIR,,kenapa justru malah sebaliknya??
untuk Jama’ah Tabligh dan Salafy,,renungkanlah…
Juni 12, 2008 pukul 12:52 pm |
NGACA DULU LO!!!!!!!!!!!
MANG LO SUCI!!!!!!!!!
Agustus 2, 2008 pukul 5:43 am |
Emang ada ye dosa jariah? Yg ada jg amal jariah.. Gila, ngarang!!! Dr judul aja dah sesat!!!
Agustus 3, 2008 pukul 9:40 am |
Assalamu’alaikum, Salam kenal, nama Pungky, Ingin bersahabat dengan Anda sekalian.
Wassalamu’alaikum
Oktober 22, 2008 pukul 1:59 am |
teman2. walopun saya penikmat filem tapi saya bukan laskar pembela filem. filem adalah sandiwara. hiburan semestinya adalah sekedarnya, pada zaman ini hiburam menjadi proyek bombastis bisnis untuk materi yang sebanyak2nya yang menelusup ke sesempit apapun itu celah sel-sel kehidupan. karena bisa menguntungkan makanya diproduksi, walopun ada beberapa yang dengan tujuan sosial semata tapi amat sangat sedikit sekali. masih lebih bermanfaat produksi film2 dokumenter, sains, ulasan sejarah, kyk discovery dsb. ghuroba ke gunung aja wak gpp dibilang udik, tapi ternyata masih ada tugas amar ma’ruf nahi munkar. sekian. sy bukan orang alim bahkan sy pemuda pendosa yg masih doyan hiburan doyan pacaran solat ga bener tapi saya setuju dengan beberapa pandangan wak ini. teman2 jangan jadikan perselisihan ini sbagai api. mari blajar lagi.
catatan: ga ada yg paling benar dan paling salah disini