Karkun

Aku dengar kau karkun sekarang, kawan
Tiga hari setiap hujung minggu
Dua minggu setiap hujung bulan
Empat puluh hari tanpa jemu

Datang kau sekarang dengan jubah, putih
Senyum kau sekarang dengan siwak, bersih
Dagumu berjanggut
Beratmu yang susut
Apa khabar saudaraku, sekian lama tidak ketemu

Bukankah kau anak kampung yang aku kenal dahulu
Yang datang si dara, kau bersiul berlagu
Yang datang si janda, kau malu tersipu
Di tepi parit, di tembok jambatan
Kau, aku dan gitar-gitar
Di waktu maghrib, dihalau azan
Kau, aku terketar-ketar

Bukankah kau pemuda yang selalu berkata dahulu
Hidup ini tanpa lagu rock
Seperti ayam tidak berkokok
Bak kenyang yang tidak cocok
Kalau tidak menghisap rokok

Falsafah kita bersama:
Kau, aku dan kerjaya
Biarlah tidak kaya-raya
Asalkan kita boleh bergaya

Sekarang lihatlah
Betapa cerah
Sinaran wajah
Penghuni Jannah

Aku dengar kau giat tabligh sekarang, kawan
Dari surau ke surau
Dari kampung ke kampung
Dari pulau ke pulau
Dari tanjung ke tanjung
Kaujelajah DIA
Kaudaki DIA
Kauredah DIA
Kautakik DIA;
Satu persatu cabaran, dengan tabah kautawan.

Aku dengar kau alim sekarang, kawan
Bahasamu berlapik, tuturmu halus belaka
Tidak lagi memekik, macam orang Melaka
Jelinganmu rendah, matamu sejuk bak salji
Isterimu berpurdah, anakmu khusyuk mengaji
Seleramu buta, tidak akan memilih
Asalkan ada, tidak akan merintih

Kau yang aku lihat
Dan
Kau yang aku ingat:
Bak siput dan kilat

Mahukah kiranya kini, sesudah kau berubah
Kau bertamu di teratak murahku?
Yang aku menangi mudah
Dari loteri tajaan syarikat jamu?
Yang aku hiasi meriah
Dengan potret gadis idaman kalbu?

Mahukah kiranya kini, sesudah kau berubah
Kau menjamah masakan hidanganku?
Seorang yang tidak bersembahyang
Yang berdoa bila perlu?
Seorang yang sujud untuk menayang
Yang dia alim
Muslim bermutu?

Mahukah kiranya kini, sesudah kau berubah
Kau datang menziarahiku?
Sedang kau menasihat dan bermesyuarat
Biarlah aku hidang teh dan air jus
Sedang kau bersyarah dan bertazkirah
Biarlah aku tenung anak matamu
Dan aku khayal mengelamun
Dan aku berangan sampai ke Jepun
Kata-katamu
Tidak meninggalkan kesan
Ia berlalu
Dari telinga kiri ke kanan

Oh
Kawan lamaku, si karkun
Usaha murnimu yang tekun
Adakah
Kau menghargai sama
Pengalaman lama?
Mahukah
Kau menilai semula
Persahabatan kita?

Mahukah kiranya kini, sesudah kau berubah?

102 Tanggapan ke “Karkun”

  1. No Karkun Berkata:

    JUMUD

  2. Heri Setiawan Berkata:

    karkun itu apa sih..?

  3. Karkun Berkata:

    orang-orang yg ber-tabligh keliling.

  4. irf Berkata:

    semoga bisa menjadi ilmu bagi kita semua.

    Membongkar kedok Jamaah Tablig
    Penulis : Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.
    Kategori : Manhaji
    http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=153

    Jamaah Tabligh tentu bukan nama yang asing lagi bagi masyarakat kita, terlebih bagi mereka yang menggeluti dunia dakwah. Dengan menghindari ilmu-ilmu fiqh dan aqidah yang sering dituding sebagai ‘biang pemecah belah umat’, membuat dakwah mereka sangat populer dan mudah diterima masyarakat berbagai lapisan.
    Bahkan saking populernya, bila ada seseorang yang berpenampilan mirip mereka atau kebetulan mempunyai ciri-ciri yang sama dengan mereka, biasanya akan ditanya; ”Mas, Jamaah Tabligh, ya?” atau “Mas, karkun, ya?” Yang lebih tragis jika ada yang berpenampilan serupa meski bukan dari kalangan mereka, kemudian langsung dihukumi sebagai Jamaah Tabligh.
    Pro dan kontra tentang mereka pun meruak. Lalu bagaimanakah hakikat jamaah yang berkiblat ke India ini? Kajian kali ini adalah jawabannya.

    Pendiri Jamaah Tabligh

    Jamaah Tabligh didirikan oleh seorang sufi dari tarekat Jisytiyyah yang berakidah Maturidiyyah dan bermadzhab fiqih Hanafi. Ia bernama Muhammad Ilyas bin Muhammad Isma’il Al-Hanafi Ad-Diyubandi Al-Jisyti Al-Kandahlawi kemudian Ad-Dihlawi. Al-Kandahlawi merupakan nisbat dari Kandahlah, sebuah desa yang terletak di daerah Sahranfur. Sementara Ad-Dihlawi dinisbatkan kepada Dihli (New Delhi), ibukota India. Di tempat dan negara inilah, markas gerakan Jamaah Tabligh berada. Adapun Ad-Diyubandi adalah nisbat dari Diyuband, yaitu madrasah terbesar bagi penganut madzhab Hanafi di semenanjung India. Sedangkan Al-Jisyti dinisbatkan kepada tarekat Al-Jisytiyah, yang didirikan oleh Mu’inuddin Al-Jisyti.
    Muhammad Ilyas sendiri dilahirkan pada tahun 1303 H dengan nama asli Akhtar Ilyas. Ia meninggal pada tanggal 11 Rajab 1363 H. (Bis Bri Musliman, hal.583, Sawanih Muhammad Yusuf, hal. 144-146, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 2).

    Latar Belakang Berdirinya Jamaah Tabligh

    Asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad Ad-Dihlawi mengatakan, ”Ketika Muhammad Ilyas melihat mayoritas orang Meiwat (suku-suku yang tinggal di dekat Delhi, India) jauh dari ajaran Islam, berbaur dengan orang-orang Majusi para penyembah berhala Hindu, bahkan bernama dengan nama-nama mereka, serta tidak ada lagi keislaman yang tersisa kecuali hanya nama dan keturunan, kemudian kebodohan yang kian merata, tergeraklah hati Muhammad Ilyas. Pergilah ia ke Syaikhnya dan Syaikh tarekatnya, seperti Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi dan Asyraf Ali At-Tahanawi untuk membicarakan permasalahan ini. Dan ia pun akhirnya mendirikan gerakan tabligh di India, atas perintah dan arahan dari para syaikhnya tersebut.” (Nazhrah ‘Abirah I’tibariyyah Haulal Jama’ah At-Tablighiyyah, hal. 7-8, dinukil dari kitab Jama’atut Tabligh Aqa’iduha Wa Ta’rifuha, karya Sayyid Thaliburrahman, hal. 19)
    Merupakan suatu hal yang ma’ruf di kalangan tablighiyyin (para pengikut jamah tabligh, red) bahwasanya Muhammad Ilyas mendapatkan tugas dakwah tabligh ini setelah kepergiannya ke makam Rasulullah  (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 3).

    Markas Jamaah Tabligh

    Markas besar mereka berada di Delhi, tepatnya di daerah Nizhamuddin. Markas kedua berada di Raywind, sebuah desa di kota Lahore (Pakistan). Markas ketiga berada di kota Dakka (Bangladesh). Yang menarik, pada markas-markas mereka yang berada di daratan India itu, terdapat hizb (rajah) yang berisikan Surat Al-Falaq dan An-Naas, nama Allah yang agung, dan nomor 2-4-6-8 berulang 16 kali dalam bentuk segi empat, yang dikelilingi beberapa kode yang tidak dimengerti. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 14)
    Yang lebih mengenaskan, mereka mempunyai sebuah masjid di kota Delhi yang dijadikan markas oleh mereka, di mana di belakangnya terdapat empat buah kuburan. Dan ini menyerupai orang-orang Yahudi dan Nashrani, di mana mereka menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih dari kalangan mereka sebagai masjid. Padahal Rasulullah  melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid, bahkan mengkhabarkan bahwasanya mereka adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah . (Lihat Al-Qaulul Baligh Fit Tahdziri Min Jama’atit Tabligh, karya Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri, hal. 12)

    Asas dan Landasan Jamaah Tabligh

    Jamaah Tabligh mempunyai suatu asas dan landasan yang sangat teguh mereka pegang, bahkan cenderung berlebihan. Asas dan landasan ini mereka sebut dengan al-ushulus sittah (enam landasan pokok) atau ash-shifatus sittah (sifat yang enam), dengan rincian sebagai berikut:

    Sifat Pertama: Merealisasikan Kalimat Thayyibah Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah
    Mereka menafsirkan makna Laa Ilaha Illallah dengan: “mengeluarkan keyakinan yang rusak tentang sesuatu dari hati kita dan memasukkan keyakinan yang benar tentang dzat Allah, bahwasanya Dialah Sang Pencipta, Maha Pemberi Rizki, Maha Mendatangkan Mudharat dan Manfaat, Maha Memuliakan dan Menghinakan, Maha Menghidupkan dan Mematikan”. Kebanyakan pembicaraan mereka tentang tauhid, hanya berkisar pada tauhid rububiyyah semata (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 4).
    Padahal makna Laa Ilaha Illallah sebagaimana diterangkan para ulama adalah: “Tiada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah.” (Lihat Fathul Majid, karya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy Syaikh, hal. 52-55). Adapun makna merealisasikannya adalah merealisasikan tiga jenis tauhid; al-uluhiyyah, ar-rububiyyah, dan al-asma wash shifat (Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, karya Abu Ibrahim Ibnu Sulthan Al-’Adnani, hal. 10). Dan juga sebagaimana dikatakan Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan: “Merealisasikan tauhid artinya membersihkan dan memurnikan tauhid (dengan tiga jenisnya, pen) dari kesyirikan, bid’ah, dan kemaksiatan.” (Fathul Majid, hal. 75)
    Oleh karena itu, Asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad Ad-Dihlawi mengatakan bahwa di antara ‘keistimewaan’ Jamaah Tabligh dan para pemukanya adalah apa yang sering dikenal dari mereka bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berikrar dengan tauhid. Namun tauhid mereka tidak lebih dari tauhidnya kaum musyrikin Quraisy Makkah, di mana perkataan mereka dalam hal tauhid hanya berkisar pada tauhid rububiyyah saja, serta kental dengan warna-warna tashawwuf dan filsafatnya. Adapun tauhid uluhiyyah dan ibadah, mereka sangat kosong dari itu. Bahkan dalam hal ini, mereka termasuk golongan orang-orang musyrik. Sedangkan tauhid asma wash shifat, mereka berada dalam lingkaran Asya’irah serta Maturidiyyah, dan kepada Maturidiyyah mereka lebih dekat”. (Nazhrah ‘Abirah I’tibariyyah Haulal Jamaah At-Tablighiyyah, hal. 46).

    Sifat Kedua: Shalat dengan Penuh Kekhusyukan dan Rendah Diri
    Asy-Syaikh Hasan Janahi berkata: “Demikianlah perhatian mereka kepada shalat dan kekhusyukannya. Akan tetapi, di sisi lain mereka sangat buta tentang rukun-rukun shalat, kewajiban-kewajibannya, sunnah-sunnahnya, hukum sujud sahwi, dan perkara fiqih lainnya yang berhubungan dengan shalat dan thaharah. Seorang tablighi (pengikut Jamaah Tabligh, red) tidaklah mengetahui hal-hal tersebut kecuali hanya segelintir dari mereka.” (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 5- 6).

    Sifat ketiga: Keilmuan yang Ditopang dengan Dzikir
    Mereka membagi ilmu menjadi dua bagian. Yakni ilmu masail dan ilmu fadhail. Ilmu masail, menurut mereka, adalah ilmu yang dipelajari di negeri masing-masing. Sedangkan ilmu fadhail adalah ilmu yang dipelajari pada ritus khuruj (lihat penjelasan di bawah, red) dan pada majlis-majlis tabligh. Jadi, yang mereka maksudkan dengan ilmu adalah sebagian dari fadhail amal (amalan-amalan utama, pen) serta dasar-dasar pedoman Jamaah (secara umum), seperti sifat yang enam dan yang sejenisnya, dan hampir-hampir tidak ada lagi selain itu.
    Orang-orang yang bergaul dengan mereka tidak bisa memungkiri tentang keengganan mereka untuk menimba ilmu agama dari para ulama, serta tentang minimnya mereka dari buku-buku pengetahuan agama Islam. Bahkan mereka berusaha untuk menghalangi orang-orang yang cinta akan ilmu, dan berusaha menjauhkan mereka dari buku-buku agama dan para ulamanya. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 6 dengan ringkas).

    Sifat Keempat: Menghormati Setiap Muslim
    Sesungguhnya Jamaah Tabligh tidak mempunyai batasan-batasan tertentu dalam merealisasikan sifat keempat ini, khususnya dalam masalah al-wala (kecintaan) dan al-bara (kebencian). Demikian pula perilaku mereka yang bertentangan dengan kandungan sifat keempat ini di mana mereka memusuhi orang-orang yang menasehati mereka atau yang berpisah dari mereka dikarenakan beda pemahaman, walaupun orang tersebut ‘alim rabbani. Memang, hal ini tidak terjadi pada semua tablighiyyin, tapi inilah yang disorot oleh kebanyakan orang tentang mereka. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 8)

    Sifat Kelima: Memperbaiki Niat
    Tidak diragukan lagi bahwasanya memperbaiki niat termasuk pokok agama dan keikhlasan adalah porosnya. Akan tetapi semuanya membutuhkan ilmu. Dikarenakan Jamaah Tabligh adalah orang-orang yang minim ilmu agama, maka banyak pula kesalahan mereka dalam merealisasikan sifat kelima ini. Oleh karenanya engkau dapati mereka biasa shalat di masjid-masjid yang dibangun di atas kuburan. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 9)

    Sifat Keenam: Dakwah dan Khuruj di Jalan Allah subhanahu wata’ala
    Cara merealisasikannya adalah dengan menempuh khuruj (keluar untuk berdakwah, pen) bersama Jamaah Tabligh, empat bulan untuk seumur hidup, 40 hari pada tiap tahun, tiga hari setiap bulan, atau dua kali berkeliling pada tiap minggu. Yang pertama dengan menetap pada suatu daerah dan yang kedua dengan cara berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah yang lain. Hadir pada dua majelis ta’lim setiap hari, majelis ta’lim pertama diadakan di masjid sedangkan yang kedua diadakan di rumah. Meluangkan waktu 2,5 jam setiap hari untuk menjenguk orang sakit, mengunjungi para sesepuh dan bersilaturahmi, membaca satu juz Al Qur’an setiap hari, memelihara dzikir-dzikir pagi dan sore, membantu para jamaah yang khuruj, serta i’tikaf pada setiap malam Jum’at di markas. Dan sebelum melakukan khuruj, mereka selalu diberi hadiah-hadiah berupa konsep berdakwah (ala mereka, pen) yang disampaikan oleh salah seorang anggota jamaah yang berpengalaman dalam hal khuruj. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 9)
    Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan berkata: “Khuruj di jalan Allah adalah khuruj untuk berperang. Adapun apa yang sekarang ini mereka (Jamaah Tabligh, pen) sebut dengan khuruj maka ini bid’ah. Belum pernah ada (contoh) dari salaf tentang keluarnya seseorang untuk berdakwah di jalan Allah yang harus dibatasi dengan hari-hari tertentu. Bahkan hendaknya berdakwah sesuai dengan kemampuannya tanpa dibatasi dengan jamaah tertentu, atau dibatasi 40 hari, atau lebih sedikit atau lebih banyak.” (Aqwal Ulama As-Sunnah fi Jama’atit Tabligh, hal. 7)
    Asy-Syaikh Abdurrazzaq ‘Afifi berkata: “Khuruj mereka ini bukanlah di jalan Allah, tetapi di jalan Muhammad Ilyas. Mereka tidaklah berdakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah, akan tetapi berdakwah kepada (pemahaman) Muhammad Ilyas, syaikh mereka yang ada di Banglades (maksudnya India, pen). (Aqwal Ulama As Sunnah fi Jama’atit Tabligh, hal. 6)

    Aqidah Jamaah Tabligh dan Para Tokohnya

    Jamaah Tabligh dan para tokohnya, merupakan orang-orang yang sangat rancu dalam hal aqidah1. Demikian pula kitab referensi utama mereka Tablighi Nishab atau Fadhail A’mal karya Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi, merupakan kitab yang penuh dengan kesyirikan, bid’ah, dan khurafat. Di antara sekian banyak kesesatan mereka dalam masalah aqidah adalah2:
    1. Keyakinan tentang wihdatul wujud (bahwa Allah menyatu dengan alam ini). (Lihat kitab Tablighi Nishab, 2/407, bab Fadhail Shadaqat, cet. Idarah Nasyriyat Islam Urdu Bazar, Lahore).
    2. Sikap berlebihan terhadap orang-orang shalih dan keyakinan bahwa mereka mengetahui ilmu ghaib. (Lihat Fadhail A’mal, bab Fadhail Dzikir, hal. 468-469, dan hal. 540-541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore).
    3. Tawassul kepada Nabi (setelah wafatnya) dan juga kepada selainnya, serta berlebihannya mereka dalam hal ini. (Lihat Fadhail A’mal, bab Shalat, hal. 345, dan juga bab Fadhail Dzikir, hal. 481-482, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore).
    4. Keyakinan bahwa para syaikh sufi dapat menganugerahkan berkah dan ilmu laduni (lihat Fadhail A’mal, bab Fadhail Qur’an, hal. 202- 203, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore).
    5. Keyakinan bahwa seseorang bisa mempunyai ilmu kasyaf, yakni bisa menyingkap segala sesuatu dari perkara ghaib atau batin. (Lihat Fadhail A’mal, bab Dzikir, hal. 540- 541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore).
    6. Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan mengikuti tarekat Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi (lihat Shaqalatil Qulub, hal. 190). Oleh karena itu, Muhammad Ilyas sang pendiri Jamaah Tabligh telah membai’atnya di atas tarekat Jisytiyyah pada tahun 1314 H, bahkan terkadang ia bangun malam semata-mata untuk melihat wajah syaikhnya tersebut. (Kitab Sawanih Muhammad Yusuf, hal. 143, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 2).
    7. Saling berbai’at terhadap pimpinan mereka di atas empat tarekat sufi: Jisytiyyah, Naqsyabandiyyah, Qadiriyyah, dan Sahruwardiyyah. (Ad-Da’wah fi Jaziratil ‘Arab, karya Asy-Syaikh Sa’ad Al-Hushain, hal. 9-10, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 12).
    8. Keyakinan tentang keluarnya tangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari kubur beliau untuk berjabat tangan dengan Asy-Syaikh Ahmad Ar-Rifa’i. (Fadhail A’mal, bab Fadhail Ash-Shalati ‘alan Nabi, hal. 19, cet. Idarah Isya’at Diyanat Anarkli, Lahore).
    9. Kebenaran suatu kaidah, bahwasanya segala sesuatu yang menyebabkan permusuhan, perpecahan, atau perselisihan -walaupun ia benar- maka harus dibuang sejauh-jauhnya dari manhaj Jamaah. (Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, hal. 10).
    10. Keharusan untuk bertaqlid (lihat Dzikir Wa I’tikaf Key Ahmiyat, karya Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi, hal. 94, dinukil dari Jama’atut Tabligh ‘Aqaiduha wa Ta’rifuha, hal. 70).
    11. Banyaknya cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits lemah/ palsu di dalam kitab Fadhail A’mal mereka, di antaranya apa yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Hasan Janahi dalam kitabnya Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 46-47 dan hal. 50-52. Bahkan cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits palsu inilah yang mereka jadikan sebagai bahan utama untuk berdakwah. Wallahul Musta’an.

    Fatwa Para Ulama Tentang Jamaah Tabligh

    1. Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Siapa saja yang berdakwah di jalan Allah bisa disebut “muballigh” artinya: (Sampaikan apa yang datang dariku (Rasulullah), walaupun hanya satu ayat), akan tetapi Jamaah Tabligh India yang ma’ruf dewasa ini mempunyai sekian banyak khurafat, bid’ah dan kesyirikan. Maka dari itu, tidak boleh khuruj bersama mereka kecuali bagi seorang yang berilmu, yang keluar (khuruj) bersama mereka dalam rangka mengingkari (kebatilan mereka) dan mengajarkan ilmu kepada mereka. Adapun khuruj, semata ikut dengan mereka maka tidak boleh”.
    2. Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali berkata: “Semoga Allah merahmati Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz (atas pengecualian beliau tentang bolehnya khuruj bersama Jamaah Tabligh untuk mengingkari kebatilan mereka dan mengajarkan ilmu kepada mereka, pen), karena jika mereka mau menerima nasehat dan bimbingan dari ahlul ilmi maka tidak akan ada rasa keberatan untuk khuruj bersama mereka. Namun kenyataannya, mereka tidak mau menerima nasehat dan tidak mau rujuk dari kebatilan mereka, dikarenakan kuatnya fanatisme mereka dan kuatnya mereka dalam mengikuti hawa nafsu. Jika mereka benar-benar menerima nasehat dari ulama, niscaya mereka telah tinggalkan manhaj mereka yang batil itu dan akan menempuh jalan ahlut tauhid dan ahlus sunnah. Nah, jika demikian permasalahannya, maka tidak boleh keluar (khuruj) bersama mereka sebagaimana manhaj as-salafush shalih yang berdiri di atas Al Qur’an dan As Sunnah dalam hal tahdzir (peringatan) terhadap ahlul bid’ah dan peringatan untuk tidak bergaul serta duduk bersama mereka. Yang demikian itu (tidak bolehnya khuruj bersama mereka secara mutlak, pen), dikarenakan termasuk memperbanyak jumlah mereka dan membantu mereka dalam menyebarkan kesesatan. Ini termasuk perbuatan penipuan terhadap Islam dan kaum muslimin, serta sebagai bentuk partisipasi bersama mereka dalam hal dosa dan kekejian. Terlebih lagi mereka saling berbai’at di atas empat tarekat sufi yang padanya terdapat keyakinan hulul, wihdatul wujud, kesyirikan dan kebid’ahan”.
    3. Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh rahimahullah berkata: “Bahwasanya organisasi ini (Jamaah Tabligh, pen) tidak ada kebaikan padanya. Dan sungguh ia sebagai organisasi bid’ah dan sesat. Dengan membaca buku-buku mereka, maka benar-benar kami dapati kesesatan, bid’ah, ajakan kepada peribadatan terhadap kubur-kubur dan kesyirikan, sesuatu yang tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu -insya Allah- kami akan membantah dan membongkar kesesatan dan kebatilannya”.
    4. Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: “Jamaah Tabligh tidaklah berdiri di atas manhaj Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam serta pemahaman as-salafus shalih.” Beliau juga berkata: “Dakwah Jamaah Tabligh adalah dakwah sufi modern yang semata-mata berorientasi kepada akhlak. Adapun pembenahan terhadap aqidah masyarakat, maka sedikit pun tidak mereka lakukan, karena -menurut mereka- bisa menyebabkan perpecahan”. Beliau juga berkata: “Maka Jamaah Tabligh tidaklah mempunyai prinsip keilmuan, yang mana mereka adalah orang-orang yang selalu berubah-ubah dengan perubahan yang luar biasa, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada”.
    5. Asy-Syaikh Al-Allamah Abdurrazzaq ‘Afifi berkata: “Kenyataannya mereka adalah ahlul bid’ah yang menyimpang dan orang-orang tarekat Qadiriyyah dan yang lainnya. Khuruj mereka bukanlah di jalan Allah, akan tetapi di jalan Muhammad Ilyas. Mereka tidaklah berdakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah, akan tetapi kepada Muhammad Ilyas, syaikh mereka di Bangladesh (maksudnya India, pen)”.
    Demikianlah selayang pandang tentang hakikat Jamaah Tabligh, semoga sebagai nasehat dan peringatan bagi pencari kebenaran. Wallahul Muwaffiq wal Hadi Ila Aqwamith Thariq.

    • ACHMAD PURWANTO Berkata:

      SEMOGA ALLOH SUBHANAHU TA A’ALA BERSAMA ROSULULLOH MEMAAFKAN ANTUM, DAN DIBERIKAN HIDAYAH, SETIAP KARKUN AKAN MENDOAKAN ANTUM, LA ILAA HA ILALLOH MUHAMMAD ROSULLULLOH

  5. Abu BH Berkata:

    Copy paste adalah seburuk-buruk TAQLID Buta :mrgreen:

  6. abu doank Berkata:

    lalu tempat orang yg taqlid buta ini dimana?

  7. haraky-yamani Berkata:

    orang yg masuk jamaah tabligh adalah nikmat terbaik yg Allah berikan setelah Islam. kata nabi org beriman itu dapat cobaan musuh dari 4 hal: syetan, nafsu, kafir dan orang islam sendiri.
    jadi para dai penerus nabi teruslah bekerja, sesungguhnya Allah, rasulNya dan org mukmin yg menilai.
    teruslah datangi manusia, fazakkir innazikra tanfaul mumminin, kalau gak bermanfaat bukan org beriman
    teruslah beramala, sampai kau menemui keyakinan yg sebenarnya (maut)
    bersabarlah terhadap ucapan mereka, tidak ada balasan kesabaran selain jannah.
    buat rasulullah tersenyum di haudh.
    para dai keliling, kalianlah yg pantas mewarisi gelaran hamba sholeh khalifah bumi penyambut mahdi dan isa as
    jgn pernah kendor, karena sebaik2 golongan adalah org yg menyeru kepada taat
    jamaah tabligh adalah sebenar2 rezeky, bukan yg lain

  8. bermukamasam Berkata:

    memang ibarat film tanpa peran penjahat, membosankan
    dunia tanpa iblis, hambar
    bumi tanpa amerika serikat, menjemukan
    islam tanpa salafy, gak semangat.

  9. Abu BH Berkata:

    @abu doank

    tempatnya ya… di dalam BH alias kotang
    udah buta pake kacamata BH lagi

    masih mending kuda pak Kusir pake kacamata masih bisa berpacu

    -Burhan Hasan-

  10. abumaulid Berkata:

    @ Abu Burhan Hasan-Copy paste adalah seburuk-buruk TAQLID Buta.

    Langsung memvonis taklid buta itu tidak baik Mas. Tidak bijaksana juga menggunakan kata-kata yang tidak sopan seperti di komentar antum selanjutnya. Fatwa ulama, kitab-kitab yang dinukil dari artikel tersebut adalah buah karya ulama yang syarat dengan nasihat. Copypaste di atas terdapat ilmu yang bisa dipetik bagi orang-orang yang mau berpikir, insya Allah. Hati-hati dengan perkataan kita karena lisan kita nanti akan dimintai pertanggungjawaban. Mohon maaf, jangan salah sangka atas tanggapan saya karena ini bentuk nasihat seorang muslim kepada saudaranya yang muslim. Wallahul muwafiq

  11. abdulsomad Berkata:

    Assalamualaikum wr wb
    @ Achi abumaulid
    Seandainya gaya bahasa yang lembut begini bisa terus antum pertahankan
    INSYA ALLAH Dunia akan menjadi teduh

  12. the70no Berkata:

    # the23wind Says:
    Juli 4th, 2007 at 12:50 pm

    saya cuma berdoa, jangan sampai pecah perang sesama sodara seiman, tanda2 kehancuran umat niy…bisakah qta saling mengayomi dan menjadikan ISLAM sebagai rahmat bagi semesta alam dan umatnya?

    11. abdulsomad Says:
    Juli 27th, 2007 at 4:05 am

    Assalamualaikum wr wb
    @ Achi abumaulid
    Seandainya gaya bahasa yang lembut begini bisa terus antum
    pertahankan
    INSYA ALLAH Dunia akan menjadi teduh

    Setuju …

  13. abumaulid Berkata:

    tapi bukan artinya saya setuju dengan kebid’ahan kelompok karkun aw jamaah tabligh dhol.

  14. sikabayan Berkata:

    euh… memang yah… Al ‘Ashr… saling mengingatkan… yang ingat mengingatkan yang lupa.. kalau berbantahan kata Rasulullah SAW. mah khusus dengan dajjal… jika dajjal datang setelah aku tidak ada… katanyah… perangilah dengan berbantahan… gituh…

  15. cucu wakdul somad Berkata:

    @Abu Maulid
    Kami gak butuh pengakuan atau persetujuan antum
    Antum bukan nabi, bukan ulama, bukan siapa siapa

    Agama ini milik ALLAH, bukan mllik kamu

    Kami cuma butuh pengakuan dari ALLAH saja, butuh Ke REDHO-an NYA saja,
    ALLAH SWT, TUHAN Yg Menguasai DUNIA, YG juga Menguasai LISAN antum yang sombong itu….

    • ACHMAD PURWANTO Berkata:

      ASSALAMU’ALAIKUM PARA SHOLIHIN

      MAAF ADA YANG TAU HALAQOH KOTA REMBANG, SOALNYA ANA BARU DI TABLIGH, INGIN RASANYA NTAR LEBARAN SILAHTURAHMI KE HALAQOH KOTA KELAHIRAN,
      JAZAKALLOH

      WASSALAM

  16. papabonbon Berkata:

    Kauredah DIA
    Kautakik DIA;
    Satu persatu cabaran, dengan tabah kautawan.

    Aku dengar kau alim sekarang, kawan
    Bahasamu berlapik, tuturmu halus belaka
    Tidak lagi memekik, macam orang Melaka
    Jelinganmu rendah, matamu sejuk bak salji
    Isterimu berpurdah, anakmu khusyuk mengaji

    ===

    bahasa yg dipakai bahasa malesa sekali yah … ada terjemahan bahasa jawanya gak ..biar bisa narsis, gitu lho … :D

    Sementara belum diterjemahkan tuh
    tapi kalo mau di copipeis silahkan, monggo…

  17. Anto Abu Maulid siapakah dia??* « sebuah sisi kehidupan yang berbeda Berkata:

    [...] Mungkin g penting kali yah…[he-he] mungkin mas juga udah bosen baca-baca komentar dari para karkun-karkun JT ( Jema’ah T***** ) itu. Atau dari para pemuja Akal dan para penentang Sunnah atau [...]

  18. Haitan Rachman Berkata:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Hari kita berkenalan dan terlibat dalam usaha da’wah dan tabligh (orang mengenalnya dengan Jama’ah Tabligh). Dan orang yang terlibat disebut sebauah Karkun. Sebuah kata yang sangat unik sebenarnya. Karena kata ini seperti istilah khas. Sebenarnya kita yang terlibat atau juga kaum muslimin yang berkeinginan mengetahui usaha da’wah ini tidak perlu menjadi was-was.

    Karena kata itu merupakan pembendaharaan. Mungkin kita mengenal kata “efisien” atau “produktif”, kenapa kita mengenal dua kata ini dengan baik di kalangan kita. Bahkan kalangan awam sendiri sudah mulai dikenal dengan baik. Hal ini dikarenakan pengaruh dari proses manajemen modern yang berasal dari Barat, dimana bahasanya lebih berbahasa Inggris. Jadilah kata ini lebih diadopsi ke dalam bahasa kita.

    Sama juga dengan kata Karkun. Sebuah kata yang bermakna “pekerja” yaitu orang terlebih dalam dalam kerja-kerja secara aktif. Bahasa ini berasal dari bahas daratan asia tengah. Pengaruh usaha da’wah memang berasal dari daratan asia tengah, sehingga kata ini dapat diadopsi ke dalam bahasa kita.

    Sama halnya dengan “da’i” atau juga “muballigh”, tetapi istilah ini mempunyai posisi yang sangat khas di kalangan kita di Indonesia, sehingga istilah karkun akan lebih mudah diadopsi agar kita belajar dengan baik terhadap usaha da’wah ini, dan kita aktif terhadap usaha ini juga.

    Usaha da’wah ini banyak diberikan komentar dari kalangan salafi, bahkan fatwa-fatwanya bertebaran di mana. Kami sangat senang untuk dapat bermudzakarah dengan baik, tetapi kadangkala kerangka analisa kaum muslimin ini berbeda-beda. Sehingga kadangkala titik temu akan menjadi susah diperoleh. Atau mungkin bahkan menganggap bahwa fatwa-fatwa itu sudah mutlak.

    Kami coba berikan pandangan berimbang terhadap pandangan-pandangan Ulama di situs kami sendiri, http://usahadawah.wordpress.com, dan untuk lebih mendalamnya kami sediakan blog secara lebih kajian secara sangat dalam dari pandangan ulama di jaman lalu http://shahabat.wordpress.com. Kita akan banyak belajar, apakah usaha da’wah ini memang baru atau memang ada asalnya.

    Kita akan sulit mengatakan bahwa usaha da’wah ini ada asalnya dari sebuah perjalanan sejarah itu. Karena kita selalu menggunakan kerangka dari orang lain, misalkan kita Copy-Pastekan. Coba kita belajar lagi dan lagi dari sumber-sumber terdahulu, sehingga kita akan mendapatkannya pecerahan secara khusus terhadap usaha da’wah ini.

    Jika kami sangat senang untuk dapat bertemu, silahkan datang ke tempat kami di Bandung, jln. Parakan Asih No. 15. Kita akan bermudzakarah dengan rileks, dan sambil membuka-buka kitab. Alhamdulillah, kami memiliki cukup banyak kitab teks ulama dulu, bahkan ulama syeikh Al-banni sendiri kami punya.

    Tiga hadits yang dituliskan syeikh Al-Banni dalam kitab silsilah hadits shohihnya, sebenarnya memberikan dorongan kepada kami untuk lebih terlibat dalam usaha da’wah dan tabligh.

    Sekian dulu,
    Haitan Rachman
    http://haitanrachman.wordpress.com
    http://usahadawah.wordpress.com

  19. abaizzat Berkata:

    Salam jenggot Wak!

  20. abahbaim Berkata:

    bismillah..
    halo wadeleh…semoga surat ini membawa kebaikan.
    sebagai seorang mantan jamaah tabligh.
    saya sendiri ragu dengan apa yang telah didakwahkan dalam khuruj..
    bagaimana mungkin saya klaim bahwa apa yang didakwahkan oleh tabligh itu mencocoki apa yang dibawa Nabi salallahualaihi wassalaam.
    Para pengikut Nabi dulu dikejar-kejar karena mendakwahkan kalimat TAUHID.
    mereka para Nabi, Rasul dan para pengikutnya dianggap menyalakan perbedaan pendapat dengan masyarakat …
    Adat yang kental berupa kebaktian terhadap situs Candi, Menhir, Pohon Keramat
    dikatakan oleh mereka bahwa para Nabi dan Rasul membawa perpecahan…

    sementara Tabligh mengharamkan Pembahasan Khilafiah dalam khuruj mereka..
    tidak boleh mengutak-atik aib masyarakat…

    Saya masih ingat bagaimana tolerannya para pegiat tabligh terhadap acara2 tahlilan dan semacamnya dari kaum sufi…

    bagaimana Tabligh mengharamkan selonjor kaki menghadap kiblat tanpa dalil sedikitpun dari Al-Qur’an dan Hadits..

    Tidak perlu jadi salafy untuk mengatakan bahwa Jamaah Tabligh adalah jamaah sufi…karena saya ini asalnya Muhammadiyah..

    dan antara Muhammadiyah dengan Dakwah Wahabi adalah satu rumpun…
    tidak perlu terlalu alim untuk mengatakan bahwa dakwah anda mengingkari Dakwah Tauhid…

    Dakwah Tabligh adalah dakwah yang menyeru manusia untuk menjadi seorang ‘Abid…Ahli Ibadah…Itu baik.
    Akan tetapi kalau dakwah itu melupakan Syirik dan Bid’ah…
    Cenderung menyibukkan manusia dengan berbagai macam amalan ibadah…
    tidak perlu terlibat diskusi mencari kebenaran..
    Apalagi harus berdakwah menyeru manusia untuk meninggalkan Kesyirikan dan Kebid’ahan…

    Maka tidak ragu lagi Dakwah itu sudah bukan mengikuti dakwah Para Nabi…
    Akan tetapi dakwah kaum yang tidak sadar bahwa dakwah mereka akan menjadikan manusia jauh dari pengetahuan apa itu syirik dan bid’ah….

    Karena itulah saya tobat dari Jamaah Tabligh…
    Saya telah dilalaikan selama satu semester hanya untuk membacakan kisah dalam hayatus shahabah yang didalamnya banyak cerita tanpa sanad dan entah darimana…

    Saya bertobat dari bagaimana mungkin saya mengharamkan selonjor kaki ke kiblat tanpa ada dalil al-Qur’an dan Sunnah….

    Saya bertobat dari beramal tanpa ilmu..Seperti jejak kaum Nasrani..

    Saya bertobat dari hati yang damai tapi kosong dari ilmu….

    Saya bertobat dari jamaah sufi yang memandang Dakwah Tauhid menjauhkan manusia dari Islam..

    Bagaimana mereka menjauhkan masyarakat dari Sunnah..

    (Saya telah mendengar bahwa pada saat pertemuan di Temboro Magetan telah diadakan dzikir berjamaah …..)

    Demikian surat ini semoga meluruskan paham anda…
    Bahwa bukan hanya salafy…tapi aktivis muhammadiyah pun sama..

    Semoga dakwah islam ini tetap pada bentuk asalnya..Dakwah Tauhid

  21. herry Berkata:

    SESAT MANA :
    1. JT : Dakwah dengan harta dan diri sendiri
    WHB : Ngisi taklim dibayar, Belajar di Ma’had dapet beasiswa, Ulama berfatwa digaji
    2. JT : Mengajarkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad
    WHB : Mengajarkan (memaksakan) Bid’ah dan Syirik versi mereka kepada ummat
    3. JT : Bertebaran ke pelosok dunia mengajak Ummat yakin kepada Allah, menghidupkan sunnah, ibadah, menuntut ilmu, memuliakan ulama dan orang Islam, ikhlash beramal, dan menjadikan dakwah sebagai maksud hidup ummat.
    WHB : Bertebaran bilang semua tarekat bid’ah, NU JT IM HT Sesat dan menyesatkan, nempel2 famplet, cetak buku dan majalah. Bahkan Imam AlGhozali, Syafi’i Sesat juga, bahkan Usman ra pun sesat. Yang di panuti, Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Abd Wahhab, Ibnu Katsir, Ibnu Qoyyim, Bin Baz, Uysaimin, Muqbil, Albani, Madkholi yang sefaham dengan mereka.
    4. JT : Menziarahi seluruh masjid.
    WHB : Mengunci Masjid Nabawi yang dahulu di zaman Nabi menjadi Pusat Dakwah
    5. JT : Suka ziarah makam Rasul
    WHB : Ziarah makan Rasul BID’AH
    6. JT : Taklim untuk mengghairahkan ummat beribadah
    WHB : Taklim untuk menggembosi harakat2 Islam
    7. JT : Usaha Nubuwah tidak menginginkan kerjaan HUKUMAH
    WHB : Rala dengan sistem kerajaan
    8. JT : Lemah lembut dalam berdakwah
    WHB : Keras untuk yang mereka anggap musuh, tapi lembek terhadap raja dan pangeran2 suud
    9. JT : Hormat kepada Nabi Muhammad dan Shahabat2nya
    WHB : Hormat kepada Raja Suud, dan benci kepada Dzuruyat Nabi karena pesanan kerjaan agar kerajaan suud tetap langgeng
    10. JT : Ada di seluruh negara Islam maupun kafir
    WHB : Ada di blog, majalah, dan buku
    SILAHKAN PILIH

  22. herry Berkata:

    JANGAN PANGGIL MEREKA SALAFY, TAPI PANGGIL MEREKA WAHABY

    Kalo Gak Puas jawab pertanyaan ini?

    APAKAH WAHABY SAMA DENGAN GENERASI NABI DAN SHAHABAT?

    LAA, LAM, LAN TIDAK SAMA

  23. WongIslam Berkata:

    Pak herry…That’s quite a knock out! tapi pak perhatian saya agak tercurah ke sini:
    quote:
    …”Bahkan Imam AlGhozali, Syafi’i Sesat juga, bahkan Usman ra pun sesat. ”

    Nah aku pengen tau ada linknya gak yang memberitakan bahwa mereka itu mengganggap sesat Al-Ghozali dan Imam Syafi’i?

    quote:
    …”Hormat kepada Raja Suud, dan benci kepada Dzuruyat Nabi karena pesanan kerjaan agar kerajaan suud tetap langgeng”

    Nah kalo ini saya ngerti nih, mereka ini agak gimana gitu.., sikap mereka kepada para haba’ib.

  24. Agus Berkata:

    Ya Allah kapankah semua ini berakhir… tidak terbayang bagaimana sedihnya asulullah melihat hambanya saling mencaci satu sama lain…

    • ACHMAD PURWANTO Berkata:

      MUJAHID2 ROSUL MEMPUNYAI SIFAT2 YANG BERMACAM-MACAM, TETAPI UNTUK KAUM MUNAFIK HARUS TETAP DIKERASI, JIKA TIDAK MAKA ISLAM YANG DIBAWA ROSUL AKAN HANCUR, TETAPI JIKA MENGENAI RISAU SAUDARA YG BELUM TOBAT, MAKA HATI KAMI AKAN HALUS SEHALUS, SEHALUS AIR MATA TAHAJUD

  25. mata-mata Berkata:

    Kepada dik irf mengambil dalil kok lewat majalah asysyariah atau as-sunnah karena saya sudah membaca 10 tahun yang lalu mungkin anda salafy pra TK dan perlu anda ketahui para salafy sekarang sudah mau zikir lama-lama habis sholat dan sholat ISRO padahal amalan tersebut pernah di cap bid’ah,sufy modern

  26. mata-mata Berkata:

    Kepada dik irf kalau ingin lihat suasana agama hidup datamg saja Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan Jawa Timur . Kalau ingin kesana naik Bus jurusan Surabaya turun Glodok Pabrik Gula lalu naik ojek tujuan Pondok / Markas dengan ongkos rp. 10.000 rupiah

  27. Usaha Jamaah ini sesat? « wak AbduLSomad Berkata:

    [...] Karkun [...]

  28. abahoryza Berkata:

    he he he saya inget tertib dakwah, salah satunya jangan berdebat …

    tapi kalo kayak gini gimana dunk, mungkin caranya jangan terpancing dan gunakan moderasi, tapi saya pernah komentar di blog salafy, hi hi hi semua komen saya di hapus, apakah itu adil juga???

    yah mungkin solusinya saling menasihati ajah, jangan saling mematahkan, berlemah lemah lembut lah kawan semua, …

  29. aBDILLAH Berkata:

    Ass, Wr. Wb
    Saya ingin komentar sedikit, kalo benar2 salafi merasa benar boleh saya tantang…(maaf bkn sombong)
    Kita solat malam sama2 (tahajud) sebanyak2nya dirmh masing2, kemudian berdoa kpd Allah S.W.T…. saya berdoa: apabila Whb benar maka cacatkanlah tubuh saya, dan berikanlah saya petunjuk jalan yg benar.
    Salafi berdoa: apabila JT benar maka cacatkanlah tubuh saya, dan berikanlah saya petunjuk jalan yg benar.
    Gimana… kaum salafi adakah yang berani…?

  30. hanai Berkata:

    SALAFI = SALAH FILIH……….. Haaaaa…..Haaaa…..100X
    SALAFI = SALAH FIKIR……….. Haaaaa…..Haaaa…..100X
    SALAFI = SALAH FIKROH……….. Haaaaa…..Haaaa…..100X
    SALAFI = SALAH FITNAH……….. Haaaaa…..Haaaa…..100X
    Afwan…..All..

  31. abdullah Berkata:

    ana karkun tapi diatas manhaj shahabat bukan diatas manhaj maulana ilyas, karena maulana Ilyas ingin kita kembali ke manhaj shahabt, ambil dari salafi yang baiknya, buang yang yang jeleknya, kita manfaatkan ilmu mereka untuk berdakwah dijalan Allah, 3 hari 40 hr 4 bln n selama-lamanya.
    ingat lagi shahabat cermin kita bukan masyeikh, ana juga tetep masih khuruj. hidup khuruj , salafy tabligy

  32. Abu Fadhlan Berkata:

    Makanya Maulana Muhammad Yusuf tidak menyusun kitab petunjuk Da’wah dan Tabligh, tetapi menyusun Hayatu Shahabat karena tuntunan Da’wah dan Tabligh yang dikehendaki Allah adalah Jalan Da’wah Nabi dan Para sahabat dan orang2 yang mengikuti mereka dengan baik.

    Bergerak dengan Musyawarah Insya Allah ada keberkahan

  33. Abu Saqila Berkata:

    ngapain salafy dipikirin, lebih baik cari tasykilan baru.

  34. Abu Saqila Berkata:

    Salam kenal…. saya karkun dari padangpanjang sumbar.

  35. orang jogja bagian sleman Berkata:

    Mas Abu Saqila anda juga harus benar-benar menjaga tasykilan baru karena Salafy Wahabi sering menghasut dan mengajak pengajian ke tempat Salafy Wahabi biasanya di pengajian Salafy Wahabi sering membahas golongan-golongan Islam yang sesat dan masuk neraka

  36. irgunawan Berkata:

    Di tempat saya malah anak2 tabligh yang paling instiqomah ikut pengajian salafy, katanya sih makin kenceng dakwah, dan ternyata benar, semua yang rajin ngaji ke salafy malah tambah istiqomah kerja dakwah, walaupun murabbi nya sikat terus bentak sana-sini biar ga ikut tablig lagi, tetap aja jalan terus.
    Menurut saya dengan kerja tablig+ngaji salaf, insya Allah akan semakin istiqomah dalam kerja dakwah.
    Mau bukti? Karkun ikut ngaji, niat luruskan buat nyari ilmu, bukan buat PDKT ma ustadz salafy. Liat perkembangan dakwah sebelum dan sesudahnya.

  37. Abu Saqila Berkata:

    Kalau saya malah sebaliknya, dahulu saya mengajar 4 kali seminggu dimasjid muhalla, setelah 2 thn saya mengajar, salafy masuk dikota saya, dan dia buat pengajian 2 kali seminggu yang kebetulan harinya berbeda dgn hari pengajian saya. lalu saya anjurkan pada murid saya utk nambah ilmu ke pengajian salafy, setela beberapa bulan sebagian murid sudah sudah pandai mengatakan pengajian saya sesat<< YAA ALLAH AMPUNKANLAH MEREKA SEMUA..

  38. korban dan menyaksikan Berkata:

    Mas Abu Saqila biarkan saja Salafy Wahabi mengatakan sesat atau berkomentar dengan berkitab-kitab karena Salafy Wahabi di Jogjakarta sekarang sudah pada mau zikir lama-lama habis sholat wajib secara berjamaah di masjid padahal kalau habis sholat wajib zikir sebentar lalu sholat sunnat setelah itu kabur mungkin setelah mengaji selama 15 tahun menemukan dalilnya dan sekarang Salafy Wahabi juga mengerjakan do’a dengan mengangkat tangan di antara adzan dan iqomad padahal amalan tersebut belum pernah di kerjakan mungkin juga setelah mengaji selama 15 tahun

  39. korban dan menyaksikan Berkata:

    Mas Abu Saqila saya ingin menambahi lagi sekarang Salafy Wahabi di Yogyakarta sudah mau berdo’a dengan mengangkat tangan di antara adzan dan iqomad

  40. @bu haniif Berkata:

    “Kita Ummat yang satu” Semoga semua salafy mau bertablig, Insya Allah berkah

  41. opik Berkata:

    Amal tanpa ilmu larinya sesat
    Semakin mantap iman semakin kuat amalan
    Tingginya ilmu seharusnya dibarengi dengan amal
    Kalau semakin tinggi ilmu malulah bila iman tak naik2
    Ilmu itu sarana, yang lebih penting amalan
    Ilmu akan kena hisab bila tak diamalkan
    Buat yang ilmunya tinggi-tinggi segera amalkan Shalat Berjamaah di tempat dimana Adzan dikumandangkan, tempat turunnya rahmat..

    Assalamu’alaikum Wak…kapan2 nusroh ke Bandung!

  42. Abu Tsabit Berkata:

    Kepada para sahabat seperjuangan. ana haturkan penghargaan dan terima kasih atas usaha antum sekalian dalam menerangkan kepada umat tentang kesalahpahaman terhadap usaha dakwah (orang kata JT). Anyway, kita tetap harus ingat bahwa usaha sebenarnya adalah islah diri dan ummat dgn terus istiqomah dan menambah pengorbanan dalam usaha dakwah.

  43. Abu Alkayyis Berkata:

    Ass Wak saya sambungin ya di http://imanyakin.wordpress.com

  44. ahmad zubair Berkata:

    ass, saya telah membaca tulisan diatas yang berkenaan dgn jamaah tabligh, masalah bid’ah yang diperbuat , mesjid mereka, semua yang dituduhkan itu hanya berdasarkan copy paste dari tulisan tulisan yang mana tulisan itu bisa saja dikatakan dari ulma ini dan itu.
    saya menyarankan untuk bertabayyun, sehingga apa yang ada dalam benak kita tentang masalah ini jelas.
    lebih bagusnya lang sung aja datang ke markas-markas dakwah mereka dan tanyakan langsung kepada dewan syurojamaah tabligh.

  45. bobby Berkata:

    oooooi para salafiiiiikir……..loe harus bisa bedaain mana yg ulama…dgn ulama Khawarijh……jgn asal ngomomg…loe belom cukup ilmu untuk berfatwa….bilangin ada jama ah sesat laa.yg sesat itu loe ….ikut sunah khawarijh….,tahu ga loe kalau ibnu tamiyah masih hidup pasti lagi keluar 4 bulan ……..

  46. ikhwan Berkata:

    Assalamualaikum wr.wb

    Saudara/saudariku yang dimuliakan Allah SWT

    Saya ingin mengajak berpikir dan merenungi kenyataan yang terjadi di kehidupan kita dan kehidupan umat nabi SAW yang mulia ini :

    Orang dulu beroleh iman dan ilmu agama ISLAM yang SEMPURNA bukan hanya lewat mudzakaroh dan apalagi mendapatkan iman dan ilmu dari buku-buku, akan tetapi dengan pengorbanan segalanya dijalan Allah , contoh : SahabatAbu Bakar Asshidiq yang menyerahkan seluruh harta, diri, waktu dan keluarga di jalan Allah sehingga Nabi memuji beliau sebagai salah satu orang yang paling benar Iman dan Islamnya

    Dari situlah mereka telah meraih nikmatnya iman dan ilmu Agama yang SEMPURNA yang langsung dipraktekkan di medan perjuangan dakwah.

    para sahabat, para tabiin, tabiuttabiiin, para syuhada, para wali dan para juru dakwah setelah mereka, datang berdakwah dan bertabligh mendatangi umat ke Tanah Nusantara dan keseluruh penjuru negeri-negeri di dunia dengan pengorbanan, tinggalkan rumah, tanah air, keluarga dll, serta kesenangan-kesenagan hidup di dunia yang di dalam AlQur’an disebutkan sebagai kesenangan hidup yang sementara, fana dan sering melenakan/melalaikan manusia dari agama, karena saking pahamnya mereka atas agama yang mulia ini dan pentingnya untuk melanjutkan risalah dakwah ini yakni usaha atas agama demi mencapai keselamatan dirinya sendiri, kesempurnaan agamanya, keselamatan keluarganya dan demi keselamatan umat manusia seluruhnya sebagaimana yang di contohkan dan diperintahkan Nabi SAW yang mulia (sampai dengan hari ini perjuangan tersebut terus berlanjut/coba baca sejarah dan cocokkan dengan kenyataan yang ada)Jadi Agama tersebar tidak dibawa angin…tapi lewat pengorbanan orang-orang yang mulia tersebut.

    berkat pengorbanan mereka yang mulia, kita umat Islam dapat terlahir ke dunia ini langsung beragama islam (meskipun hanya warisan dari orang tua kita)

    ini jasa siapa ?… kita hari ini bisa sholat, bisa taklim dengan ulama-ulama kita , bisa dakwah, dll… ini jasa siapa?

    Andaikan Negeri ini seperti Amerika yang belum begitu ada orang berdakwah dari dulu- dulu, sehingga sampai saat ini mereka masih belum menikmati agama yang mulia ini dan masih berkubang dengan kemaksiatan…. sekali lagi ini jasa siapa ?…

    Lantas.. pantaskah kita setelah kita telah menikmati semua jerih payah pengorbanan dengan diri dan harta orang-orang dahulu, lantas kita mencaci maki..mereka .. menbid’ahkan mereka, menyasatkan mereka dengan alasan.. menurut ulama kami begini..begitu..

    Ya Allah,, coba pikirkan semua ini, renungkan saudara/saudariku..

    Mungkin jika kita hidup di negeri Kafir, saat ini kita juga masih kafir dan jahil,, jauh dari sunah2 nabi yang mulia, belum duduk dalam halaqoh taklim bersama teman-teman muslim kita dan dengan para ulama atau para masyaikh kita.

    Kalo kita hari ini setelah dapat ilmu dari ulama kita, terus kita merasa paling benar dan paling berilmu kemudian menyalahkan saudara-saudari kita yang tidak menimba ilmu dari ulama yang sama. Ppantaskah kita berahlak seperti itu, lantas manakah arti slogan “kami ahlu sunnah yang mengikuti agama seperti yang di contohkan Nabi SAW dan para Sahabat RA”. Apakah ahlak seperti itu Sunnah ??? Apakah ahllak Nabi seperti itu ? bicara kasar dengan saudara muslim, menuduh orang, menyesatkan orang sampai Naudzubillah mengkafirkan saudara muslim yang belum tentu benar-benar salahnya. Apakah Ada dalil atau jaminan dari Allah SWT bahwa anda yang paling benar dan ulama anda itulah yang paling benar dan masuk surga sehingga yang lain pasti dan pasti masuk neraka. Coba mana saya pingin tahu.. Coba antum/anti belajar lagi agama ini. Karena islam itu bukan hanya akidah dan ibadah saja akan tetapi yang namanya Dien atau agama Islam yang sempurna itu adalah meliputi Imaniyah, Ubudiyah, Muamalah, Muasyararoh, Ahlak mengikuti seluruh kehidupan Nabi SAW selama 24 Jam. termasuk, bersiwak, berbicara dengan ahlak yang mulia kepada sesama manusia terlebih-lebih kepada sesama muslim. Coba koreksi diri anda sendiri apakah kehidupan anda sudah sesuai dengan kehidupan Nabi dan para salafus shleh yang mulia mulai anda bangun tidur sampai anda tidur lagi. apa saja sunah-sunah nabi yang telah anda jalankan…kemudian muamalah anda sudahkah sesuai dengan cara Nabi? muasyaraoh anda ? ahlak anda ?

    Semoga sedikit tulisan ini dapat menjadi bahan renungkan bagi kita.. apakah memang sudah benar cara kita beragama saat ini, dalam hubungan kita dengan Allah SWT dan hubungan kita dengan sesama sehingga Islam ini dapat wujud dalam diri kita, keluarga dan Umat Seluruh Alam. Amin

    dan kepada moderator saya sampaikan terima kasih dan salut saya atas ketinggian ahlak anda, dan kesabaran serta keluasan ilmu anda. Semoga Allah SWT meridhloi anda dalam perjuangan dakwah dan tabligh yang mulia ini. Juga salam saya kepada saudara/saudariku yang mulia dalam forum ini.

    Saya sendiri masih sangat bodoh dalam usaha Nabi yang mulia ini, dan tulisan-tulisan bapak yang menyejukan hati kiranya bisa menambah pemahaman saya atas agama dan usaha atas agama ini. Insya Allah niat dakwah sbg maksud hidup, hidup dalam dakwah, dan mati dalam perjuangan dakwah.

    Wassalamualaikum wr.wb

  47. Syihabuddin Ahmad Berkata:

    tuk kawan2,,
    tetap semangat dlam usaha da’wah,..
    tamah pengorbanan, khuruj lagi dan lagi samapai kita tidak ada lagi,,
    tambah tasykilan baru sebanyak2nya,..
    hidupkan amal maqomi,..
    perbaiki dan senantiasa luruskan niat dalam berda’wah,,.
    bahwa semuanya adalah untuk memperbaiki diri kita,,.
    usahakan mengikuti tertib2 yg telah disampaikan ulama,,..
    niat khuruj keliling dunia sampai mati,,.
    hidup da’wah !!
    syihabuddin ahmad – Banjarmasin

  48. wicky Berkata:

    ana juga karkun…..
    coba dulu baru di komentari….bila belum pernah 3hari jangan mengomentari,itu FITNAH..Silahkan mencoba…

  49. syeikh dodi Berkata:

    usaha dakah ini bgaikn buah durian!!!
    dari luar banyak org yg menyangka tidak enak karna hanya melihat dari sisi
    luarnya saja. . .
    tapi setelah si telaah dan dinikmati hingga ke dalamnya maka orang2 akan minta nambah!!!

    bgaimna orang bisa mengtakan kalau gula itu pahit tetapi org yg mengtakannya itu belum pernh mencobanya. . .
    bukankah itu org yg bdoh!!!

  50. syeikh dodi Berkata:

    hidupkan amalan maqami dan intiqali
    siap ambil takazah kemanapun!!!
    yang penting niat!!!
    ada niat mka 1000 jlan
    tidak ada niat maka 1000 alasan. . .
    insayallah kita semua bersedia. . .

  51. unyil Berkata:

    JT ada disemua negara (muslim dan kafir), wah keren dong, berarti ada juga orang kafir yg ikutan khuruj dan jadi anggota JT, wuih… bener2 mendunia deh………

    kalo di iran, banyak juga ya syiah (rafidhah) yang ikut khuruj dan jadi anggota JT, keren abis…………..

    btw, aqidahnya kok jadi kayak tahu campur gitu yo ? hehehe……..

  52. unyil Berkata:

    khuruj itu wajib tah ?

  53. Pak Ogah Berkata:

    Dik unyil kalau dauroh itu wajib tah ?

  54. rkn2003 Berkata:

    Assalammua’alaykum
    insya Allah akan ada pertemuan umat islam se dunia, bulan juli 2009. tempatnya masih direncanakan jadi siap-siap untuk datang ya, mohon diagendakan dan mohon diberitahukan kepada orang mempunyai kalimat laailaahaillallaah muhammadurrasulullah. kalau tanya yang bikin acara dari mana ? aku jawab bukan dari golongan manapun cukup dengan nama ISLAM, mohon maaf karena memang nggak bikin nama lain cukup ISLAM. dananya juga darimana saya juga nggak tahu, yang jelas ada segolongan kaum muslimin yang rela menginfkkan hartanya yang jelas bukan dari organisasi, partai atau yang lainnya. maksud tujuan sebagaimana Rasulullaah SAW ketika mengadakan majelis agama, yaitu yang hadir disini menyampaikan kepada yang belum hadir disini.
    Wassalammu’alaykum

  55. Pak Ogah Berkata:

    Ingin lihat para Karkun buka yang ini http://jaulah.wordpress.com/2008/09/09/foto2-ijtima-serpong/

  56. m.said Berkata:

    saya bersyukur ada yang mau komentar tentang jamaah tablig,untuk pengetahuan bagi yang belum tau,walaupun tapi ulama’tablig memang gak dakwah lawat internet karena rosullullah dakwah dengan datang dari tempat satu ketempat lain. bahkan yang menjadikan perpecahan dikalangan umat adalah tulisan sudah kemanamana tapi kaki diam ditempat. kalau memang jamaah tablig ahli bidah kenapa setahun yang lalu ada jamaah tablig di banjar masin meninggal saat rokaat pertama disolat isyak

  57. m.said Berkata:

    saya bersyukur ada yang mau komentar tentang jamaah tablig,untuk pengetahuan bagi yang belum tau,walaupun ulama’tablig memang gak dakwah lawat internet karena rosullullah dakwah dengan datang dari tempat satu ketempat lain. bahkan yang menjadikan perpecahan dikalangan umat adalah tulisan sudah kemanamana tapi kaki diam ditempat. kalau memang jamaah tablig ahli bidah kenapa setahun yang lalu ada jamaah tablig di banjar masin meninggal saat rokaat pertama disolat isyak

  58. unyil Berkata:

    JT ada disemua negara (muslim dan kafir), wah keren dong, berarti ada juga orang kafir yg ikutan khuruj dan jadi anggota JT, wuih… bener2 mendunia deh………

    kalo di iran, banyak juga ya syiah (rafidhah) yang ikut khuruj dan jadi anggota JT, keren abis…………..

    btw, aqidahnya kok jadi kayak tahu campur gitu yo ? hehehe……..

  59. Liliek Berkata:

    Assalamu álaikum… bahagia rasanya ketemu Karkun…
    Bersihkan hati, lembutkan tutur kata, sebarkan kalimat Tauhid… Laa ilaaha illaLLaah…
    Doakan seluruh umat manusia dapat hidayah dari Allah Swt….
    Mudah2an kita jadi asbab hidayah bagi seluruh umat manusia…
    Dan hidayah pada diri kita dikekalkan oleh Allah Swt…

  60. Pak Ogah Berkata:

    kepada dik unyil kalau ingin tahu JT di Iran ikuti saja selama 4 Bulan anda nanti akan seperti Nabi Musa yang di beri kitab yang mengikuti Nabi Khidir

  61. rkn2003 Berkata:

    saudara-saudara mampir juga disini ya http://rkn2003.wordpress.com

  62. derik Berkata:

    irf u rasain dlu kluar 3 hri…. u bsa ga ngmn langsung sama orng yang blm knl buat di ajak taat sama Allah SWT dan mengamalkan sunah Rasulullah SAW…!!!

  63. Pak Ogah Berkata:

    Derik biarkan saja mereka berkomentar sekarang mereka sudah pada mau zikir agak lama setelah sholat wajib dan juga sudah mau mengerjakan sholat wajib berjamaah gelombang kedua

  64. ibrahim Berkata:

    fikirkan…
    ramai umat islam murtad,
    ramai umat islam tinggal solat
    ramai umat islam zina
    tanggungjawab sapa ni??? janganlah wahai salafy menghina JT.apa kamu buat untuk agama Allah yang semakin yatim ni. Pantas kamu menghukum itu ini, masuk neraka.
    manusia jenis apa kamu ni????

  65. ad dumayyi Berkata:

    Point – Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi
    29/01 s/d 01/02 2009

    1.Maulana Syamim

    Amalan haji adalah ijtima umat islam terbesar dan kewajiban hanya sekali saja. Jika berhaji dengan betul, akan jadi wali Alloh. Jika niat berhaji tak betul, haji tanpa kesan, akan dilempar balik seperti kain kotor yang dilemparkan. Begitupun ijtima, jika datang dengan niat baik, maka satu ijtima cukup membuat cinta kepada Alloh SWT. Satu ijtima yang betul cukup bagi Alloh SWT untuk membuat keputusan memberi hidayah untuk seluruh alam.
    Ijitima bukan untuk menghimpun manusia sebanyak-banyaknya, tapi untuk mengumpulkan dua usaha, sebelum ijtima (ruh ijtima), setelah ijtima (perhiasan ijtima).

    Usaha sebelum ijtima adalah menjumpai setiap orang islam agar hatinya berpaling kepada Alloh SWT sehingga ada kemanisan untuk ta’at. Dikarenakan adanya pengorbanan orang-orang sebelum ijtima, maka yang hadir di ijtima mendapat hidayah, dan hidayah juga akan tersebar ke seluruh alam. Usaha dalam ijtima adalah agar setiap orang terlibat dalam amal ijtimai dan infirodi. Semakin terjaga amalan, maka semakin cepat turunnya hidayah. Hidayah ada 2 tahap : untuk diri sendiri dan asbab hidayah untuk orang lain. Untuk menjadi asbab hidayah maka niatkan untuk bergaul dengan semua orang dari semua negara, kita merasa sebagai satu umat, hilangkan ashobiyah. Ashobiyah ini sangat dibenci Alloh dan menyebabkan tertolaknya amal seseorang.

    Untuk menghilangkan ashobiyah : Alloh SWT perintahkan ibadah haji, shalat dan shaum. Dalam haji diperintahkan untuk menyebarkan salam (untuk menghilangkan sifat sombong, merasa sebagai penanggung jawab. Sehingga Nabi SAW selalu mendahului dalam memberi salam, tidak pernah didahului oleh sahabat), bersikap lemah lembut, dan suka memberi makanan (jangan menunggu untuk diikrom, tapi beri ikrom untuk satukan hati).

    Di negara-negara anda akan diadakan ijtima dan jika anda bersungguh-sungguh usaha atas ijtima ini, maka ijtima anda akan menjadi asbab hidayah ke seluruh alam. Tanggal ijtima bukan awal ijtima, tapi itu tanggal berakhirnya ijtima. Ijtima bermula sejak tanggal ijtima ditetapkan.

    2.Maulana Ihsan

    Alloh SWT beri agama dan usaha atas agama, untuk menghindarkan manusia dari tersiksa selama-lamanya di dalam neraka.
    Nabi Muhammad SAW dilebihkan dari nabi-nabi terdahulu, hal ini telah tercantum dalam kitab-kitab terdahulu. Wajah Nabi SAW itu lebih terang daripada bulan purnama. Umat Muhammad SAW juga dilebihkan dari umat-umat terdahulu, karena umat ini diberi 2 keistimewaan, yaitu untuk ibadah dan untuk mengambil kerja Nabi. Umur nabi-nabi terdahulu panjang akan tetapi usahanya lokal dan berjangka. Umur Nabi Muhammad SAW pendek, tapi usahanya kekal sampai kiamat, dikarenakan umatnya dilibatkan. Hari pertama kenabian, Muhammad SAW langsung melibatkan orang tua, wanita dan anak-anak/pemuda.

    Para sahabat telah memahami akan tanggung jawab ini, dan mereka menggunakan 100% hidup mereka untuk agama. Tapi hari ini kita habis-habisan untuk perkara dunia, sehingga kita menjadi budak orang kafir. Maka kita perlu istighfar dan taubat sebanyak-banyaknya, karena seseorang yang beristighfar dan bertaubat dengan ikhlas, seolah-olah tak berbuat dosa dan kita juga mengajak orang lain juga untuk taubat. Saat kita ajak orang lain, kita perlu bersabar, seperti lautan yang selalu menerima segala sesuatu dan mencucinya menjadi bersih.

    3.Maulana Ahmad Lat

    Hamba yang paling dicintai Alloh SWT adalah hamba yang paling cinta kepada keluarga-Nya, yaitu seluruh makhluk-Nya. Manusia akan merasakan rugi jika tidak ada iman. Harta dan diri hendaknya senantiasa dipakai untuk usaha iman. Ashabul kahfi pergi keluar rumah untuk selamatkan iman, maka Alloh telah bantu, bentangkan rahmat walau di tempat sempit (gua) tidak diberi makan, tapi dibebaskan dari sifat lapar. Bahkan anjing mereka (yang hanya nusroh mereka) pun dimuliakan. Seharusnya hewan tidak masuk surga, tapi nanti anjing ini akan dimasukkan surga, dan dirubah menjadi manusia.

    Apalagi jika kepergian seseorang keluar rumah untuk fisabilillah, tidak hanya untuk selamatkan iman dirinya sendiri, tapi untuk memperjuangkan dan menyebarkan iman kepada seluruh manusia, maka anjing yang hanya nusroh saja kepada jamaah akan diberi rahmat, dihilangkan sifat hewani dari dirinya. Bayangkan apa yang diberikan kepada orang yang khuruj itu sendiri.

    4.Maulana Ismail

    Dalam keletihan dan pengorbanan amal, ada pahala dan ketenangan dari Alloh SWT. Puasa menyebabkan lapar, berhaji menyebabkan letih, tapi mereka diberi ketenangan oleh Alloh SWT. Nampak zahir mereka sengsara, tapi hakekatnya mereka kuat dan sehat di mata Alloh SWT.
    Akan tetapi, tanpa da’wah, pertolongan Alloh tidak datang. Semua kesusahan dalam ibadah tidak mendatangkan pertolongan Alloh SWT, walaupun dengan berdo’a dan istighotsah, jika tidak ada da’wah maka pertolongan Alloh SWT tidak akan datang.

    Untuk taat kepada Alloh SWT, zahirnya ada kesusahan dan keletihan, tapi hakekatnya Alloh SWT memberi ketenangan. Seperti orang makan sambal, zahirnya kepedasan, keringatan, kepanasan, tapi yang makan mau nambah lagi. Begitu juga ahli dunia melihat ahli da’wah sengsara dalam usaha agama, tapi mereka sendiri senantiasa bersyukur, Alloh SWT beri ketenangan dalam kehidupannya.

    5.Maulana Saad

    Jika umat jalankan da’wah secara ijtimai, maka agama akan wujud dalam kehidupan umat ini. Jika tidak, umat Islam akan jadi mad’u, objek da’wah, ikut kesana kemari, waktu dan harta akan dipergunakan untuk yang sia-sia. Jika umat terlibat dalam usaha da’wah, maka harta dan waktu akan terpelihara dan akan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

    Da’i tidak akan terkesan dengan keadaan. Abdullah bin Quhafah dida’wahi untuk meninggalkan Islam, dirayu dengan kerajaan, ditakuti dengan kematian, tidak terkesan. Sehingga fardlu a’in bagi setiap umat untuk berda’wah. Jika dipikirkan kalau da’wah itu hukumnya hanya fardu kifayah, maka orang yang tidak berda’wah akan dida’wahi oleh orang lain/ hal-hal lain. Pindahnya agama seseorang itu dimulai jika da’wah ditinggalkan.

    Da’wah adalah penyelesain masalah infirodi dan ijtimai. Alloh SWT telah berfirman, “Siapa yang lebih baik perkataanya (yang lebih baik agamanya) dari orang yang menyeru kepada Alloh SWT dan beramal soleh”. Disini diterangkan bahwa agama terbaik hanya terwujud dengan menyatukan da’wah dan ibadah. Ini tidak hanya merupakan pertanyaan, tapi penjelasan dan penegasan bahwa da’wah itulah satu-satunya jalan untuk mendapatkan agama yang baik.

    Da’wah menimbulkan isti’dat/kesiapan untuk berbuat baik, seperti membajak sawah agar siap untuk ditanami. Da’wah juga membuat istiqomah bagi yang telah beramal. Harus difahami, bahwa da’wah adalah fardu a’in. Jika da’wah itu fardhu kifayah, maka artinya niat da’wah itu untuk memperbaiki orang lain. Karena amalan fardu kifayah selalu untuk orang lain, seperti sholat jenazah untuk orang lain. Tapi sholat wajib itu untuk diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in. Demikian pula wajibnya da’wah adalah untuk menyelamatkan iman dalam diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in, Maka bermujahadah dalam da’wah adalah untuk manfaat diri sendiri (waman jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih). Jika da’wah bertujuan untuk orang lain, maka dalam berda’wah akan mencari cara-cara lain, seperti pakai Hand Phone, pakai internet, dsb, hal ini tidak bermujahadah.

    Da’wah dibuat agar hanya terkesan kepada Alloh SWT. Jika telah bisa menafikkan semuanya dan terkesan hanya kepada Alloh SWT, maka akan dapat pertolongan langsung dari Alloh SWT. Caranya:

    a)Buat zikir dan da’wah sebanyak-banyaknya. Buat halakah iman
    b)Banyak bercerita tentang nabi-nabi untuk menguatkan iman kaum ini.
    c)Banyak cerita tentang nusrotullah dalam perjuangan agama para sahabat untuk memberi semangat umat ini
    d)Banyak baca ayat dan hadits tentang ciri-ciri orang yang beriman.

    Nusrotullah akan datang dengan sabar dan taqwa (waintashbiruu watattaquu, laa yadurrukum kaiduhum syai’aa). Sabar saja tanpa taqwa, tidak akan turun pertolongan Alloh SWT. Sabar tanpa taqwa seperti sabarnya pencuri yang tertangkap dan dipukuli oleh polisi.
    Kita juga harus membawa yakin pada Alloh SWT dalam bermuamalah. Mengenai asbab kebendaan, ada dua hal:

    a)Masukkan hukum / perintah Alloh SWT dalam asbab kebendaan.
    b)Utamakan amal daripada asbab. Kejayaan ada pada perintah Alloh SWT, bukan pada asbab.

    Arahan Para Masyaikh Nizamuddin
    Tentang Persiapan Ijtima Indonesia

    Sudah sejak lama, sejak 13 tahun lalu (1996) ada ijtima di Indonesia yang dihadiri oleh para masyaikh. Jadi penting kita bersiap-siap. Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah niat dan azam yang kuat. Apa yang diniatkan, maka begitulah pertolongan Alloh SWT akan datang. Jangan niat hanya agar banyak orang yang berkumpul, maksud kita tidak hanya untuk kumpul-kumpul.

    Ada 4 langkah yang perlu kita kerjakan dalam mempersiapkan ijtima:

    1.Setiap orang berusaha untuk menyempurnakan agama dalam hidupnya. Hari ini Islam hanya ada dalam buku-buku, tidak ada dalam contoh kehidupan. Maka kita usahakan mulai dari diri kita dan rumah kita untuk hidupkan agama dan amal sunnah secara sempurna, sebagai contoh. Untuk amalkan ini, perlu keluar 3 hari masturat tiap 3 bulan, menjaga semangat agama bagi isteri kita.

    2.Kemudian, hidupkan mesjid dengan 5 amal. Datangi tiap rumah di kampung kita, bukan untuk i’lan ijtima, itu mudah, tapi untuk taskil mereka keluar di jalan Alloh. Bicara da’wah secara sempurna dengan semua laki-laki di tiap rumah tersebut, sehingga mereka siap untuk hidupkan agama secara sempurna di rumah-rumah mereka juga. Maulana Umar sampaikan, ada 3 jenis kerja di mahalah:

    a). Kepada da’i yang aktif, agar mereka tambah pengorbanan
    b). Kepada da’i yang kurang aktif, agar kembali terlibat dalam da’wah
    c). Kepada orang awam, agar mereka terlibat dalam amal mesjid, apa yg mereka mampu.

    3.Kemudian usaha ke masjid lain yang belum ada amal masjid. Juga kampung-kampung lain, walaupun tidak ada masjid. Rombongan bisa berteduh di bawah pohon, atau dimanapun, di Indonesia tidak ada musim panas dan dingin, tidak perlu bergantung pada bangunan masjid. Pernah rombongan menginap di stasiun bis. Siapkan mereka untuk bangun masjid juga, dengan kayu-kayu atau bambu-bambu yang ada di kampung tersebut. Jadi siapkan mereka untuk terima rombongan-rombongan da’wah.
    Apabila amal masjid hidup di kampung tersebut, maka mereka juga akan usaha atas rumah-rumah di seluruh kampung tersebut, sehingga tiap rumah juga akan amal agama secara sempurna, dan semua pahala akan mengalir pada kita.

    4.Dengan cara yg sama, kirim juga jamaah ke seluruh Indonesia, dan seluruh dunia.
    Jadi dengan demikian kita tidak hanya i’lan tentang ijtima dan usaha terus untuk mengeluarkan rombongan itu tidak perlu menunggu ijtima. Tapi usaha atas ijtima bermula ketika tanggal ijtima telah ditetapkan, dan dibuat usaha mengirimkan jamaah sejak saat itu juga.

    Kemudian, mengenai safari masyaikh dalam ijtima di Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, tidak diperkenankan ada yang ikut berkeliling, baik karkun lama, baru, sendiri ataupun berjamaah. Yang ikut berkeliling hanya yang diputuskan dengan musyawarah. Jika ingin mendapat manfaat dari syuhbah dengan masyaikh, caranya dengan pergi ke Nizamuddin, atau Raiwind, atau Kakrail. Tertib dalam usaha ini, yang ingin berkorban, maka ia kerja atas kaumnya, lalu bawa mereka sebanyak-banyaknya keluar di jalan Alloh. Sebagaimana di jaman Nabi, ada yg masuk Islam, maka dia tidak terus-menerus bersama Nabi, cukup beberapa saat saja. Tapi dia segera pulang dan membawa 80 keluarga dari kaumnya untuk masuk Islam bersama-sama.

  66. hendar Berkata:

    Berjuanglah wahai karkun.
    berjuanglah dengan mengikuti sunnah rosulullah saw.

  67. bobby alfurqan Berkata:

    bagi semua karkun doa kan saya dong udah dugem lagi…….pengen lagi kayak dulu lagi dalam suasana2 islam

  68. mastoni Berkata:

    siip

  69. mastoni Berkata:

    assalamualaikum wak… saya mau tanya saya sering berzikir tapi sering kelebihan jumlahnya yg seharusnya jmlh masing2nya 33x. bgmn itu wak?

  70. mastoni Berkata:

    assalammualaikum wak saya sdh keluar bersama-sama jamaah kita sebanyak 2x. alhamdulillah banyak perubahan pada diri saya, rasanya baru skrg saya merindukan sholat, hidup saya terasa lbh terarah dan saya baru merasakan nikmatnya islam yg sesungguhnya setelah saya ikut khuruj. skrg segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah islam saya selalu tertarik dan ingin mempelajarinya serta mengambil ilmu yang ada didalamnya, tdk membedakan itu dari golongan apapun yang penting golongan muslim, bagaimana menurut saran wak abdul? mksi jawabannya

  71. wakdul (nggaksempat login) Berkata:

    Buat maston
    keluar4 Bulan ke India segera

  72. Qomaruzzaman ar-rifai Berkata:

    orang tak hendak seribu dalih ,orang hendak seribu jalan

  73. Pak Ogah Berkata:

    Semua karkun 3hari,4ohari,4bulan ingin lihat ini http://tetesanhujan.wordpress.com/

  74. Pak Ogah Berkata:

    Yang buka ini juga boleh silahkan http://tetesanhujan.wordpress.com/2008/11/17/apakah-khuruj-3-hari-40-hari-dan-4-bulan-itu-bidah-bag2/

  75. Pak Ogah Berkata:

    Kalau mbaca lagi silahkan boleh di http://usahadawah.wordpress.com/2009/01/10/apakah-khuruj-3-hari-40-hari-dan-4-bulan-itu-bidah-bag-1/

  76. Pak Ogah Berkata:

    Dan ini juga bisa http://tetesanhujan.wordpress.com/2008/11/17/apakah-khuruj-3-hari-40-hari-dan-4-bulan-itu-bidah-bag3/

  77. sulthan Berkata:

    sepertinya kenal sama ID pak ogah, karkun bekasi ya? :D
    salam untuk semua karkun-karkun, semoga Allah beri ke istiqomahan ana dalam usaha tabligh, amiin

  78. Pak Ogah Berkata:

    kepada sulthon maaf ya saya bukan orang Bekasi tapi saya orang Jogjakarta dan pada tahun 1991 pernah ngekos di Bekasi dekat Masjid jalan pejuangan letaknya stasiun KA Bekasi ke utara,kalau bisa anda khuruj ke Masjid tersebut di jalan pejuangan

  79. Abu Fariq Berkata:

    Jama’ah tabligh.. innalillahi. Sungguh telah buta mata kalian dari kebenaran.

    • ACHMAD PURWANTO Berkata:

      JANGAN ENGKAO SEBUT ALLOH, UNTUK MENJADI SAKSI mu, ANTUM PERBANYAKLAH ISTIGFAR, SEMOGA BAIK UNTUK ANTUM SENDIRI DAN BAIK PULA UNTUK KAMI, ALLOHU AKBAR, JIKA ANTUM MASIH YAKIN DENGAN LA ILAAHA ILALLOH MUHAMMAD ROSULULLOH, BERARTI KITA MASIH BERSODARA, MAKA ITU SALINGLAH MENDOAKAN, JANGAN MERENDAHKAN

  80. Pak Ogah Berkata:

    mas Abu Fariq silahkan berkomentar sampai berbuih

  81. Anto Berkata:

    Tanya jawab bersama Al-Muhadist Syeikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafidhahullah tentang kesesatan Jama’ah tabligh..

    “Saya tidak pernah khuruj dengan mereka (Firqah tabligh), tapi saya pergi untuk suatu keperluan, yakni ke Kashmir. Setelah selesai dari pekerjaan ini aku melewati Delhi. Maka ada yang mengatakan kepadaku: Mari kita singgah ke suatu tempat untuk dikunjungi, yaitu ke markas Tabligh yaitu di Nizamuddin. Nizamuddin ini adalah masjid yang dekat dengan markas jama’ah tabligh. Di dalamnya ada lima kubur yang diberi kubah. Yakni kuburan yang disembah, bukan menyembah kepada Allah. Ini ibadah yang jelas syirik. Maka kami melewati ‘monumen’ ini. Kemudian kami singgah ke markas tabligh. Orang-orang berselisih apakah di dalamnya ada kuburan atau tidak.

    Maku Abdurrab bertanya, ini orang yang saya ceritakan tadi, apakah di dalam masjid Tabligh ini ada kuburan? Yang cerdas di kalangan mereka berkata: Tidak, di sini tidak ada kuburan! Kuburan Ilyas di Mekkah atau di tempat ini atau itu yang jauh. Maka dia terus bertanya hingga ada seseorang yang menunjukkan atau mengabarkan bahwa di sana ada kuburan Ilyas dan di sebelahnya kuburan istrinya.

    Kemudian al Akh Abdurrab pergi ke kedua kuburan itu dan mencari-carinya setelah ketemu, dia datang kepada kami sambil berkata: Mari, saya tunjukkan kepada kalian dua kuburannya. Maka kami melihat, ini kuburan Ilyas dan ini kuburan istrinya yang keduanya ada di dalam masjid.

    Kemudian setelah itu kami pastikan bahwa di dalamnya ada empat kuburan, bukan dua kuburan saja. Kami memastikannya melalui orang-orang yang dipercaya yang telah berjalan bersama Tabligh bertahun-tahun.

    Tidak akan berkumpul masjid dan kuburan (di satu tempat) dalam agama Islam. Akan tetapi, mereka ini karena kesufiannya, kebodohannya terhadap manhaj dakwah para nabi, jauh darinya dan meremehkannya, mereka menguburkan para gurunya di masjid, padahal para ulama telah mengatakan: bahwa shalat di dalam masjid yang ada kuburan atau beberapa kuburan, shalatnya tidak sah. Saya bertanya tentang hal ini kepada Syaikh Bin Bazz. Sebenarnya saya tahu tentang ini dan juga para Thalabul Ilmi bahwa shalat di dalam masjid yang ada satu kuburan atau beberapa kuburan, shalatnya tidak sah. Maka saya tanyakan kepada Syaikh Bin Bazz, agar hadirin mendengar jawabannya. Saya katakan: Apa pendapat anda, syaikh, tentang masjid yang ada kuburan di dalamnya, apakah sah shalat di dalamnya? Beliau menjawab: Tidak! Saya katakan: Di dalamnya ada banyak kuburan? Beliau mengatakan: Terlebih lagi demikian! Saya katakan: Kuburannya bukan di kiblat masjid, tapi di sebelah kiri dan kanannya? Beliau menjawab: Demikian juga, tetap tidak sah. Saya katakan kepada beliau bahwa masjid induk atau markas induk tabligh di dalamnya ada beberapa kuburan? Maka beliau menjawab: Tetap shalatnya tidak sah!

    Sangat disayangkan sekali, kelompok ini bergerak di dunia, tetapi beginilah keadaannya; tidak mengajak kepada tauhid, tidak membasmi syirik dan tidak membasmi jalan-jalan menuju kesyirikan. Mereka terus berjalan dengan melewati beberapa kurun dan generasi tetap dengan dakwah seperti ini. Tidak mau berbicara tentang tauhid, memerangi kesyirikan dan tidak membolehkan bagi para pengikutnya untuk melaksanakan kewajiban ini. Ini adalah suatu hal yang telah diketahui di kalangan mereka.

    Maka kita meminta kepada mereka agar kembali kepada Allah dan mempelajari manhaj dakwah para nabi, mereka juga jama’ah yang lainnya.

    Mengapa demikian wahai saudara-saudara? Karena kalau ada yang berdakwah mengajak kepada shalat, orang akan berkata: Silahkan! Tidak ada yang melarang, mereka tidak akan khawatir. Akan tetapi coba kalau mengatakan: Berdo’a kepada selain Allah adalah perbuatan syirik! Membangun kuburan haram hukumnya! Menyembelih untuk selain Allah adalah syirik! Maka mereka akan marah.

    Ada seorang pemuda yang berkhuthbah di suatu masjid tentang persatuan, akhlak, perekonomian, dekadensi moral, dan yang lainnya. Orang-orang semuanya, masya Allah, berkumpul dan mendengarkannya. Kita katakan kepadanya: Ya akhi… jazakallahu khairan, khuthbah anda sangat baik, tetapi orang-orang yang ada di hadapanmu ini tidak mengenal tentang tauhid, mereka terjatuh dalam kesyirikan dan bid’ah, maka terangkan kepada mereka tentang manhaj dakwah para Nabi ‘alaihimush shalatu was salam! Maka ketika dia mulai berbicara, merekapun mulai bersungguh-sungguh. Ketika dia terus berbicara, merekapun semakin jengkel. Maka ketika yang ketiga kalinya ada sekelompok orang yang ada di masjid bangkit dan memukulinya! Maka dia datang kepadaku sambil menangis. Dia berkata: Aku habis bertengkar dengan mereka, mereka memukuliku! Maka aku katakan kepadanya: Sekarang engkau telah berjalan di atas manhaj dakwah para Nabi. Kalau engkau tetapi seperti dulu bertahun-tahun, engkau tidak akan berselisih dengan seorangpun. Dari sinilah kelompok yang ada ini bergerak, mereka memerangi bagian ini. Nabi bersabda:

    أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاء ثُمَّ اْلأّمْثَل فَاْلأَمْثَل

    “Seberat-berat manusia diberi cobaan adalah para Nabi, kemudian yang selanjutnya dan kemudian yang selanjutnya.”

    Karena mereka menghadapi berbagai gangguan yang hanya Allah yang tahu tentang kerasnya gangguan itu ketika mereka berdakwah kepada tauhid dan membasmi kesyirikan. Dari sinilah para da’i yang mengajak kepada tauhid dan membasmi syirik malah disakiti. Kalau dakwah Ikhwan dan Tabligh disenangi manusia karena meremehkan sisi ini. Tapi kalau aku berkhuthbah di masjid seperti ini, sedikit sekali yang mau mendengarku dan menerima dakwahku, kecuali orang-orang yang dikehendaki Allah. Kalau aku berdakwah mengajak shalat, mereka akan berkata: silahkan. Tapi kalau aku berdakwah untuk bertauhid dan memerangi kesyirikan, semuanya akan lari dan merasa asing. Inilah dakwah para Nabi.

    Inilah dasarnya mengapa mereka menjadi manusia yang paling banyak ganngguannya. Sekarang para salafiyyun, para da’i kepada tauhid keadaan mereka dikaburkan oleh manusia. Karena banyaknya fitnah, kebohongan-kebohongan dan tuduhan dusta yang ditujukan kepada mereka. Mengapa? Karena mereka mengajak untuk mentauhidkan Allah!

    Kelompok ini tidak bisa masuk ke dalam lapangan ini, karena mereka takut kepada sisi ini. Tetapi mereka akan ditanya di hadapan Allah. Demi Allah, telah datang kepada kami seseorang atau segolongan Tabligh di Benares, di sebuah rumah yang saya tempati dengan syaikh Shalih Al Iraqi. Mereka berkata: Kami dengar kalian datang, kami sangat senang, maka kami datang mengunjungi kalian agar kalian ikut bersama kami berdakwah kepada Allah. Dan tempat kami adalah masjid ini. Maka kami juga gembira dan mendatangi masjid itu, ternyata masjid itu tempat tarikat Berelwian. Mereka adalah para penyembah berhala dan sangat keterlaluan dalam penyembahan itu.

    Mereka meyakini bahwa para wali bisa mengetahui perkara yang ghaib dan mengatur alam. Mereka membolehkan untuk bernadzar, menyembelih, sujud dan ruku’ kepada kuburan. Singkat kata: mereka adalah golongan penyembah berhala. Maka Syaikh Shalih pergi dan bersama kami ada seorang penerjemah, namanya Abdul Alim, sekarang dia ada di Rabithah Al Alam Islami. Kami bawa orang ini untuk menerjemahkan ucapan syaikh. Maka syaikhpun berbicara. Setiap selesai berbicara beliau melihat kepada penerjemah agar diterjemahkan. Maka penerjemahpun akan bergerak, maka ternyata pemimpin tabligh melihat dan berkata: Tungguh, saya yang akan menerjemahkan. Maka syaikh terus berbicara, tapi tidak ada seorangpun yang menerjemahkan. Hingga ceramahnya selesai. Ketika selesai acara itu dia mengucap salam dan malah pergi. Maka kami tetapi di situ menunggu terjemah. Dia berkata: Saya ada keperluan, biar orang ini yang menerjemahkan. Maka kami shalat Isya’ sambil menunggu terjemahan ceramah itu, tapi tidak kunjung diterjemahkan. Maka saya temui lagi orang itu dan mengatakan: Ya akhi, kami datang ke tempat kalian ini bukan untuk main-main. Tapi kalian tadi meminta kepada kami untuk ikut serta bersama kalian berdakwah, maka kamipun datang menyambut ajakan kalian. Dan syaikh tadi telah berbicara. Ketika penerjemah akan menerjemah engkau malah melarangnya. Dan engkau menjanjikan akan menerjemahkannya, tapi engkau tidak lakukan sedikitpun. Maka dia berkata: Ya akhi, engkau tahu?! Masjid ini milik Khurafiyyin!! Kalau kita berbicara tentang tauhid, mereka akan mengusir kita dari masjid. Maka saya katakan: Ya akhi, apakah seperti ini dakwah para Nabi? Ya akhi, dakwah kalian sekarang menyebar di penjuru dunia. Kalian pergi ke Amerika, Iran dan Asia, kalian tidak dapati sedikitpun perlawanan selama-lamanya. Apakah seperti ini dakwah para Nabi? Semua manusia menerimanya dan menghormatinya? Dakwah para Nabi padanya ada pertempuran, darah, kesusahan-kesusahan dan lain-lain. Kalau engkau diusir dari suatu masjid, berdakwahlah di masjid lain atau di jalan-jalan atau di hotel-hotel. Katakan kalimat yang haq dan tinggalkan. Rasul saja diusir dari Mekkah karena sebab dakwah ini. Kemudian saya tanya sudah berapa lama dakwah ini berjalan? Dia berkata: Belum tiga puluh tahun. Saya katakan: Kalian telah menyebar di India, utara dan selatan. Dan engkau melihat fenomena kesyirikan di hadapanmu dan telah mati berjuta-juta orang. Sudah berapa juta orang yang mati selama itu dalam keadaan berada di atas kesesatan, kesyirikan dan bid’ah yang kalian sebarkan ini?! Dan engkau belum menerangkan hal itu kepada mereka! Apakah engkau tidak merasa kalau engkau akan ditanya di hadapan Allah karena engkau menyembunyikan kebenaran ini dan tidak menyampaikannya kepada para hamba Allah?! Diapun diam. Maka aku permisi dan keluar.

    Mereka menyembunyikan kebenaran yang dinyatakan Al Qur`an. Dan mereka tidak menegakkan panji-panji tauhid dan tidak mau menyatakan peperangan kepada kesyirikan dan bid’ah. Mereka ini terkena ayat Allah:

    إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاَّعِنُونَ

    “Sesungguhnya orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkan kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.” (Al Baqarah: 159).

    Apa yang mereka dapati kalau mereka telah menyembunyikan kebenaran yang paling nyata?! Dan hal yang paling besar yang bukti-bukti itu berdiri di atasnya?! Bukti-bukti yang paling besar adalah ayat-ayat tauhid. Dakwah yang paling besar yang dilakukan para nabi dan Al Qur`an adalah tauhid. Dan yang paling jelek dan bahaya adalah syirik dan bid’ah. Al Qur`an dan Sunnah telah memeranginya. Kemudian mereka malah setuju dan bersama kesyirikan, bid’ah, dan para pendukungnya sampai mati. Berapa banyak orang yang mati di bawah panji ini dalam keadaan tidak tahu kebenaran tauhid selama itu?! Dan dalam keadaan tidak bisa membedakan antara tauhid dengan syirik?!

    Kalau mereka tidak dihisab karena menyembunyikan ayat tauhid, maka siapa lagi yang dihisab?

    Kita berharap kepada Allah agar menjadi orang yang menolong agama ini dan menasehati kaum muslimin. Dan agar Allah menjauhkan kita dari sifat menipu dalam agama, karena membiarkan bid’ah dan syirik adalah penipuan yang paling besar. Tidak ada penipuan yang bisa menyaingi penipuan ini. Kalau menipu manusia dalam perdagangan saja Rasulullah berlepas tangan, maka bagaimana lagi kalau menipu dalam agama? Bagaimana engkau bisa diam terhadap kesyirikan dan bid’ah?! Engkau merusak aqidah kaum muslimin dan masyarakat mereka. Kemudian engkau mengatakan: Kita semua kaum muslimin, bersaudara dan engkau tidak menerangkan mana yang haq dan mana yang batil?! Kita memohon kepada Allah agar Dia menjaga kita dari penyakit ini.” (Dari kaset Al Qaulul Baligh)

    8. Syaikh Shalih bin Abdullah Al Abud hafidhahullah

    Adapun tabligh… ketika Khilafah Utsmaniyyah runtuh bangkitlah firqah ini dengan pemikiran jama’ah ini, firqah tabligh. Dan mereka membuat dasar-dasar untuk para pengikutnya dengan nama “Ushulus Sittah” yang mereka dakwahkan manusia kepadanya. Dan di akhirnya mereka membai’at menurut empat macam tarekat sufi; Jistiyyah, Syahrawardiyyah, Naqsyabandiyah dan Matur… saya lupa yang keempat, yang jelas empat tarekat. Mereka dalam bidang aqidah adalah Maturidiyah atau Asy’ariyyah. Dan dalam pemahaman syahadat mereka, yaitu syahadat Laa Ilaaha Illallah dan Muhammad Rasulullah. Mereka tidak memahami maknanya kecuali bahwa: Tidak ada yang Kuasa untuk Mencipta dan Mengadakan serta Membuat kecuali Allah. Dan dalam memahami makna Muhammad Rasulullah, (mereka tidak memahaminya seperti yang kita fahami, yaitu membenarkan apa yang beliau sampaikan, mentaati apa yang beliau perintahkan, menjauhi apa yang beliau larang dan peringatkan dan Allah tidak diibadahi kecuali dengan apa yang beliau syariatkan). Pemahaman ini tidak ada di kalangan jama’ah tabligh, bahkan kadang-kadang mereka mengkultuskan individu-individu tertentu dan menyatakan mereka memiliki ‘Ishmah (tidak akan salah). Dan sampai-sampai bila para syaikhnya mati, mereka bangun di atas kuburannya bangunan-bangunan dalam masjid. Tabligh adalah firqah, tanpa perlu diragukan lagi. Karena menyelisihi firqatun Najiyah. Mereka memiliki manhaj khusus. Yang tidak ikut ke dalamnya tidak dianggap sebagai orang yang mendapat hidayah. Tabligh membagi manusia menjadi: Muhtadi (orang yang mendapat hidayah) dan manusia yang masih diharapkan mendapat hidayah (tim penggembira saja –pent). Golongan Muhtadi adalah yang telah masuk keseluruhan dalam tandhim (keorganisasian) dan firqah mereka. Dan yang non Muhtadi, tidak termasuk golongan mereka walaupun dia imam kaum muslimin. Ini dalam pemahaman mereka.

    Ikhwanul Muslimin juga demikian, yang termasuk tandhim mereka adalah Ikhwanul Muslimin dan yang tidak masuk, maka bukan Ikhwanul Muslimin walaupun orang itu adalah alim dalam Islam. Cukup sikap ta’ashshub ini menjadi dalil bahwa mereka telah mengeluarkan diri-diri mereka sendiri dari jama’ah kaum muslimin. Karena jama’ah kaum muslimin tidak menganggap bahwa hidayah hanya sampai kepada mereka saja. Dan manhaj mereka adalah manhaj yang paling luas, karena mereka tidak mencap setiap orang yang tidak sefaham dengan mereka sebagai orang kafir. Tapi mereka masih mengakui bahwa mereka adalah kaum muslimin dan mengharapkan agar dia mendapat hidayah. Meskipun orang itu mengkafirkan mereka, mereka tetap tidak membalasnya dengan mengkafirkannya pula. Maka manhaj Firqatun Najiyah adalah manhaj yang paling luas dalam hal ini. Wallahu A’lam.

    (Semua fatwa ini diambil dari kaset Al Qaulul Baligh ‘ala Dzammi Jama’atit Tabligh)

    9. Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah

    Setelah membawakan pendirian beliau terhadap Ikhwanul Muslimin beliau berkata: “Adapun Jama’ah tabligh, silakan engkau membaca apa yang dituturkan syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Al Washshabi, ia berkata:

    1. Mereka mengamalkan hadits-hadits dla’if (lemah) bahkan maudlu’ (palsu) serta Laa Ashla Lahu (tidak ada asalnya).

    2. Tauhid mereka penuh dengan bid’ah, bahkan dakwah mereka berdasarkan bid’ah. Karena dakwah mereka berdasarkan Al Faqra (kefakiran) yaitu khuruj (keluar). Dan ini diharuskan di setiap bulan 3 hari, setiap tahun 40 hari dan seumur hidup 4 bulan, dan setiap pekan 2 jaulah… jaulah pertama di Masjid yang didirikan shalat padanya dan yang kedua berpindah-pindah. Di setiap hari ada 2 halaqah, halaqah pertama di masjid yang didirikan shalat padanya, yang kedua di rumah. Mereka tidak senang kepada seseorang kecuali bila dia mengikuti mereka. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah bid’ah dalam agama yang tidak diperbolehkan Allah Ta’ala.

    3. Mereka berpendapat bahwa dakwah kepada tauhid akan memecah belah ummat saja.

    4. Mereka berpendapat bahwa dakwah kepada sunnah juga memecah belah ummat.

    5. Pemimpin mereka berkata dengan tegas bahwa: Bid’ah yang bisa mengumpulkan manusia lebih baik daripada sunnah yang memecah belah manusia.

    6. Mereka menyuruh manusia untuk tidak menuntut ilmu yang bermanfaat secara isyarat atau terang-terangan.

    7. Mereka berpendapat bahwa manusia tidak bisa selamat kecuali dengan cara mereka. Dan mereka membuat permisalan dengan perahu Nabi Nuh ‘alaihis salam, siapa yang naik akan selamat dan siapa yang enggan akan hancur. Mereka berkata: “Sesungguhnya dakwah kita seperti perahu Nabi Nuh.” Ini saya dengar dengan telinga saya sendiri di Urdun (Yordania –ed) dan Yaman.

    8. Mereka tidak menaruh perhatian terhadap tauhid Uluhiyyah dan Asma` was Sifat.

    9. Mereka tidak mau menuntut ilmu dan berpendapat bahwa waktu yang digunakan untuk itu hanya sia-sia belaka.” (Dinukil dari kutaib Hadzihi Da’watuna wa ‘Aqidatuna, Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i hafidhahullah hal. 15-17)

  82. Pak Ogah Berkata:

    mas anto lagi nih ye !

  83. Abdullah Berkata:

    Beginilah keadaan ahlul bid’ah. ketika datang hujjah kepada mereka. sedikitpun mereka tidak memikirkannya. “apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui ?!?”

  84. Pak Ogah Berkata:

    Kita sebenarnya tidak terhindar dari bid’ah tapi tidak menyadari

  85. Pak Ogah Berkata:

    Siapa yang sudah membaca buku ” ULAMA MEKAH DAN NEJD BERSATU PADU MEMBELA TAUHID DAN MEMERANGI KESYIRIKAN ” setelah saya membaca buku tersebut bila ada yang mengatakan lagi bid’ah maka saya akan mengatakan sudah membaca buku ini karena buku akan saya selalu saya bawa

  86. aman Berkata:

    adaddadda

  87. aman Berkata:

    aslammualaikum………….wr……..wb……..
    masyaALLAH bagaimna agama mau tersebar kalau umat tidak mau bersatu lagi di zaman Rasulullah saw banyak perbedaan2 pendapat tapi mereka mau kerja sama kaum muhajirin & ansor sehingga Allah berikan hidaya kpda mereka>>>….>>. tapi sekarang nyatax umat skrang hanya mementingkan egonya masng2 tdk mau memperhatikan umat telah tenggelam dengan keseatan wazlam

  88. Abufariq Berkata:

    Para sahabat di zaman rasulullah itu bersatu di atas kebenaran, dan mereka senantiasa beramar ma’ruf nahyi munkar. Tidak suka bila perintah Rasul di langgar. Bukan persatuan model kalian yang dibangun di atas bid’ah dan kebodohan.

  89. Pak Ogah Berkata:

    mas abufariq hukumnya memasang foto bribadi di facebook dan punya hp belnya bunyinya kayak musik ?

  90. Pak Ogah Berkata:

    mas abufariq anda sudah membaca buku yang berjudul ” ULAMA MEKAH DAN NEJD BERSATU PADU MEMBELA TAUHID DAN MEMERANGI KESYIRIKAN ” dan membaca di http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tawassul-yang-dibolehkan-dan-yang-terlarang

  91. melky Berkata:

    kasian ……

  92. Pak Ogah Berkata:

    mas abufariq mau lihat tentang amalan anda tinggal pilih lihat saja di http://hadith.al-islam.com/Bayan/Tree.asp?Lang=ind&ID=929

  93. Pak Ogah Berkata:

    mas abufariq bila telah melihat amalan coba anda baca kitab “MUNTAKHAB AHADITS” dari awal sampai akhir

  94. M. Hanif Abdillah Berkata:

    Wahai kaum salafi, “Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”, berapa banyak jamaah tabligh yg kalian fitnah bararti tlah kalian bunuh….

  95. Pak Ogah Berkata:

    Ternyata kaum salafy tidak berani membuka kitab ” MUNTAKHAB AHADITS “

  96. salam Berkata:

    Assalamualaikum, wr wb.

    Semangkin saya baca komentar diatas, saya semangkin tertarik untuk mendalami jamaah tabligh ini. saya tinggal di bekasi barat, ada yang bisa menuntun saya ke halaqoh JT di Bekasi barat? jazakumullah.

  97. salam Berkata:

    Assalamualaikum

    kok gak ada yang mampir lagi?

    moderator, kemana? masih lebaran dikampung ya?

Tinggalkan Balasan