Cucu Wakdul Somad

Assalamualaikum wr wb

Postingan ini cuma sebagai perkenalan pada penghuni blog, bahwa sesungguhnya inilah gambaran cucu cucu wakdul Somad yang menurut kawan kawan salafy penuh kebodohan, bid’ah, sesat dan segala macam tuduhan lainnya

Cucu cucu ini dikaruniakan oleh ALLAH Subhaanahu Wataala melalui 3 putra Wakdul SOmad, dan mereka ini rata masih bujangan:

Dari 3 orang anak nya wakdul Somad dikaruniai cucu sebagai berikut:

1. Muhammad Irfan paling tuwa sendiri umurnya 27 tahun, menetap di Jakarta, satu satunya yang mengenal teknologi, menjadi Sarjana, lulusan Unipersitas Endonesia, dia juga lulus Al Ahqaff University Yaman pada Fakultas Syariah, status bujangan, hafalan AL-QURAN nya sekitar 10 juzz;

2. Muhammad Iksan umur 25 tahun, menikah, belum memiliki anak, cuma lulusan sekolah perawat EspeKA bekerja di Rumah Sakit Daerah di kampung nya, hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 15 juzz;

3. Muhammad Fahriza juga 25 juga cuma lulusan Esema, sehari hari mengurus mesjid dan mengurus kebun membantu kakeknya, hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 20 juzz;

4. Muhammad Iksyir umur 23 tahun juga cuma lulusan Esema, sehari hari juga mengurus mesjid dan mengrus ternak membantu kakeknya, hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 20 juzz;

5. Muhammad Rizky umur 17 tahun, menuntut ilmu agama dan menetap di Mesir, dia sudah menghatamkan hafalan Al-QURAN pada usia 15 tahun

6. Muhammad Taufiq savalas umur 15 tahun, mendalami ilmu agama dan tinggal di Pakistan, dia juga sudah menghatamkan hafalan Al-QURAN pada usia 15 tahun

7. Maulidin Tauhid umur 12 menetap di Pondok Pesantren di Magelang juga mendalami ilmu agama, hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 20 juzz;

8. Zulqarnain umur 11 tahun menuntut ilmu di Pondok Pesantren Temboro Magetan. hafalan AL-QURAN nya baru sekitar 12 juzz;

Namun dari sekian banyak cucu yang paling menarik perhatian adalah si kecil Nabila, adik paling kecil yang umurnya 9 tahun ini sudah menghafal hampir 10 Juzz AL-QURAN.

Diusia nya yang masih belia dia sudah disibukkan dengan amal-amal Agama.

Dulu, di awal-awal mondoknya Nabila, sempat mengundang protes dari para kerabat dalam keluarga besar ini. Kenapa? karena Nabila tidak di masukkan pada sekolah umum oleh ayah dan ibunya.

Nabila yang buta huruf, huruf latin, tapi dia mahir membaca dan menulis dengan huruf Arab, akrab dengan huruf huruf AL-QURAN dan ia fasih berdialog dalam Bahasa Arab dengan Ibu dan kakak kakak nya yang lain.

Inilah sekilas biodata cucu cucu wakdul Somad, mereka berkumpul dan berpisah lagi, menjelajahi bumi, dan perlahan lahan belajar melepas kecintaan pada dunia.

25 Tanggapan ke “Cucu Wakdul Somad”

  1. Haitan Rachman Berkata:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Kami bangga dan senang dengan antum yang telah banyak menimba ilmu agama, dan juga telah banyak menghafal al-quran. Mudah-mudahan di masa depan, akan banyak lagi keluarga Islam di Indonesia yang mempunyai hafidz-hafidz Al-quran.

    Dan hafidz Quran dan Ulama di jaman ini sangat berkurangan dibandingkan dengan jumlah kaum muslimin, sehingga masalah itu akan selalu datang di kalangan Ummat Islam itu sendiri. Hal ini sudah menjadi perhatian Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Sehingga dari awal-awal, beliau yang kita cintai mengingatkan kita semua.

    Wassalam
    Haitan Rachman
    http://haitanrachman.wordpress.com
    http://usahadawah.wordpress.com

  2. Kembali ke Kandang « wak AbduLSomad Berkata:

    [...] Cucu Wakdul Somad [...]

  3. abahbaim Berkata:

    bismillah..
    halo wadeleh…semoga surat ini membawa kebaikan.
    sebagai seorang mantan jamaah tabligh.
    saya sendiri ragu dengan apa yang telah didakwahkan dalam khuruj..
    bagaimana mungkin saya klaim bahwa apa yang didakwahkan oleh tabligh itu mencocoki apa yang dibawa Nabi salallahualaihi wassalaam.
    Para pengikut Nabi dulu dikejar-kejar karena mendakwahkan kalimat TAUHID.
    mereka para Nabi, Rasul dan para pengikutnya dianggap menyalakan perbedaan pendapat dengan masyarakat …
    Adat yang kental berupa kebaktian terhadap situs Candi, Menhir, Pohon Keramat
    dikatakan oleh mereka bahwa para Nabi dan Rasul membawa perpecahan…

    sementara Tabligh mengharamkan Pembahasan Khilafiah dalam khuruj mereka..
    tidak boleh mengutak-atik aib masyarakat…

    Saya masih ingat bagaimana tolerannya para pegiat tabligh terhadap acara2 tahlilan dan semacamnya dari kaum sufi…

    bagaimana Tabligh mengharamkan selonjor kaki menghadap kiblat tanpa dalil sedikitpun dari Al-Qur’an dan Hadits..

    Tidak perlu jadi salafy untuk mengatakan bahwa Jamaah Tabligh adalah jamaah sufi…karena saya ini asalnya Muhammadiyah..

    dan antara Muhammadiyah dengan Dakwah Wahabi adalah satu rumpun…
    tidak perlu terlalu alim untuk mengatakan bahwa dakwah anda mengingkari Dakwah Tauhid…

    Dakwah Tabligh adalah dakwah yang menyeru manusia untuk menjadi seorang ‘Abid…Ahli Ibadah…Itu baik.
    Akan tetapi kalau dakwah itu melupakan Syirik dan Bid’ah…
    Cenderung menyibukkan manusia dengan berbagai macam amalan ibadah…
    tidak perlu terlibat diskusi mencari kebenaran..
    Apalagi harus berdakwah menyeru manusia untuk meninggalkan Kesyirikan dan Kebid’ahan…

    Maka tidak ragu lagi Dakwah itu sudah bukan mengikuti dakwah Para Nabi…
    Akan tetapi dakwah kaum yang tidak sadar bahwa dakwah mereka akan menjadikan manusia jauh dari pengetahuan apa itu syirik dan bid’ah….

    Karena itulah saya tobat dari Jamaah Tabligh…
    Saya telah dilalaikan selama satu semester hanya untuk membacakan kisah dalam hayatus shahabah yang didalamnya banyak cerita tanpa sanad dan entah darimana…

    Saya bertobat dari bagaimana mungkin saya mengharamkan selonjor kaki ke kiblat tanpa ada dalil al-Qur’an dan Sunnah….

    Saya bertobat dari beramal tanpa ilmu..Seperti jejak kaum Nasrani..

    Saya bertobat dari hati yang damai tapi kosong dari ilmu….

    Saya bertobat dari jamaah sufi yang memandang Dakwah Tauhid menjauhkan manusia dari Islam..

    Bagaimana mereka menjauhkan masyarakat dari Sunnah..

    (Saya telah mendengar bahwa pada saat pertemuan di Temboro Magetan telah diadakan dzikir berjamaah …..)

    Demikian surat ini semoga meluruskan paham anda…
    Bahwa bukan hanya salafy…tapi aktivis muhammadiyah pun sama..

    Semoga dakwah islam ini tetap pada bentuk asalnya..Dakwah Tauhid

  4. khirosah Berkata:

    mas abahbaim meskipun saya ngak pernah keluar-keluar ( KHURUJ ) saya tetap menjaga adab tidak boleh selonjor ke kiblat ketika di masjid atau ketika akan tidur di rumah kalau pas MENINGGAL ( MATI) tidak menjaga adab gimana ?

  5. khirosah Berkata:

    mas abahbaim anda mengenal salafy berapa tahun ? anda perlu ketahui salafy di daerah saya sudah mau zikir lama-lama habis sholat wajib dan sholat ISRO padahal amalan tersebut pernah di cap BID’AH,SUFY,TASAWWUF

  6. Khirosah Berkata:

    mas abahbaim baca Al-Qur’an surat 49:17 kalau bisa bacanya pelan-pelan dan ber-ulang-ulang bahwa yang memberi ilmu agama anda bukan ustad anda tetapi Allah

  7. Khirosah Berkata:

    mas abahbaim saya sedang mencari atau mengamati orang Salafy yang pernah menganggu saya ketika sedang zikir lama-lama habis sholat Subuh di masjid di daerah saya karena sekarang di masjid daerah saya ada orang-orang Salafy sudah pada mau zikir lama-lama habis Subuh dan diantara mereka sebelumnya juga ada yang menentang

  8. Khirosah Berkata:

    mas abahbaim saya yakin anda belum pernah datang ke Pondok Pesantren Al-FATAH Temboro Magetan Jawa Timur dan di Kerincing Magelang Jawa Tengah

  9. abahbaim Berkata:

    abah baim nya lagi sibuk dzikir
    mohon jangan ganggu lagi beliau

  10. Khorosah Berkata:

    SAYA PERNAH SEDANG SIBUK ZUKIR LAMA-LAMA HABIS SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DI MASJID DI GANGGU SAMA SALAFY KARENA ZIKIR LAMA-LAMA ADALAH SUFI NGAK ADA DALILNYA

  11. Ekspresi ( part satoe ) « wak AbduLSomad Berkata:

    [...] Cucu Wakdul Somad [...]

  12. trisetyarso Berkata:

    Salam kenal sesama marbod mesjid …

  13. al faqir Berkata:

    lagi2 sesama muslim berdebat hingga keluar urat leher..
    come on dude… we are muslim!!!

  14. abimanyu Berkata:

    ditempat ana juga ada orang2 salafi.awalnya habis solat langsung kabur.sekarang mereka tuch sudah mau dzikir lama2.cuma baca doanya diem lalu pergi.

  15. KORBAN Berkata:

    Tuan al faqir siapa yang berdebat mungkin anda belum lama mengenal JT dan salafy kayaknya anda belum lama membaca blog ini

  16. abu muhammad assalafy Berkata:

    saudaraku semua muslim semoga Allah menunjuki anda sekalian dan saya kejalanNya.
    tanya kepada yang ahlinya yaitu ulama ahli ilmu yg ikhlas(berilmu sebelum beramal) siapakah jamaah tablig?siapakah jamaah salafy dsb.insya Allah kita tdk berdebat menurut nafsu sendiri.astaghfirulloh.

  17. abdul azis Berkata:

    saudaraku…istiqfar ….tiada diutus rosululloh untuk memperbaiki akhlak….. ibadah, aqidah, termasuk dikir dan doa itu sama sempurnakan akhlak….saya dari keluarga ibu muhammadiyah bapak NU saya belajar di ikhwanul muslimin dan salafi… teman saya banyak di PKS dan hizbus taher…..guru saya seorang nasabandiyah dan darul arqom…sekarang saya ikut jamaah tabligh semua sahabat saya…. (insya Alloh kita mendapat taufik dan hidayah) dan RidhoNya

  18. Syihabuddin Ahmad Berkata:

    asslamualaikum,..
    salam kenal buat abdul azis,..
    saya setuju dengan antum,..kenapa kita masih sibuk dengan manhaj2 atau firqoh2,..
    kita adalah saudara sesama muslim, hanya Allah&RasulNya yg lebih mengetahui,,.
    menjelang bulan suci Ramadhan, mari kita tingkatkan amal ibadah serta jalin tali silaturahmi antar sesama muslim,,..
    tetap terus semangat dalam usaha da’wah, tambah pengorbanan lagi dan lagi samapai kita tidak ada lagi,,.
    niat khuruj di bulan ramadhan, karena semuanya akan dilipatgandakan oleh Allah swt,..
    wassalamualaikum,,..

  19. bang_ameL Berkata:

    KESESATAN-KESESATAN NASHIRUDDIN AL ALBANY (Syaikh Wahabi)

    Adalah tukang jam yang bernama Muhammad Nashir ad-Din berasal dari negara Albania, cukup sebagai bantahan kita terhadapnya, pengakuannya bahwa dia dahulunya bekerja sebagai tukang jam dan hobinya membaca buku-buku tanpa mendalami Ilmu Agama kepada para ahlinya dan tidak mempunyai sanad yang diakui dalam Ilmu Hadits bahkan sanadnya terputus (tidak sampai sanadnya ke Rasulullah), sanadnya kembali kepada buku-buku yang dibacanya sendiri. Dia mengaku bahwa sesungguhnya dia tidak hafal sepuluh hadits dengan sanad muttashil (bersambung) sampai ke Rasulullah, meskipun begitu dia berani mentashhih dan mentadh’ifkan hadits sesuai dengan hawa nafsunya dan bertentangan dengan kaidah-kaidah para Ulama hadits yang mencantumkan bahwa sesungguhnya mentashhih dan mentadh’ifkan hadits adalah tugas para hafizh saja. Al Albani, sebagaimana kita ketahui telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya sebagaimana 22 disebutkan dalam kitabnya berjudul “Mukhtashar al’Uluww” dan mengkafirkan orang-orang yang bertawassul dan beristighatsah dengan para Nabi dan orang-orang shalih sebagaimana dalam kitabnya “at-Tawassul” . Dia menganggap Nabi seorang yang sesat sebagaimana ia menuduh sesat orang-orang yang bertawassul pada para Nabi dan para Wali sebagaimana ia sebutkan dalam kitabnya “Fatawa al Albani”. Dia juga mengkafirkan Ahlussunnah; al Asya’irah dan al Maturidiyah sebagaimana dalam kaset rekaman dengan suaranya yang dibagikan oleh pengikutnya. Dialah yang menyerukan untuk menghancurkan al Qubbah al Khadlra’ dan menyuruh mengeluarkan makam Nabi ke luar Masjid sebagaimana dalam kitabnya “Tahdzir as-Sajid” dan dia melarang umat Islam mengucapkan dalam shalat mereka : Assalamu ‘alyka ‘Ayyuha an-Nabiyyu”. Dia berkata: Katakan “as-Salam ‘ala an-Nabiyy”, alasannya karena Nabi telah meninggal, sebagaimana ia sebutkan dalam kitabnya yang berjudul “Shifat Shalat an-Nabi”. Dia juga menyerukan Umat Islam di Palestina untuk menyerahkan Palestina kepada orang-orang Yahudi sebagaimana dalam kitabnya “Fatawa al Albani”. Dalam kitab yang sama dia juga mengharamkan Umat Islam untuk mengunjungi sesamanya dan ziarah orang yang telah mati di makamnya. Dia juga mengharamkan bagi para perempuan untuk memakai kalung emas sebagaimana dalam kitabnya “Adaab az-Zafaaf “. Dan mengharamkan atas Umat Islam untuk berwudlu lebih dari satu mud dan mandi lebih dari lima mud (satu mud takarannya sama dengan dua telapak tangan ukuran sedang), perkataannya ini dinukil oleh “Majallah at-Tamaddun”. Juga mengharamkan Umat Islam membawa Subhah (Tasbih) untuk dzikrullah sebagaimana dipaparkannya di dalam kitabnya “Silsilah al Ahadits adl-Dla’ifah”. Dan dia juga mengharamkan Umat Islam sholat tarawih dua puluh raka’at di bulan Ramadhan sebagaimana dikatakan di dalam kitabnya “Qiyam Ramadlan”. Dia juga mengharamkan umat Islam melakukan shalat sunnah qabliyah Jum’at sebagaimana disebutkan dalam kitabnya yang berjudul “al Ajwibah an-Nafi’ah”. Sebagaimana kita ketahui, ia juga mengharamkan bacaan al Qur’an terhadap orang-orang muslim yang telah meninggal dunia dan juga mengharamkan perayaan maulid Nabi. Dan melarang pengucapan lafadz “Sayyidina” untuk Nabi dan menganggapnya sebagai bid’ah dan mencap pelakunya sebagai Mubtadi’. Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak kesesatannya dan kami hanya menyebutkan secara ringkas dikarenakan perkataan-perkataan tersebut jelas-jelas mendustakan al Qur’an, Sunnah dan Ijma’ , sehingga tidak perlu banyak tambahan penjelasan lagi.
    Ini adalah bukti bahwa ia hanya ingin mengikuti hawa nafsunya, ketenaran dan harta. Bagi orang yang jeli, jelas bahwa al Albani adalah termasuk dedengkot sekte Wahhabiyyah –sekte sempalan yang banyak dibantah oleh ulama madzhab empat- pada masa ini. Dan Alhamdulillah banyak para Ulama dan para ahli hadits yang membantahnya, di antaranya adalah:
    1. Muhaddits dataran Syam Syekh Abd Allah alHarari. 2. Muhaddits dataran Maroko Syekh Abd Allah al Ghammari 3. Muhaddits dataran India Syekh Habib ar-Rahman al A’zhami
    4. Mantan Menteri Urusan Agama dan Wakaf Uni Emirat Arab Muhammad ibn Ahmad al Khazraji
    5. Mantan Ketua Umum MUI Prop. DKI Jakarta K.H. M. Syafi’i Hadzami
    6. dan banyak ulama lainnya.
    Nasehat kami bagi seluruh umat Islam untuk tidak membaca kitab-kitabnya dan tidak merujuk kepada
    tashhih dan tadl’ifnya dalam hadits. Justru kewajiban syar’i adalah melakukan tahdzir kepadanya dan terhadap karangan-karangannya demi membela Islam dan kaum Muslimin.

    ==============================================================

    LEMBARAN HITAM DI BALIK PENAMPILAN KEREN KAUM WAHABI
    Ke mana-mana selalu menyebarkan salam. Selalu memakai baju bercorak gamis dan celana putih panjang ke bawah lutut, ciri-khas orang Arab. Jenggotnya dibiarkannya lebat dan terkesan menyeramkan. Slogannya pemberlakuan syariat Islam. Perjuangannya memberantas syirik, bid’ah, dan khurafat. Referensinya, al-Kitab dan Sunah yang sahih. Semuanya serba keren, valid, islami. Begitulah kira-kira penampilan kaum Wahabi. Sepintas dan secara lahiriah meyakinkan, mengagumkan.
    Tapi jangan tertipu dulu dengan setiap penampilan keren. Kata pepatah jalanan, tidak sedikit di antara mereka yang memakai baju TNI, ternyata penipu, bukan tentara. Pada masa Rasulullah, di antara tipologi kaum Khawarij yang benih-benihnya mulai muncul pada masa beliau, adalah ketekunan mereka dalam melakukan ibadah melebihi ibadah kebanyakan orang, sehingga beliau perlu memperingatkan para Sahabat t dengan bersabda, “Kalian akan merasa kecil, apabila membandingkan ibadah kalian dengan ibadah mereka.”
    Demikian pula halnya dengan kaum Wahabi, yang terkadang memakai nama keren “kaum Salafi”. Apabila diamati, sekte yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi (1115-1206 H/1703-1791 M), sebagai kepanjangan dari pemikiran dan ideologi Ibnu Taimiyah al-Harrani (661-728 H/1263-1328 M), akan didapati sekian banyak kerapuhan dalam sekian banyak aspek keagamaan.
    A. Sejarah Hitam
    Sekte Wahabi, seperti biasanya sekte-sekte yang menyimpang dari manhaj Islam Ahlusunah wal Jamaah memiliki lembaran-lembaran hitam dalam sejarah. Kerapuhan sejarah ini setidaknya dapat dilihat dengan memperhatikan sepak terjang Wahabi pada awal kemunculannya. Di mana agresi dan aneksasi (pencaplokan) terhadap kota-kota Islam seperti Mekah, Madinah, Thaif, Riyadh, Jeddah, dan lain-lain, yang dilakukan Wahabi bersama bala tentara Amir Muhammad bin Saud, mereka anggap sebagai jihad fi sabilillah seperti halnya para Sahabat t menaklukkan Persia dan Romawi atau Sultan Muhammad al-Fatih menaklukkan Konstantinopel.
    Selain menghalalkan darah kaum Muslimin yang tinggal di kota-kota Hijaz dan sekitarnya, kaum Wahabi juga menjarah harta benda mereka dan menganggapnya sebagai ghanîmah (hasil jarahan perang) yang posisinya sama dengan jarahan perang dari kaum kafir. Hal ini berangkat dari paradigma Wahabi yang mengkafirkan kaum Muslimin dan menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin Ahlusunah wal Jamaah pengikut mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali yang tinggal di kota-kota itu. Lembaran hitam sejarah ini telah diabadikan dalam kitab asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhâb; ‘Aqîdatuhus-Salafiyyah wa Da’watuhul-Ishlâhiyyah karya Ahmad bin Hajar Al-Buthami (bukan Al-Haitami dan Al-‘Asqalani)–ulama Wahabi kontemporer dari Qatar–, dan dipengantari oleh Abdul Aziz bin Baz.
    B. Kerapuhan Ideologi
    Dalam akidah Ahlusunah wal Jamaah, berdasarkan firman Allah, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia (Allah)” (QS asy-Syura [42]: 11), dan dalil ‘aqli yang definitif, di antara sifat wajib bagi Allah adalah mukhâlafah lil-hawâdits, yaitu Allah berbeda dengan segala sesuatu yang baru (alam). Karenanya, Allah itu ada tanpa tempat dan tanpa arah. Dan Allah itu tidak duduk, tidak bersemayam di ‘Arasy, tidak memiliki organ tubuh dan sifat seperti manusia. Dan menurut ijmak ulama salaf Ahlusunah wal Jamaah, sebagaimana dikemukakan oleh al-Imam Abu Ja’far ath-Thahawi (227-321 H/767-933 M), dalam al-‘Aqîdah ath-Thahâwiyyah, orang yang menyifati Allah dengan sifat dan ciri khas manusia (seperti sifat duduk, bersemayam, bertempat, berarah, dan memiliki organ tubuh), adalah kafir. Hal ini berangkat dari sifat wajib Allah, mukhâlafah lil-hawâdits.
    Sementara Wahabi mengalami kerapuhan fatal dalam hal ideologi. Mereka terjerumus dalam faham tajsîm (menganggap Allah memiliki anggota tubuh dan sifat seperti manusia) dan tasybîh (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya). Padahal menurut al-Imam asy-Syafi’i (150-204 H/767-819 M) seperti diriwayatkan olah as-Suyuthi (849-910 H/1445-1505 M) dalam al-Asybâh wan-Nazhâ’ir, orang yang berfaham tajsîm, adalah kafir. Karena berarti penolakan dan pengingkaran terhadap firman Allah, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia (Allah).” (QS asy-Syura [42]: 11)
    C. Kerapuhan Tradisi
    Di antara ciri khas Ahlusunah wal Jamaah adalah mencintai, menghormati, dan mengagungkan Rasulullah, para Sahabat, ulama salaf yang saleh, dan generasi penerus mereka yang saleh seperti para habaib dan kiai yang diekspresikan dalam bentuk tradisi semisal tawasul, tabarruk, perayaan maulid, haul, dan lain-lain.
    Sementara kaum Wahabi mengalami kerapuhan tradisi dalam beragama, dengan tidak mengagungkan Nabi, yang diekspresikan dalam pengafiran tawasul dengan para nabi dan para wali. Padahal tawasul ini, sebagaimana terdapat dalam Hadis-Hadis sahih dan data-data kesejarahan yang mutawâtir, telah dilakukan oleh Nabi Adam, para Sahabat, dan ulama salaf yang saleh. Sehingga dengan pandangannya ini, Wahabi berarti telah mengafirkan Nabi Adam, para Sahabat, ahli Hadis, dan ulama salaf yang saleh yang menganjurkan tawasul.
    Bahkan lebih jauh lagi, Nashiruddin al-Albani–ulama Wahabi kontemporer–sejak lama telah menyerukan pembongkaran al-qubbah al-khadhrâ’ (kubah hijau yang menaungi makam Rasulullah) dan menyerukan pengeluaran jasad Nabi dari dalam Masjid Nabawi, karena dianggapnya sebagai sumber kesyirikan. Al-Albani juga telah mengeluarkan fatwa yang mengafirkan al-Imam al-Bukhari, karena telah melakukan takwil dalam ash-Shahih-nya.
    Demikian sekelumit dari ratusan kerapuhan ideologis Wahabi. Dari sini, kita perlu berhati-hati dengan karya-karya kaum Wahabi, sekte radikal yang lahir di Najd. Dalam Hadis riwayat al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain, Nabi r bersabda, “Di Najd, akan muncul generasi pengikut Setan”. Menurut para ulama, maksud generasi pengikut Setan dalam Hadis ini adalah kaum Wahabi. Wallâhul-hâdî.

    ===============================================================

    KEBODOHAN IMAM BESAR WAHHABI (SALAFI DI INDONESIA) :
    IBNU ABDIL WAHHAB DALAM ILMU HADIS

    Ketika seorang itu jahil dalam ilmu agama, akan lebih terhormat jika ia diam tidak ikut campur berbicara masalah-masalah agama, sebab dapat tersesat dan menyesatkan orang banyak.
    Tetapi sepertinya hal itu tidak diindahkan oleh Pendiri Sekte Wahhabiyah… kendati dangkal hampir dalam seluruh bidang dan keahlian, -kecuali kealhilan mengafirkan orang lain- ia tetap banyak berbicara… maka ia menjadi dhalla wa adhalla.
    Jika biasanya Imam Besar Wahhabi ini mengafirkan kaum Muslimin…. Kini rupanya ia harus mencari sasaran baru…. para Nabi dan Rasul pilihan Allah kini menjadi sasaran pengKafirannya dan tuduhan telah musyrik!
    Nabi Adam as. kini dituduhnya telah musyrik!! Secara pribadi saya dapat memaklumi mengapa Nabi Adam as. Terjebak dalam nista kemusyrikan tidak lama setelah diturunkan ke bumi bersma istrinya, dan tentunya Iblis juga diusir ke bumi…. pasalnya ketika Adam turun ke bumi tidak ada GURU BESAR PENGAWAL TAUHID MURNI….. KEMUSYRIKAN Nabi Adam as. dikarenakan ia tidak dikawal “Syeikhul Islam” Ibnu Abdil Wahhab, andai saat itu beliau didampingi dan dibimbing langsung Sang Pendekar Tauhid dari Padang Pasir Gersang Najd, pastilah ia mampu menghindarkan diri dari kemusyrikan! Minimal itu mungking yang sempat terbesit dalam benak para Wahhabiyyun!!
    Mau tau, Fatwa pengafiran Nabi Adam as.? Ikuti data di bawah ini.
    Dalam kitab Tauhid-nya, Ibnu Abdil Wahhab menulis sebuah bab dengan judul:
    في باب : {فَلَمَّا آتاهُما صالِحاً جَعَلا لَهُ شُرَكاءَ فيما آتاهُما}
    Bab “Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu.”
    Pada bab itu ia menukil pernyataan Ibnu Hazm yang menekankan bahwa menamakan anak dengan nama yang mengandung penghambaan kepada selain Allah itu adalah syirik, seperti nama Abdu ‘Amr (hamba ‘Amr), Abdul Ka’bah (hamba Ka’bah) dan semisalnya.
    Kemudian ia menyebutkan sebuah kisah yan mencoreng kesucian dan kema’shuman Nabi Adam as. dan Hawwa istrinya. Ia menuduh keduanya telah menyekutukan Allah SWT. Iblis merayu Adam as. dan Hawwa agar menamai anak mereka dengan nama Abdul Hârits, tetapi keduanya menolak rayuan itu. Iblis pun terus menerus merayunya sehingga setelah berkali-kali kematian anak mereka segera setelah lahir, mereka setuju dengan permintaan Iblis untuk menamai anak mereka dengan nama Abdul Hârits demi kecintaan mereka kepada putra mereka yan baru saja lahir. Apa yang dilakukan Adam dan Hawwa adalah yang dimaksud dengan firman Allah SWT.: “… maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu.” (QS. Al A’raf [7]: 190).
    (Hadis riwayat Ibnu Abi Hâtim) (baca Kitab at Tauhid –dengan syarah Fathu al Majîd oleh Syeikh Abdur Rahman Âlu Syeikh-: 444. Dar al Kotob)
    Hadis/riwayat di atas adalah hadis palsu yang kebatilannya telah nyata bagi pelajar pemula dalam ilmu hadis.
    Pada kesempatan ini saya akan membuktikan kepalsuannya dari pernyataan Ibnu Hazm –yang tak henti-hentinya dikultuskan dan dibanggakan kaum Wahhabi, bahkan oleh Ibnu Abdil Wahhab sendiri termasuk dalam bab ini-. Ibnu Hazm berkata:
    Kemusyrikan yang mereka nisbatkan kepada Adam bahwa beliau menamai anaknya dengan nama Abdul Hârits adalah kisah khurafat, maudhûah/palsu dan makdzûbah/kebohongan, produk orang yang tidak beragama dan tidak punya rasa malu. Sanadnya sama sekali tidak shahih. Ayat itu turun untuk kaum Musryikin. (Baca Fathu al Majîd Syarah kitab at Tauhid:442).
    Kisah itu kendati diatas namakan Ibnu Abbas ra. akan tetapi dapat dipastikan bahwa ia adalah hasil bualan kaum Ahli Kitab (Yahudi & Nashrani). Coba Anda renungkan baik-baik, bagaimana Syeikh Ibnu Abdil Wahhab dalam kitab at-Tauhid yang kecil itu yang ia karang untuk menetapkan hak Allah atas hamba-hamba-Nya, ternyata ia hanya mampu menegakkan konsep Tauhidnya di atas pondasi hadis palsu. Inilah kadar ilmu Imam Wahhabi yang dibanggakan para pemujanya sebagai sang Imam yang akan mengawal perjalanan ajaran Tauhid Murni dari kemusyrikan! Dan yang akan membentengi Tauhid dari mekusyrikan! Subhanallah, kalau ternyata kemampuan ilmu dan penguasan disiplin ilmu Hadis Imam mereka sedangkal itu, apa bayangan kita kadar ilmu murid-murid dan para pengikutnya. Atau boleh jadi sekarang pengikutnya lebih pandai dari imamnya! Sebab mereka hidup di era dan zaman yang berbeda dengan zaman Syeikh Ibnu Abdul Wahhab … di mana keterbukaan informasi sudah sedemikian rupa…. mereka pasti memiliki kesempatan menghimpun banyak informasi dan ilmu pengetahuan lebih dari para pendahulunya, apalagi setelah kekayaan umat Islam mereka kuasai … hanya saja yang tetap mencerminkan keterbelakangan dan ketertingalan adalah cara berpikir mereka …. masih tetap seperti zaman padang pasir gersang Najd tiga abad silam ketika awal Syeikh Ibnu Abdil Wahhab pertama kali memecah keheningan dunia Islam, khususnya negeri Hijâz dengan pekikan seruannya yang memporak-porandakan kesatuan umat Islam dan membuat kaum Muslimin tersibukkan oleh hujatan-hujatan murahan Syeikh dari mempertahankan tanah air kaum Muslimin dari gerombolan srigala buas dari tanah Eropa yang datang mencabik-cabik kekuatan umat Islam dan menancapkan kuku-kuku penjajahan mereka.

    =============================================================
    ALHAMDULILLAH WAK CUCU2 NYA AHLI AGAMA SEMUA…..
    ALHAMDULILLAH ADIK SAYA YANG PEREMPUAN BARU LULUS SMA TAHUN 2008 INI MAU PESAN TIKET KE SURGA KATANYA… DIA MAU BELAJAR AGAMA DI PON PES AL – FATAH TEMBORO…. MEYUSUL ABANGNYA YANG SUDAH MONDOK 6 TAHUN DI TEMBORO…
    DO’A KAN ANA DAN KELUARGA WAK….
    ==================================
    BEDA WAK MA SALAFI YANG BEKOAR – KOAR DI INTERNET…. JANGAN – JANGAN ANAK2NYA PADA SEKOLAH SD, SMP, SMA KALI YA…. KAN GA ADA DALILNYA PARA SAHABAT SEKOLAH SD, SMP, SMA YA WAK… WAH BID’AH LAGI YA …..
    BIARIN AJA WAK ORANG2 SALAFI BEKOAR – KOAR KAYA AYAM JAGO….
    NTAR JUGA KALO DAH KETEMU MALAIKAT IZROIL BARU TAU DIA…. BTW…. ORANG2 SALAFI KALO MATI GA ADA YANG TAU YA WAK….. KATANYA YA NIH BAU BANGKAI…… HIHHH SEREM BANGET YA WAK BEDA MA AHLI2 DAKWAH YANG TERSENYUM…. KAYA ALM. BANG GITO…..

    YA ALLOH KUMPULKAN LAH KAMI SEMUA BERSAMA BAGINDA NABI SAW DI DUNIA DAN DI AKHERAT DZOHIR DAN BATIN……. AAMIIN…..
    WASSALAM

  20. Heavenly Colours Berkata:

    waks, bang amel, koment nya panjang pisan…semoga Allah SWT memberi hidayah pd sluruh umat

  21. Sugih Berkata:

    Saya setuju dengan Bang Amel……..
    Wak….. saya malah berdoa untuk anto salafi dan kroni2nya
    Asslammu’alaikum Anto Salafy…..
    Tobatlah kau wahai manusia syetan….
    Sadarlah kau sebelum Malaikat Izroil menjemput kau wahai manusia syetan….
    Saya doakan di bulan ramadhan yang mulia ini kau segera tobat dan sadar wahai manusia syetan….
    Apakah nabi Mengerjakan apa yang kau kerjakan hari ini??? Kau akan menyesal di Akherat nanti….
    Bid’ah=sesat=neraka….
    Sunguh dirimulah yang akan masuk neraka wahai manusia Syetan….
    Tunggulah nanti di Padang Masyar kelak baru akan kau ketahui…..
    Kau dan aliranmua mengaku-ngaku sebagai ahlusunnah…. Coba kau resapi dan pahami dulu apa itu Ahlussunnah….. Apakah kalian sudah termasuk golongan itu? Wah… wah…. ngaca dulu…..
    Kalian merasa paling benar dan pandai segala2nya….. Wah… Wah…. SOmbong dan angkuhnya kalian…..
    Semua yang kau bilang selain aliranmu adalah Ahli bid’ah dan sesat dan akan masuk neraka…..
    Mereka semua telah kau dholimi…..
    Mereka semua mendoakanmu semoga kalian semua termasuk kau mati su’ul khotimah….
    Tunggu saja nanti…..
    Orang salafi mati bau bangkai…..
    KALIAN SEPERTI BENALU PADA TANAMAN…..
    KALIAN BENALU DAN PERUSAK PADA ISLAM….
    HARUS DIBASMI DAN DIBINASAKAN SEGERA SEBELUM MENJALAR KEMANA-MANA….
    Wassalam…
    ======
    wak saya dukung uwak…. salam dakwah wa tabligh

  22. Pak Ogah Berkata:

    Mari lihat yang terbaru http://dalamdakwah.wordpress.com/2009/03/24/pentingnya-taat-pada-amir-rombongan/

  23. sulthan Berkata:

    semoga Allah istiqomahkan saya dalam usaha yg mulia ini, dan bisa ke markaz dunia.

  24. melky Berkata:

    ternyata yg pernah ikut jt saja tidak paham betul program jt apalagi yg belum ….doakan saya supaya ALLOH berangkatkan sy 4 bulan..Amien……

Tinggalkan Balasan