assalaamualaikum
hari sudang menjelang larut malam, hampir pukul dua belas malam, ketika saya memberhentikan seorang tukang sekoteng, memesan semangkuk kemudian duduk di bangku kecil di samping pikulan.
setelah mengucap salam dan Ta’aruf seperlunya, saya tahu nama beliau pak karto, umur 50 tahun lebih.
semangkuk sekoteng hangat siap saya santap, Bismilaaah Barokaatillaaah….
sambil menyuap sekoteng saya ajak beliau ini ngobrol, bicara bicara ringan, pertama saya menanyakan jumlah anak. beliau memiliki tiga orang anak dua laki laki dan satu perempuan.
anak laki laki pertama putra beliau sudah menikah, tamatan sekolah guru dan mengajar di sebuah sekolah dasar.
anak kedua laki-laki, kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di jakarta ini, tapi beliau tak tahu sudah semester berapa.
yang bungsu, anak perempuan, di pondok pesantren, mukim, pulang setahun sekali ketika lebaran. demikian obrolan singkat kami ketika semangkuk sekoteng ditangan saya tadi habis.
sambil memberikan uang bayaran sekoteng saya bertanya lagi, sudah berapa lama bapak berdagang sekoteng keliling.
sudah belasan tahun jawab beliau, sejak anak pertama saya masuk esde…
Subhaanallaaahh…
selain jualan sekoteng, bapak jualan apa lagi? atau kerja sampingan apa lagi?
saya cuma dagang ini jawab beliau, dagang sekoteng.
sebetulnya saya ingin bertanya lagi beliau sekolah tamatan apa, karena beliau termasuk kategori tukang sekoteng yang sukses, jangan jangan beliau ini ambil jurusan marketing sekoteng di OZ atau di Luar negeri sana. tapi beliau sudah berlalu di kegelapan malam,
ting …… ting…….. ting………….

April 22, 2008 pukul 3:43 pm |
bos yang mau tukeran link
Mei 13, 2008 pukul 3:21 am |
Memang tukang sekoteng yang sukses.
Salam Kenal.